Siswa SMPN I Tuban Raih Nilai Terbaik se-Jatim

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Anas Jatikusuma, siswa SMP Negeri 1 Tuban meraih nilai tertinggi se-Jawa Timur dalam pelulusan ujian nasional tingkat SMP. Meskipun Pengumuman ujian nasional tingkat SLTP baru akan diumumkan Sabtu (4/6/11) besok, namun informasi terkait pelulusan akan peringkat yang diraih oleh Anas ini sudah diketahui lebih dahulu.

Anas mendapatkan prestasi yang gemilang dalam ujian nasional yang dihelat beberapa waktu lalu, dengan jumlah nilai 39,10.

Putra empat saudara dari pasangan Drs Sukisno MPd dengan Dr Supiana Dian Nurtjahyani M.Kes, yang tinggal di jalan Patimura gang Lapangan Kelurahan Baturetno 154 A ini bisa menyelesaikan 40 soal hanya dalam waktu 10 menit.

Awalnya, Anas sendiri tidak tahu jika dirinya mendapatkan nilai terbaik tingkat Jatim, dia baru tahu dari salah satu guru biologinya. “Saya mendapatkan kabar dari bu Anik pada Kamis (2/5/11) sore, saat saya masih di Jawa Tengah bersama keluarga,” ujar anak yang mempunyai IQ di atas rata-rata ini.

“Jujur saya sangat senang sekali ketika mendapatkan informasi ini,” tambah bocah berperawakan kurus ini. Tak hanya itu dia juga mendapatkan ucapan selamat dari keluarganya.

Ketika ditanya terkait kiat belajar sampai bisa mendapatkan nilai terbaik, Dia menjawab mulai kelas 7 sampai kelas 8 saya memaksimalkan belajar dan berusaha memahami seluruh mata pelajaran yang saya terima dari guru. “Dan ketika duduk di bangku kelas 9, saya berusaha mereview semua mata pelajaran dan di akhir semester menjelang ujian nasional. Saya mencari buku–buku yang sesuai dengan mata pelajaran ujian nasional melalui browsing internet,” tambah anak yang suka main basket ini.

Yang lebih menarik lagi adalah menjelang ujian nasional, Dia kerap kali menyelesaikan soal ujian nasional mata pelajaran IPA hanya dengan hitungan 10 menit, dan hasilnya seratus persen benar semua. Sedangkan mata pelajaran yang lain diselesaikannya dalam waktu 15 – 20 menit. (jbc11/jbc1)

 

Tags: , , , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Meraih Nilai UN Tertinggi karena Jalani Karantina hingga Cicil Belajar
    Sunday, 05 June 2011
    Anas Jatikusuma (kiri) dan Redian Galih (kanan) saat acara pelepasan

    siswa SMP Negeri 1 Tuban di Gedung Wijaya Kusuma Tuban kemarin. Anas

    Jatikusuma meraih nilai ujian tertinggi di Jatim.

    “Belajarlah yang terakhir untuk pelajaran pertama.” Itulah kunci yang diberikan Made Aditya Pramartha, pelajar dari SMPN
    3 Denpasar yang sukses meraih nilai tertinggi dalam ujian nasional (UN) Tahun Ajaran 2010/2011. Dengan strategi
    itu,Aditya berhasil meraih nilai 39,10.
    “Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran pertama yang diujikan. Mata pelajaran itulah yang aku pelajari terakhir kali
    dan begitu seterusnya,”ujar Aditya. Pelajar kelahiran 13 April 1996 ini meraih nilai 10 dari mata pelajaran Matematika.
    Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sama-sama mendapat nilai 9,80 dan terakhir IPA 9,50. “Matematika lebih
    gampang karena jawabannya sudah pasti.Kalau Bahasa Indonesia, pilihannya banyak sehingga membingungkan,”imbuh
    dia. Untuk mencapai prestasi itu,tentu masih banyak persiapan yang dilakukan Aditya.
    Menjelang UN,dia harus rela menjalani karantina selama dua minggu di rumahnya,Jalan Tukad Irawadi,Denpasar.
    Dalam masa karantina,Aditya diwajibkan belajar mulai seusai pulang sekolah sampai pukul 15.30 Wita.Sore harinya dia
    beristirahat sebentar untuk mandi dan makan.Setelah itu kembali belajar sampai pukul 22.30 Wita. Aditya menjalani
    masa karantina tanpa pengawasan.Kedua orang tuanya sejak pagi bekerja di perusahaan garmen dan bank perkreditan
    rakyat di Denpasar.“Bapak katanya mau memberi hadiah sepeda motor,” ucap siswa yang ingin melanjutkan sekolah ke
    SMA 3 Denpasar ini.
    Sedangkan di sekolah,semua siswa diwajibkan mengikuti jam pelajaran tambahan dua kali sepekan yakni pada Selasa
    dan Kamis.Kegiatan itu sudah dibiasakan sejak kelas satu sampai menjelang UN. Peraih nilai tertinggi nasional kedua
    berasal dari SMPN 2 Amlapura,Kabupaten Karangasem, Ni Made Ayu Suryantari, dengan nilai 38,90.Nilai tertinggi 10
    diperoleh dari mata pelajaran Bahasa Inggris,disusul Bahasa Indonesia 9,40,Matematika dan IPA sama-sama 9,75. Ayu
    mengaku,nilai tertinggi yang didapat karena Bahasa Inggris sudah dijadikan percakapan sehari-hari di sekolah yang
    dimasukkan dalam program English Day.
    “Sedangkan mata pelajaran paling susah,Kimia karena banyak rumusnya,” ungkap siswi yang ingin meneruskan sekolah
    ke SMA 1 atau SMA 2 Amlapura ini. Di rumah,Ayu menghabiskan waktu belajar mulai pukul 18.00 hingga
    22.00.Sedangkan sekolah sudah mewajibkan semua siswa mengikuti pelatihan UN sejak kelas 7.“Kemudian sejak
    September 2010 wajib ikut try out,”kata Kepala SMPN 2 Amlapura,Ida Bagus Nyoman Japa. Pelajar berprestasi lain
    adalah Anas Jatikusuma dari SMP Negeri 1 Tuban.
    Atas keberhasilan anak didiknya itu, sekolah mengadakan acara pelepasan khusus di Gedung Wijaya Kusuma Tuban
    untuk menandai keberhasilan itu.Anas – panggilan siswa berprestasi itu – dielu-elukan bak pahlawan. Nilai yang diperoleh
    Anas memang mendekati sempurna, yaitu 39,30.Nilai itu diperoleh dari mata pelajaran Bahasa Indonesia 10,Bahasa
    Inggris 9,80,Matematika 9,75, dan IPA 9,75.Dengan nilai itu, Anas Jatikusuma dinyatakan meraih nilai ujian SMP/MTS
    tertinggi di Jatim tahun ini.
    Akumulasi nilai yang diperoleh Anas berbeda dengan pengumuman Dinas Pendidikan Jatim sebelumnya,yang menyebut
    nilai UN Anas 39,10. Dengan nilai 39,30,bisa jadi Anas-lah yang meraih predikat tertinggi di Tanah Air. Prestasi
    membanggakan itu bukan datang dengan tibatiba. Di sekolah,Anas memang sudah dikenal sebagai siswa cerdas.Sejak
    duduk di kelas tujuh hingga di kelas sembilan di SMP Negeri 1 Tuban,Anas bahkan selalu meraih peringkat pertama di
    sekolah. Meski dikenal sebagai siswa yang jenius,Anas tidak lantas jumawa.Apalagi bermalasmalasan.
    Sebaliknya,Anas tekun belajar.Sejak duduk di kelas tujuh,siswa kelahiran 30 Juni 1996 itu mulai belajar materi pelajaran
    ujian nasional. “Saya belajar materi pelajaran ujian nasional itu mencicil. Jadinya,enggak berat,”tuturnya saat ditemui
    harian Seputar Indonesia (SINDO) di sela acara pelepasan kemarin. Selain mempelajari materi ujian nasional sejak
    awal,Anas juga menambah jam belajar seusai pulang sekolah.Dia biasa belajar kelompok dengan temantemannya.“
    Menjelang ujian,saya lepaskan semua beban.Saya rileks,”ujar Anas.
    Selain lingkungan sekolah yang mendukung,keberhasilan Anas meraih nilai ujian tertinggi juga tidak lepas dari peran
    kedua orang tuanya.Ibunya,Dr Supiana Dian Nurtahyani Mkes,dan ayahnya,Drs Sukisno MPd,tidak henti-hentinya
    mendorong Anas untuk selalu maju. Kedua orang tuanya yang samasama menjadi dosen di Universitas Ronggolawe
    (Unirow) Tuban itu turut memberi andil besar dalam mendidik Anas._ MIFTACHUL CHUSNA /MUHAMMAD ROQIB
    Harian Seputar Indonesia, Sumber Referensi Terpercaya
    http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak Powered by Joomla! Generated: 5 June, 2011, 09:56

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*