Tak Ada Calon, Anton Pimpin Kembali KTI Pusat

Anton Sihombing. (ist)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Musyawarah Nasional (Munas) Komisi Tinju Indonesia (KTI) di Hotel Parapat, Kabupaten Parapat, Sumatera Utara yang berakhir beberapa hari lalu, kembali memilih Anton Sihombing sebagai Ketua KTI Pusat.

Terpilihnya kembali Anton Sihombing merupakan rekor, karena sebelumnya Anton sudah menjabat sebagai Ketua KTI tiga periode. “Kami tidak punya calon lain kecuali Pak Anton,” kata M. Rois, salah seorang utusan Jatim yang mengikuti Munas. Delegasi dari Jatim yang iut dalam munas tersebut, adalah M Rois, Joko Tetuko, Dr Eddy Herman, dan Monot.

Karena tidak ada pesaing, Anton langsung terpilih secara aklamasi oleh 73 pemilik suara, dari perwakilan 17 pengurus provinsi dan 3 kabupaten/kota Se-Indonesia. Anton akan memimpin KTI sampai tahun 2015 mendatang.

“Dengan adanya ketua baru ini, membuat semangat KTI untuk bangkit juga besar. Sebab, para pengurus provinsi juga bersepakat untuk memperbarui semua regulasi yang ada,” jelas M. Rois.

Menurutnya, sukses perhelatan Munas KTI tersebut, juga tidak bisa dilepaskan dari andil perwakilan Jatim. Sebab, sampai berakhirnya Munas, tak satupun tokoh tinju nasional yang bersedia menjadi calon ketua KTI.

“Oleh karena itu, kami dari Jatim langsung mengusung Pak Anton sebagai ketua KTI lagi. Pertimbangannya, kecintaan dan semangat dia membangun tinju professional sudah terbukti,” ujarnya.

Meskipun begitu, masih kata Rois, usul itu tidak serta merta diterima begitu saja oleh peserta Munas. Sebagian besar peserta malah berdiri dan menyatakan keberatan. Pasalnya, Anton Sihombing adalah mantan Ketua KTI Periode 2005-2009, yang dinilai tidak bertanggung jawab untuk menggelar Munas saat masa jabatannya berakhir.

Sejatinya, Munas KTI tersebut harusnya digelar pada 2009 lalu. Namun, karena lambannya kepengurusan yang lama, membuat even untuk memilih ketua baru KTI tersebut baru dilaksanakan pada Juni 2011.

“Karena alasan itu, membuat sebagian besar peserta menolak. Tapi, kami tak tinggal diam dan turun melakukan lobi-lobi dan pendekatan dengan peserta lainnya. Dan akhirnya, mau tak mau mereka semuanya menerima juga,’’ tambah Rois, yang juga wasit tinju ini.

Sementara itu, Joko Tetuko yang bertindak sebagai pimpinan sidang menyatakan, Munas tersebut adalah langkah konrit yang digagas oleh pengurus provinsi atas kevakuman KTI selama dua tahun terakhir.

“Sudah dua tahun ini KTI mati suri, maka ini adalah salah satu langkah awal untuk memperbaiki masa depan organisasi ini,’’ ujar Joko, mantan sekretaris Pengprov PSSI Jatim ini. (jbc12/jbc)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site