Program KUR Tanpa Agunan BRI, Minim Peminat

TUBAN (jurnalberita.com) – Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) menggunakan agunan di Jawa Timur menduduki 3 besar di Indonesia. Namun anehnya, untuk program KUR tanpa menggunakan agunan kurang disosialisasikan oleh BRI cabang Tuban.

Masih banyak anggota masyarakat yang menekuni usaha kecil dan menengah, seperti pedagang dan pemilik usaha mandiri, yang belum memanfaatkan program milik Departemen Koperasi ini untuk mengembangkan usahanya.

Watik, seorang pengusaha mandiri dari Tasikmadu mengatakan pihak BRI tidak pernah menawarinya program KUR tanpa agunan ini. “Saya pernah mengajukan kredit Rp 5 juta ke bank BRI unit Mojopahit menggunakan program KUR dengan jaminan BPKB sepeda motor. Dan saya sendiri juga tidak pernah tahu kalau ada program tersebut,” ujar Watik.

Senada dengan Sarmuji, warga Panyuran yang mengatakan, “Program pemerintah itu bagus untuk menambah modal pedagang kecil dan menengah. Tapi apa pihak BRI mau menyalurkan dana tanpa jaminan? Semua bank itu kan murni bisnis. Kalau pihak bank setengah hati menyalurkan KUR tanpa jaminan, apa ada sanksi dari pemerintah pada pihak bank tersebut?”

Sementara itu menurut Sumarni, Supervisor Perkreditan BRI Cabang Tuban, saat ditemui jurnalberita.com, Jumat (9/6/11) mengatakan, “Kami harus benar-benar selektif memilih masyarakat yang akan menggunakan program KUR tanpa jaminan. Karena dana yang disalurkan ke masyarakat itu uang BRI, bukan uang milik pemerintah.

Untuk program KUR dengan jaminan ini, tambah Sumarni, sudah disalurkan sekitar 10.000 masyarakat. Namun, Sumarni enggan menyebutkan jumlah nominalnya.

“Tahun 2010 lalu, BRI Cabang Tuban bisa memenuhi target dari BRI Jawa Timur,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Wiwik Diastuti, Kasi Bina Usaha Dinas Perekonomian kabupaten Tuban, saat ditemui jurnalberita.com di kantornya mengatakan, “Untuk masyarakat yang mau memanfaatkan program KUR, bisa datang langsung ke bank. Untuk program KUR yang tanpa jaminan kami belum mengetahui jelas. Beberapa bulan lalu kami diundang mengikuti rapat di propinsi, dan disampaikan dalam rapat, secara umum perbankan di kabupaten Tuban tidak memenuhi target dari pemerintah”. (jbc3/jbc1)

 

Tags: , , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

88 Responses

  1. kemarin tetanggaku mau mendaftar KUR, oleh petugas dibilang jatahnya sudah habis,,,

  2. saya punya usaha kantin bagai mana cara mendapat pinjaman
    tampa jaminan 10-70jt

  3. gmana carany agar sa ikut kur ya, soaknya saya punya usaha tp kurang maju karena kurangnya modal

  4. bagaimana kalau mahasiswa ingin mendaftar KUR

  5. Kok iklan di TV dari mentri Koperasi tentang KUR pinjam di bawah 20 juta tanpa jaminan. Kenapa pihak bank BRI kok tidak ada program KUR tanpa jaminan seperti iklannya Mentri Koperasi di TV …..?

  6. Kenapa kemarin pinjam tidak bisa??

  7. apa benar kur itu tanpa jaminan…syarat pngajuannya apa saja… saya lg btuh dana cepat untuk usaha kalo emang bisa saya ingin mengajukan ke bank BRI…

  8. saya mengajukan …. di bank bri cabang yang ada di bareng … memakai jaminan bpkb … untuk mengikuti program kur … tolong ada kejelasannya…
    padahal saya tahu kur program pemerintah tanpa jaminan …
    tolong di balas …. di email saya .. atau di no 085730282211

  9. Sebaiknya Mentri Koperasi tidak usah tebar pesona kemasyarakat dengan menyampaikan informasi melalui iklan di TV ke pada masyarakat kecil dengan program KUR tanpa jaminan. Karena pihak bank milik pemerintah ngak ada yang mau melayani masyarakat yang mau pinjam ke bank milik pemerintah tanpa memakai JAMINAN !

  10. apa benar program kur tanpa jaminan…….????
    saya kurang percaya akan hal itu,, soalnya setiap masnyarakat mengeluhkan setiap meminjam uang di pasti ada jaminannya……..
    semoga saja hal itu salah…… :)

  11. apakah program KUR dapat menguntungkan bagi masyarakat,,,,karena disisi lain di program itu jelas jelas tanpa jaminan…..

  12. memang hal itu masih belum tentu benar karena tidak semua orang tahu program tersebut dan mungkin susah untuk mendapatkan pinjaman tanpa syarat.

  13. menurut saya pemerintah kurang tegas untuk melaksanakan program dari KUR tersebut……
    dan yang membuat saya bingung dana tersebut sebetulnya dana dari pemerintah atau dari BRI itu sendiri?????????????????

  14. program KUR BRI itu bagus buat pedagang untuk meminjam modal tapi apakah benar BRI itu uangnya sendiri dan apakah benar tanpa jaminan

  15. kurangnya sosialisasi dari pihak bank sendiri membuat masyarakat menengah enggan untuk memenfaatkan program tersebut. Jika benar dana yang disalurkan berasal dari pemerintah, sebaiknya untuk segera direalisasikan. Dan seharusnya pihak bank dan pemerintah bersifat transparan terhadap masalah ini :-)

  16. program ini belum terbukti kebenarannya. dari wacana diatas ada yang mengatakan pihak BRI tidak pernah menawarkan program KUR tanpa jaminan,namun ada juga yang mengatakan program pemerintah itu bagus untuk menambahkan modal para pedagang kecil.pada hal disitu dijelaskan bahwa uang yg digunakan untuk membiayai program tersebut adalah uang milik BRI bukan uang milik pemerintah.

  17. seharusnya pihak KUR BRI jangan hanya promosi, tetapi harus dibuktikan agar masyarakat peminjam modal tidak bingung

  18. Menurut pendapat saya, Program KUR tersebut masih belum pasti, karena dilihat dari segi masyarakat masih banyak yang belum nengetahui tentang adanya program KUR atau jaminan tanpa syarat itu, dan peminatnya pun minim sekali, sehinnga perlu diberikan pengedaran brosur dan petunjuk-petunjuk yang lebih jelas.

  19. seharusnya pemerintah gak usah bicara atau exis di TV kalau kenyataannya program tersebut belum benar”matang,

  20. BRI cabang Tuban kurang mensosialisasikan progam KUR tanpa menggunakan agunan karena masih banyak masyarakat yang belum menggunakan progam ini untuk mengenbangkan usahanya. jadi mungkin harus lebih aktif dalam mensosialisasikannya supaya masyarakat dapat mengembangkan usahanya.

  21. sekarang siapa yg harus bertanggung jawab atas semua kejadian ini??
    pemerintah sudah mengumbar” program tersebut.

  22. menurut saya BRI cabang Tuban kurang mensosialisasikan progam KUR tanpa menggunakan agunan karena masih banyak masyarakat yang belum menggunakan progam ini untuk mengenbangkan usahanya.
    jadi mungkin harus lebih aktif dalam mensosialisasikannya supaya masyarakat dapat mengembangkan usahanya.

  23. progam KUR sangat baik untuk membantu masyarakat supaya dapat mengembangka usahanya. Tapi perlu adanya interaksi yang baik supaya progam ini berjalan lancar.

  24. seharusnya program kur itu harus direalisasikan dengan baik sehingga rakyat kecil tidak merasa merugi dan bisa meningktkan perekonomianya lebih baik lagi tanpa da kecemasan yang mendasar.
    semoga pemerintah khususnya tuban lebih memperhatikan masalah ini

  25. Sebenarnya saya tertarik ingin pinjam melalui KUR tapi kok pakai jaminan jadi saya tidak jadi pinjam karena tidak ada untuk yang dijaminkan.
    Sementara saya pedagang keliling ( mlijo ). Seandainya tidak pakai jaminan tentu sangat membantu usaha saya !

  26. semoga sukses…and tmbahg jaya……
    ssmmaaagagggaaaaa?????

  27. semoga KUR yang diselengarakan tidak membohongi rakyat

  28. semoga jaya selalu

  29. apakah orang pinggiran boleh meminjam uang?

  30. agar lebih maju

  31. tetap jaya dan semangat

  32. selalu berkarya untuk bangsa

  33. tetaplah memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat

  34. maju terus pantang mundur

  35. KUR TKI gak jelas kelanjutannya

    Tahun 2010 kemarin Pak SBY mencanangkan KUR TKI di Surabaya. Tapi di lapangan ternyata pihak bank yang diberi mandat untuk menjalankan program tersebut terkesan tidak responsif. Contoh konkritnya adalah 3 bank plat merah Lamongan yg ditunjuk yaitu BRI, BNI dan Mandiri semua lepas tangan, tidak melayani KUR TKI. Lantas bagaimana kelanjutan pencanangan Presiden tersebut?

    Sofi
    HP. 085330112347

  36. hehehhehe,,boss!!!,,masalah KUR itu lagu lama,,udah tau masyarakat banyak yg miskin,,,prosedurnya dipersulit,,udah tau sdm masayarakat masih minim,,gak dikasih tau,,kalau yg namanya duit mah,,orang kecil,,kalau bisa gak usah kebagian,,krn pikirnya orang miskin dipedesaan gak ngerti administrasi,,jadi gak pelru dikasih duit KUR,,alasannya sellau klasik,,udah habis jatahnya,,padahal baru dibuka blm ada yg diseleksi,,jadi mending gak usahlah program2an kayak gitu,,bikin rakyat kecil makin sengsara dg iming2 n slogan2nya,,,

    • betul bro…kyknya pihak bank yg ditunjuk gk akan pernah mau ngerti dgn usaha rkyt kecil.slogan2 itu hanya utk tujuan politik aja….

  37. Kepada yang sangat saya hormati,
    Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
    Serta
    Bapak Prof. Dr. Boediono
    Di tempat.
    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Dengan hormat,
    Saya selaku rakyat di Negara Republik Indonesia yang merdeka.
    Ingin menyampaikan :
    Perihal Program KUR (Kredit Usaha Rakyat)
    Berdasarkan informasi yang saya dapat dari internet, pada website kompas : http://bisniskeuangan.kompas.com/rea….Siap.Meluncur
    Bahwa program KUR dengan pinjaman tidak lebih dari 20jt, tanpa jaminan.
    Karena pinjaman KUR tersebut dijamin oleh pemerintah.
    Akan tetapi sangat disayangkan, dalam pelaksanaannya masih ada Bank Penyalur KUR,
    yang mewajibkan adanya Jaminan, baik surat tanah, BPKB, dll, atas pinjaman KUR yang tidak lebih dari 20jt.
    Hal tersebut berdasarkan informasi yang saya lihat pada forum di internet website kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8684886&page=3
    Banyak masyarakat yang kecewa dan merasa tertipu oleh janji pemerintah mengenai program KUR tanpa jaminan.
    Setelah saya survei, bertanya ke salah satu Bank penyalur KUR di kota Bogor,
    ternyata benar Bank tersebut mewajibkan adanya jaminan atas pinjaman KUR berapa pun pinjaman nya.
    Petugas Bank menjelaskan bahwa ini untuk mencegah resiko kerugian Bank, tetapi setelah saya sampaikan bahwa program KUR khususnya untuk pinjaman dibawah 20jt itu dijamin oleh pemerintah,
    petugas Bank mengatakan “Mungkin kebijakan di setiap cabang Bank berbeda-beda Pak”.
    Sangat disayangkan, janji manis pemerintah perihal program KUR tanpa jaminan tidak dipatuhi oleh beberapa Bank penyalur KUR. Sehingga banyak masyarakat yang dikecewakan karenanya.
    Mungkin tidak semua cabang Bank penyalur KUR berbuat demikian.
    Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada cabang-cabang Bank penyalur KUR yang telah bekerja sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
    Untuk itu saya mohon kepada pemerintah agar bertindak tegas kepada Bank penyalur KUR
    yang masih mewajibkan adanya jaminan atas pinjaman KUR kurang dari 20jt Rupiah.
    Karena banyak sekali wirausaha-wirausaha yang membutuhkan modal akan tetapi tidak memiliki jaminan.
    Program KUR dari pemerintah ini sangat baik,
    alangkah baiknya lagi bila dijalankan sesuai dengan ketentuan, yakni ketentuan yang memudahkan rakyat,
    sehingga dapat tercipta masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
    Masalah yang tidak kalah pentingya ialah :
    Bagi masyarakat yang baru ingin memulai usaha, tidak dapat mengajukan program KUR,
    karena syarat pengajuan KUR ialah usaha yang sudah berjalan sekurang-kurangnya 6 bulan.
    Lalu bagaimana solusinya ?
    Untuk itu perkenankanlah saya menyampaikan usulan kepada pemerintah.
    Perihal Pinjaman modal kerja atau modal usaha dengan jaminan Ijazah.
    Sebetulnya gagasan ini sudah sering disampaikan oleh beberapa tokoh,
    diantaranya oleh Mantan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla.
    Tanggapan masyarakat mengenai gagasan ini pun beragam, ada yang gembira dan menyambut baik,
    ada pula yang menilai gagasan ini merupakan gagasan yang bodoh.
    Tanggapan-tanggapan tersebut dapat disimak pada forum di internet website kaskus :
    http://archive.kaskus.us/thread/2235518/
    Sebenarnya program pinjaman jaminan Ijazah ini sudah diterapkan di beberapa daerah,
    hal ini saya ketahui dari website :
    http://www.lawupos.net/769/jadikan-i…aminan-kredit/
    http://www.pkesinteraktif.com/bisnis…an-ijazah.html
    Akan tetapi hanya berlaku bagi Ijazah lulusan sarjana saja.
    Mengapa demikian ?
    Menurut saya lulusan SMA pun layak mendapatkan program tersebut,
    Karena lulusan SMA rata-rata sudah berumur 17 tahun dan sudah memiliki jiwa usaha atau kerja dengan penuh tanggung jawab.
    Kebanyakan dari lulusan SMA ingin bekerja atau usaha dulu,
    setelah itu baru melanjutkan kuliah sambil bekerja atau mengelola usaha.
    Bagi yang ingin membuka usaha, pasti membutuhkan modal.
    Bagi yang ingin bekerja pun memerlukan biaya
    untuk melengkapi dokumen serta ongkos transportasi melamar pekerjaan.
    Setelah diterima bekerja tentu perlu biaya pula untuk mencukupi kebutuhan sampai menunggu gajian tiba.
    Sangat beruntung bagi mereka yang memiliki orang tua atau keluarga yang berkecukupan,
    sehingga dapat memperoleh dukungan biaya dengan mudah.
    Akan tetapi bagaimana nasib mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu.
    Dari mana ia mendapatkan modal untuk melamar kerja atau modal untuk membuka usaha ?
    Disinilah pemerintah harus aktif untuk peduli memperhatikan masyarakat.
    Dengan jaminan Ijazah SMA kiranya dapat diberikan pinjaman 1 juta s/d 10 juta Rupiah
    akan sangat membantu mengurangi pengangguran.
    Tentunya program ini hanya diperuntukkan kepada rakyat yang kurang mampu saja,
    dengan syarat, ketentuan & peraturan yang ketat,
    sehingga sasaran nya tepat serta terhindar dari pada penyalahgunaan.
    Dan dalam pelaksanaannya harus jujur, adil serta memudahkan masyarakat.
    Serta tidak lupa harus diawasi dengan bijak dan transparan.
    Saya yakin, pemerintah mampu, karena Negara ini kaya.
    Mari kita terapkan pancasila sila ke 5 yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    Jangan hanya pelaksana pemerintahan saja yang hidup makmur,
    seluruh rakyat Indonesia juga mempunyai hak untuk hidup makmur, tentram dan sejahtera.
    Untuk itu saya mohon agar pemerintah mempertimbangkan usulan saya tersebut.
    Pemuda-pemudi Indonesia memiliki semangat hidup yang tinggi,
    mereka memiliki tekad yang mulia untuk mensejahterakan perekonomian keluarganya,
    dengan jujur dan penuh tanggung jawab.
    Akan tetapi perlu ditegaskan,
    Bahwa masyarakat Indonesia harus memiliki jiwa mandiri,
    Jangan selalu mengharapkan dan mengandalkan bantuan dari pemerintah.
    Oleh karenanya,
    Mari ciptakan gerakan nasional “Pelajar Wajib Menabung”.
    Mulai dari kelas 1 SD sampai dengan lulus SMA.
    Saran saya, tabungan tersebut jangan dikelola oleh pihak sekolah,
    karena melihat berita yang sudah-sudah sering terjadi penyalahgunaan atau penipuan.
    Pemerintah bisa menunjuk salah satu Bank Nasional yang dipercaya dan sanggup untuk melaksanakannya. Sanggup menerima & mendata setoran dari seluruh siswa di tiap sekolah,
    walaupun nilai setoran per siswa nya sangat kecil sekali.
    Namun bila dilakukan setiap hari dan dilaksanakan diseluruh sekolah di Indonesia.
    Nilai nya cukup besar tentunya.
    Bank tersebut tinggal menerjunkan beberapa pegawai ke setiap sekolah di seluruh wilayah Indonesia
    dari SD, SMP, dan SMA. Pada saat jam istirahat, setoran dilakukan oleh semua siswa dengan koordinasi yang baik sehingga prosesnya aman, tertib dan efektif.
    Besarnya setoran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa,
    yang terpenting harus konsisten berkesinambungan setiap hari.
    Mari hitung, bila siswa menabung dari awal masuk sekolah kelas 1 SD hingga lulus SMA,
    berapa yang akan ia dapat ?
    insya Allah pada saat lulus SMA, dana tersebut akan sangat bermanfaat untuk modal kerja, modal usaha atau tambahan dana untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
    Saran saya, setiap siswa yang baru masuk kelas 1 SD, dibuatkan untuk memiliki dua rekening tabungan.
    Rekening yang pertama, ialah tabungan jangka panjang, yang akan dicairkan pada saat lulus SMA.
    Boleh dicairkan sebelum lulus SMA, apabila benar-benar untuk kebutuhan yang sangat penting.
    Atau bisa juga tabungan ini dijadikan jaminan untuk mengajukan pinjaman ke bank pada saat darurat,
    yang terpenting nilai pinjamannya tidak melebihi saldo tabungan,
    sehingga tabungan jangka panjang ini tidak terganggu, dan kebutuhan yang darurat dapat terpenuhi. Karena tabungan ini sangat penting bagi masa depan siswa.
    Rekening yang kedua, ialah tabungan jangka pendek, yang akan dicairkan pada saat tahun ajaran baru.
    Sehingga dapat membantu orang tua murid untuk mencukupi biaya penunjang pendidikan.
    Insya Allah, gagasan ini dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat.
    Diantaranya manfaat yang akan dirasakan ialah :
    1. Menyerap banyak tenaga kerja teller, yang akan bertugas pada setiap sekolah di seluruh Indonesia.
    2. Tidak akan ada lagi kasus penyalahgunaan / penipuan yang membawa kabur tabungan siswa di sekolah.
    3. Orang tua murid akan merasakan manfaat dari adanya gerakan “Pelajar Wajib Menabung” ini.
    4. Pemuda-pemudi Indonesia akan mendapatkan modal pada saat lulus SMA, dimana modal tersebut didapat dari hasil kesabaran dan ketekunannya, sehingga akan tercipta jiwa generasi bangsa yang mandiri dan sederhana serta kesadaran betapa penting dan bermanfaatnya budaya menabung.
    Demikian, semoga apa yang telah saya sampaikan, dapat memberikan kebaikan bagi kita semua,
    Bilamana terdapat kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.
    saya berharap agar pemerintah bekerja dengan cerdas, tegas, jujur dan adil.
    Jayalah Negeriku, Sejahteralah Bangsaku, saya bangga, bahagia & bersyukur hidup di Indonesia.
    Atas perhatian Bapak Presiden serta Bapak Wakil Presiden, saya sampaikan terima kasih.
    Semoga Pemerintah membaca dan menanggapi surat ini,
    untuk itu bila teman-teman merasa surat ini baik demi kesejahteraan rakyat,
    mohon disebarkan dipublikasikan, terima kasih.

  38. hemmmmm program KUR tanpa Agunan?????bohoooong besar.aya sdah muter kliling bank di Tulungagung tidak ada malah pakai bunga 1.02% tiap bulan.

  39. sy lagi butuh dana utk usaha, apa dong syaratnya?

  40. Begitulah Program pemerintah tapi tidak koordinasi ama pihak Bank yang di Tunjuk. Sehingga slogam mentri hanya buat orang kaya saja yang dapat kemudahan pinkam di Bank.
    Sementara masyarakat kecil yang kurang modal susah pinjam nya …!!!

  41. Yang benar mana pak Mentri Koperasi membuat program pinjam 20 juta tanpa anggunan sedangkan bank BRI pinjam harus pakai anggunan…?

  42. zaman sekarang gak ada ceritanya pinjam kok gak ada jaminanya,…nk butoh dana na nenggonku tak wenehi………………!

  43. Begitulah bank di negara kita. Kalau PKL meminjam di bank persyaratan nya harus ada jaminan. Sementara mentri Perekonomian bilang tidak ada jaminan bagi UKM yang pinjam di bawah 20 juta.
    Sedangkan bang memberi kemudahan bagi konglemerat untuk buka usaha. Modal macet dari pengusaha besar dengan jalan di kemplang !!!

  44. wah bohong besar, saya sudah pernah mengajukan kur di bri.
    HARUS ADA JAMINAN MINIMAL BPKB KENDARAAN
    wah SAYA JADI MERASA DIBOHONGI IKLAN TV

  45. tanpa agunan seharusnya ga pakai bpkb motor2007 keatas,gimana mau bantu,kalo punyanya motor lawas

  46. program dana KUR butuh perbaikan supaya berjalan secara merata,,,,,

  47. Biasanya Untuk Pencairan Kredit Pihak Perbankan /atau lembaga keuangan lainnya mempermudah untuk kredit :
    1. Kendaraan
    2. Rumah

    Untuk Usaha Biasanya Lebih SUlit

  48. saya heran… katanya kredit kur tanpa agunan… mau pinjam 5 juta utk modal bengkel harus ada jaminan bpkb…. dikasih bpkb honda grand cuma dapat 3 juta…. trus kapan bisa usaha… masa cuma bisa beli kunci 1/2 set… kalau memang BRI tidak berani ya tidak usah di sosialisasikan.. jadinya pinjaman tetap dinilai dari nilai jaminan……… masih ada yang salah dalam hal ini…. bisa jadi dana KUR di cairkan bentuk ke pinjaman lain……..wes tambah ribet. ga jadi buka usaha…nganggur terussss

  49. Begitulah potret negara kita. Program pemerintah tidak nyambung dengan BUMN yg nota bene milik pemerintah. Kalau pengusaha besar kalau pinjam bank kan memberi komisi ke oknum bank yang mengurus kredit. Padahal bank yang KOLAP itu di KEMPLANG oleh pengusaha besar. betul tidak …….???

  50. BRI mana berani sosialisasi… bilangnya uang BRI sendiri, apa bisa BRI erkembang tanpa campur tangan Pemerintah…. Bohong…!!!
    Inilah model perbankan Indonesia… Maunya hanya kredit yang mencekik leher rakyat, gitu kok pake nama Bank Rakyat….. Rakyat yang mana???
    Preettt………!!

  51. yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin..

  52. capek jadi rakyat kecil dibohongi dikadali terus sama penguasa..!! Mosi tidak percaya pemerintah..

  53. alhamdulillah…….. Masuk ke BRI mintak pinjaman KUR ditolak!!!

  54. saya penjual stiker motor dan bikin undangan sebenarnya pekerjaan saya alllron/hampir semua keahlihan saya bisa seperti pasang kaca flim mobil/rumah/kantor yang polos /bergambar persis sep[erti kaca grafir ,juga membuat pin/gantungan kunci dan calender juga sablon disini saya mengandalkan modal untuk itu bagaimana caranya untuk mendapatkan dana kur. dansaya harus mengubungi siapa dan dimana untuk informasi .
    saya ada diwilaya surabaya utara dan ini no hp saya 031 816 780 91

  55. pemerintah jangan memberi angin surga kepada kami, kususnya pengusaha kecil,… buat para pemimpin negeri ini “kalo mau masuk TV masih banyak cara<ok!!!!!!!!!!!

  56. Apakah dana berupa uang dari program Menperindag yg ada di Bank BRI dan bank Pemerintah yang lainnya akan di kembalikan ke MENKEU bila tidak di pinjang oleh masyarakat khususnya PKL …..?

  57. Saya sudah 1 tahun menjalankan usaha warnet kecil-kecilan. Waktu pertama buka modal saya cuma 3 unit komputer. Saya mau nambah komputer waktu itu, bermohon KUR ke BTPN dan BRI. Saya cuma bermohon 15 juta, tapi dimintai agunan. Sementara saya belum punya surat berharga, BPKB, sertipikat rumah. Akhirnya saya memberanikan diri dengan pinjam uang ke rentenir dengan agunan ijazah SMA beserta 3 unit komputer saya, (tambah agunan nyawa, soalnya tau sendiri rentenir itu kyk gmana), hehehe,…
    Sekarang komputer warnet saya sudah ada 9 unit, pinjaman ke rentenir sudah lunas meski bunganya 50% hanya dalam jangka waktu 5 bulan. Kesimpulan saya program KUR tanpa agunan itu omong kosong saja. Karena buktinya banyak kok yg mengakses dana KUR itu bukan pedagang atau pengusaha kecil, melainkan PNS, guru, atau pengusaha besar yg punya agunan berupa SK pengangkatan, surat berharga, atau sertipikat tanah.
    Program KUR itu cuma program tebar pesona pemerintah seakan-akan peduli pada rakyat kecil.

  58. Sudah sepatutnya program pinjamn lunak oelh bank didahului dengan sosialisasi yang cukup, sehingga kucuran kredit tepat sasaran dan membawa manfaat besar bagu UKM

  59. boong belaka itu mah?

  60. KENAPA SETIAP KALI MEMINJAM UANG KE BANK SELALU SULIT MALAHAN JAMINANNYA DUA SERTIPIKAT RUMAH USAHA TIGA TOKO POTO COPY DAN JUAL ALAT LAT TULIS MOHON JAWABANNYA

  61. bagaimana cara mendapatkan dana kur ini?????
    saya sedang menekujni usaha ayam kampung dan butuh suntikan dana

  62. Kalau dana KUR sepi peminat pinjamkan saja kepada guru-guru yang membutuhkan dengan jaminan sertifikasi saya yakin dana KUR akan terserap habis,semoga mendapat respon dari pimpinan BRI

  63. kalau program KUR sepi peminat ,pinjamkan saja kepada guru-guru yang membutuhkan dengan jaminan sertifikasi ,saya yakin dana KUR akan terserap

  64. Rupanya Pemerintah hanya membuat senang aja masyarakat kecil untuk memberi kemudahan meminjam di bank pemerintah dengan program KUR nya. Tapi pelaksanaannya sulit dan Bank meminta jaminan ke masyarakat yang mau pinjam. Kalau Konglemerat di beri kemudahan pinjam ke bank.
    Tapi kalau bank kolat ujung ujung nya pemerintah memakai uang rakyat untuk menutupi atau nalangi bank yang bermasalah.

  65. pemerintah omong thok!!!

  66. pemerintah sdh bagus programnya, memberikan pinjaman KUR tanpa jaminan unt masyarakat. tp dilapangan, contoh BRI cabang Cariu ada sistem nepotisme. siapa yg kenal dng pegawai BRI, dia juga yg bisa dp pinjaman tanpa jaminan. smp kapanpun tetap hrs pakai jaminan walaupun cuma pinjam 5jt apalagi smp 20jt, hrs sertifikat tanah. itupun jarang orang yang tahu mslh KUR. Dananya dipakai sendiri?????

  67. Apakah saya bisa mendapatkan program KUR tersebut?

  68. BRI cabang tuban kurang sosialisasi KUR

  69. rentenir dan Bank ga berbeda SEBELAS DUA BELAS.
    pemilu nanti mau GOLPUT ajalah.

  70. saya tiggal diwilayah Tangerang..bagaimana cara mendapat KUR…?

  71. Saya juga tidak tahu KUR Tanpa Agunan itu

  72. BRI payah inimah KUR namana!!! katanya untuk membantu rakyat kecil tpi mana buktinya???

  73. saya ingin melakukan usaha sampingan berupa sablon digital, saat ini saya sudah memiliki 1 buah mesin/alat sablon tetapi saya terbentur dengan modal untuk pembelian bahan kaos,kertas sablon dan tinta..untuk itu saya ingin mendapatkan modal usaha sebesar Rp.50 juta – Rp.75 juta bagaimana caranya ? untuk diketahui saya tinggal di Perum.Taman Pondok jati Blok AW-9 Taman Sidoarjo, dan saat inipun saya bekerja sebagai Sales representative alat Kesehatan. Saya mohon penjelasannya…terimakasih.

  74. saya sudah memiliki counter hp dan rental PS yang lamanya sekitar 4 th,dan posisi didepan pasar,dan saya butuh modal lagi sekitar 35juta untuk membesarkan usaha saya,tolong bantuannya,tlong hub no tlv saya:081235599444

  75. Ahhhhh OMDO omong doang/ silahkan datang langsung ke BRI TERDEKAT. kalo ada. Paling ajawabanya ” plapon tlah habis” atau bidang “usaha” bapak tdk termasuk dalam cover kredit domaksud. cape2 urus rakyat… NGAPAIN sdh nggak ada duitan….tingkat resiko macetnya tinggi lagi….

  76. tanpa angguna/jaminan? yamana bisa dapat uang….!!! BPKB motor buntut jg dapet dikit….!!! yasudah lah yg miskin tambah miskin yg kaya tambah kayaa

  77. Ahhh… dari dulu kalo BRI dan bank bank pemerintah lainnya kalo untuk kredit usaha mikro pasti sulit… apalagi kalo tanpa agunan… ada saja persyaratan yg kurang… tp kalo yg ngajukan orangnya parlente dan kenal baik ma pimpinan Bank.. ya walaupun agunannya cuma 100 jt ttp bs cair 1 m… dan sampek akhirnya terjadi kredit macet…ya gara2 hal yg gini ini…

  78. Begitulah janji mentri yang melambung tinggi memberi impian kepada masayarakat tapi nyata nya mana…..?
    Ujung ujungnya Duit negara bykan untuk meningkat kan ekonomi masyarakat kecil yg mata pencarian nya PKL tapi orang kaya yang dapat kemudahan pinjang uang negara !

  79. Jangankan tanpa agunan..kemarin saya ajukan pinjaman dg agunan rumah saja dipersulit,masa dg agunan rumah cuma disetujui 20 jt aja..please deh..

  80. saya azis di malang jatim, saya pegang kelompok usaha pengerajin tusuk sate moderen & pengerajin kotak makanan dengan omset lebih dari lumayan. saya juga menyerap tenega pekerja, tapi kenapa pihak pemerintah terutama perangkat desa setempat tidak memberikan dukungan positif / paling tidak meninjau & mendukung langkah saya baik modal / pengarahan,…???????
    padahal dengan dukungan modal dari pemerintah saya yakin akan tercipta lapangan usaha yg nyata & bisa menyerap pengangguran di wilayah saya!!!!!
    mohon perhatian dari pemerintah kususnya DESA MANGUNREJO – KECAMATAN KEPANJEN – KABUPATEN MALANG – JAWA TIMUR

    By AZIS YUDHA PRASETIA
    CALL 081944870440

  81. LIHAT ………PERHATIKAN……..PAHAMI……….
    3 kata untuk pemerintah …
    saya bertahan & mengupayakan semua pribadi sampai saya pinjam di BPR dengan jaminan BPKB mobil evo 1992 & yamaha mio 2011 di kasih 25jt .dengan bunga 3% ,administrasi mencekik leher!!!!!!!!!
    mana kur ??????
    mana pinjaman tanpa jaminan???????????

    buat anggota pemerintah……dengar keluhan hati kami
    081944870440 terimakasih

  82. suami sy sdh buka bengkel las lebih dari 1 thn, butuh dana untuk sarana transportasi pengiriman berupa mobil, tapi koq sulit ya cari dana pinjaman, semua harus pakai jaminan? katanya KUR tapi koq masih pakai jaminan?

  83. kasir bank BRI unit merak urak tuban jatim pelayananya pada nasabah sangat tidak menyenangkan, memandang sebelah mata kepada nasabah seperti saya ini, mohon bpk / ibu yng bersangkutan ddi bank BRI unit merak urak supaya menegur pada kasir yang kurang sopan pada nasabah,

  84. assalamu’alaikum,,,,,,,,masih adakah untuk pengajuan pinjaman kuryang benar ??// mohon penjelasanya,wassalamu’alaikum,,,,, thankz,

    silahkan hub.saya : 083840624856

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site