Sumber Air PDAM Menyusut Akibat Kemarau

Sungai Grindulu, salah satu sumber air baku PDAM Pacitan. (foto : ist)

PACITAN (Jurnalberita.com) – Memasuki musim kemarau, sejumlah sumber air bersih mulai menyusut, termasuk sumber air yang selama ini menjadi penyuplai air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pacitan.

Diperkirakan penyusutan akan terus terjadi hingga beberapa bulan mendatang. “Saat ini sudah menyusut sekitar 10 persen,” ujar Direktur PDAM Rianto, Senin (13/6).

Penyusutan itu akan terus terjadi dan pada puncak kemarau, penyusutan bahkan mencapai 40 persen. Ada empat sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga, yakni aliran Sungai Grindulu, sumber di Slare, Kecamatan Pacitan, Desa Jatigunung,Kecamatan Tulakan, dan Pandan Arum di Kecamatan Donorojo.

Saat ini kemampuan produksi sumber air milik PDAM mencapai 205 liter per detik. Jumlah sebanyak itu digunakan untuk melayani 11.000 pelanggan. Penyusutan sumber air memaksa PDAM mengoperasikan instalasi pengolahan air minum di Sungai Grindulu.

Para pelanggan diharapkan tidak perlu khawatir pasokan air bersih akan terhenti. Meski pada puncak musim kemarau tak selancar waktu sebelumnya. Sebab, pihak PDAM sudah menyiapkan sumber air cadangan di sejumlah wilayah dengan kapasitas 20 liter per detik, seperti yang ada di Kecamatan Kebonagung dan Candi, Kecamatan Pringkuku.

Rianto menjelaskan, untuk menambah persediaan dan pasokan air bersih, tahun ini pihaknya tengah membangun jaringan dari Kedungbanteng, Kecamatan Donorojo. Tahap pembangunan masih pada pembebasan tanah.

Diperkirakan kapasitasnya mencapai 40 liter per detik yang bakal mampu mampu mencukupi da melayani 44.000 pelanggan di empat desa, yakni Desa Gendaran, Klepu, Sukodono, dan Sekar. “November nanti selesai. Anggarannya sebesar Rp 10,9 milyar,” jelasnya.

Selain itu, PDAM juga menyiagakan 6 unit mobil tangki dan satu genset berkapasitas 150 KVA. Sedangkan di wilayah kecamatan juga dibangun sekitar 72 Hydrant Umum (HU) yang berfungsi sebagai bak penampungan air di musim hujan dan menjadi wadah penampungan air bersih hasil distribusi PDAM.

Masalah air bersih di Pacitan menjadi pekerjaan rumah yang hingga kini sampai sekarang belum bisa tuntas. Sebab, secara geografis kabupaten di ujung tenggara Jatim ini, 80 persen merupakan wilayah pegunungan. Parahnya, batuan yang tersusun di dalamnya adalah jenis batuan kapur atau terumbu karang, sehingga tingkat porousitasnya tinggi dan air terlepas melalui sela-sela batuan.

Pemkab Pacitan sendiri sudah memetakan wilayah rawan air bersih yang berada di lima kecamatan, Donorojo, Punung, Pringkuku, Ngadirojo dan Sudimoro.  (jbc15/jbc2)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site