Abror Tak Tegas, Dua Daerah Batal Disanksi

Dhimam Abror

SURABAYA (jurnalberita.com) – PB Porprov III/2011 terkesan tidak tegas dan omong kosong. Hal ini menyusul tidak adanya sanksi bagi Kabupaten Ngawi dan Sidoarjo yang terbukti melakukan kecurangan, dengan menyusupkan satu atlet untuk berlaga di dua cabang olahraga (Cabor).

“Dengan pertimbangan pembinaan atlet, kami tidak memberikan sanksi kepada dua daerah itu. Apalagi keduanya sudah menyampaikan permintaan maafnya,” kata Ketua PB Porprov Dhimam Abror di KONI Jatim, Senin (4/7/2011).

Seperti diketahui, tim verifikasi menemukan adanya kecurangan yang dilakukan oleh Ngawi dan Sidoarjo. Ngawi menyusupkan atlet Vivin Nurjayanto untuk berlaga di cabor Sepakbola dan Sepak Takraw. Begitu juga Sidoarjo, menyusupkan Alifah Ariani untuk berlaga di cabor Pencak Silat dan Wushu.

Sebelumnya, Dhimam Abror dengan tegas mengatakan bahwa Ngawi telah melakukan kesalahan besar dan mengancam akan mendiskualifikasi tim sepakbola Ngawi di Porprov. Namun, tiba-tiba saja, dengan pertimbangan pembinaan, pria yang akrab dipanggil Abror ini mengatakan, tidak ada sanksi untuk Ngawi.

“Kami sudah menerima Pak Gembong selaku Ketua Pengcab PSSI Ngawi dan salah seorang pengurus KONI. Mereka membawa surat permintaan maaf dari Ketum KONI Ngawi atas kesalahan tersebut,” ujarnya ringan.

Alasan Ngawi, jelas Abror, kesalahan tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Bahkan, atletnya sendiri tidak tahu jika namanya didaftarakan oleh salah seorang oknum pengurus KONI Ngawi untuk bermain di cabor sepak takraw.

“Karena sudah ada permintaan maaf dan kesalahan itu tak disengaja, ya kita beri kesempatan dan tidak ada sanksi. Apalagi, oknum pengurus KONI itu oleh Bupati Ngawi dilarang menjadi offisial. Ini sifatnya pembinaan, sehingga sesuai kesepakatan Vivin hanya main di cabor Sepakbola,” papar Abror.

Sementara Sidoarjo, jelas Abror seperti pengakuan Sunardi (Sekum KONI Sidoarjo), kesalahan dilakukan sendiri oleh atlet Alifah Ariani yang memang ingin bermain di cabor Wushu dan Pencak Silat.

“Ternyata, selama dua tahun terakhir ini, atlet Alifah selain berlatih di wushu juga silat. Makanya, ketika namanya dimasukkan di masing-masing cabor itu, IPSI maupun Wushu Sidoarjo bingung. Tapi, sudah ada kesepakatan Wushu legowo Alifah turun di cabor Pencak Silat,” katanya.

Meski tidak memberikan sanksi, lanjut Abror, PB Porprov telah memberikan teguran keras kepada Alifah melalui surat peringatan untuk tidak melakukan hal serupa. (jbc12/jbc2)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site