Alat Peringatan Dini Bahaya Tsunami Ditambah

\"\"

Pacitan (Jurnalberita.com) -Tahun ini, jumlah piranti Tsunami Early Warning System (TEWS) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur akan bertambah. Sesuai rencana, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memasang satu piranti tambahan peringatan dini bahaya gelombang tsunami.

Saat ini sudah ada tiga perangkat yang sama. Namun dua diantaranya tidak berfungsi karena rusak. “Insya Allah, mungkin dalam tahun ini akan mendirikan tower inatews,” ujar Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Tri Mudjiharto, Rabu (27/7).

Menara tersebut akan didirikan di wilayah Cuwik, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan. Perangkat ini melengkapi perangkat lain yang sudah dipasang terlebih dahulu di lingkungan Jaten dan Barean, Kelurahan Sidoharjo serta di Kantor Bakebangpolinmas.

Tak hanya menambah pirant, BPBD Pacitan juga bekerjasama dengan lembaga asing dari Jerman, Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ), sebuah badan kerjasama teknik internasional. Dalam kerjasama tersebut, GTZ akan memberikan standart operation procedure (SOP) dalam menghadapi bencana gelombang tsunami.

Selain dengan BMKG dan GTZ, BPBD juga mendapatkan pembekalan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berupa proses zonasi wilayah bencana tsunami.

Tri mengungkapkan, sebelumnya GTZ juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa daerah lain di pesisir Samudera Indonesia, seperti Cilacap (Jawa Tengah), Bantul (DI Yogyakarta) dan Tasikmalaya (Jawa Barat).

“Dia (GTZ – red) sudah mempunyai jaringan yang saling terkoneksi. Sehingga, ketika ada gejala bencana alam di pantai selatan, maka antara Bantul, Cilacap, dan Tasikmalaya sudah saling berhubungan dalam hal informasi, termasuk Pacitan dan daerah Jatim lainnya,” ungkapnya.

Menurut Tri, masih ada sejumlah kelemahan dalam koordinasi ketika terjadi bencana alam. Salah satunya menyangkut komunikasi dan informasi. Ia mencontohkan, ketika dilakukan simulasi penanganan bencana di salah satu perusahaan rokok besar di Kabupaten Pacitan, Sabtu (23/7) lalu.

“Ada sedikit yang perlu koreksi. Diharapkan tim itu bisa memberikan informasi, baik masalah kebencanaan maupun pertolongan pada pihak-pihak terkait,” tandasnya. (jbc15/jbc2)

 

Tags: