Pertamina Ingkar Janji Bayar Ganti Rugi Petani

\"\"TUBAN (Jurnalberita.com) – Janji yang dibuat oleh Pertamina terkait realisasi ganti rugi (Pertamina menyebut sebagai bantuan, red) terhadap tanaman di lahan milik warga Desa Remen Kecamatan Jenu, yang tak bisa dipanen akibat dampak pancaran sinar lampu mercuri di atas lahan milik warga desa, tak kunjung ditepati.

Hal ini membuat para petani merasa kecewa dengan keputusan pejabat Terminal Transit Utama (TTU) Pertamina yang berada di ujung Tanjung Awar-awar Desa Tasikharjo Kecamatan Jenu Tuban.

“Saya sangat kecewa dengan apa yang disampaikan pihak Pertamina, karena ganti rugi yang dijanjikan pihak perusahaan, diingkari sendiri,” ungkap Sumarjan, salah satu petani desa setempat.

Padahal, lanjut Sumarjan, pihak perusahaan TTU Pertamina sendiri yang telah berjanji kepada warga, jika ganti rugi yang dijanjikan akan dicairkan pada Hari Jum\’at (10/6/2011) lalu. Namun, kata Sumarjan, sampai kini belum juga dicairkan kepada warga.

Terpisah, Sholikin Kepala Humas TTU Pertamina Tuban ketika dikonfirmasi jurnalberita.com mengatakan, sesaat lalu (Selasa, 14/6/2011), beberapa perwakilan warga sudah ia kumpulkan dan diajaknya berunding. “Mereka saya ajak masuk untuk menemui bendahara kami. Namun masih ada kendala teknis yang harus diselesaikan secara administrasi dulu, baru kemudian dicairkan,” ujarnya.

Namun, saat ditanya kendala pencairan dana, Sholikin mengatakan tidak mengetahui. “Saya tidak tahu, sebab itu urusan bendahara. Urusan pencairan langsung ditangani oleh bendahara,” elaknya.

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalberita.com menyebutkan, alasan Pertamina belum mencairkan dana tersebut, karena adanya perubahan pengajuan. Warga atau pemilik lahan tetap meminta agar dana yang dicairkan disebut sebagai ganti rugi. Sedangkan Pertamina tetap ngotot dan akan mencairkan dana tersebut bila dalam pengajuan warga, dana tersebut dikatakan sebagai bantuan.

Sementara itu, menurut sumber yang dapat dipercaya, dana yang akan dicairkan Pertamina kurang lebih sekitar 125 juta, sebagai ganti tanaman milik warga yang tidak bisa panen akibat dampak pancaran lampu mercuri TTU Pertamina Tuban tersebut.

Pembagian alokasi bantuan bagi para petani, hanya dianggarkan sekitar Rp 92 juta, untuk 32 orang warga dengan luas lahan mencapai 20 hektar. Sedangkan Rp. 25 juta, kabarnya, akan disumbangkan kepada Karang Taruna desa setempat, sementara sisanya belum diketahui jelas kegunaannya. (jbc11/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*