Anggas Dirusak, Puluhan Nelayan Nglurug Dinas Perikanan dan Kelautan

Para Nelayan Karang Sari yang menunggu pembayaran ganti rugi dari perusahaan Camar Resources di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban. (foto:jbc3/jbc)

TUBAN (jurnalberita.com) – Puluhan warga nelayan Glondong kecamatan Tambak Boyo Tuban mendatangi kantor Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Tuban, Jumat (15/7/11), untuk melaporkan kerusakan anggas (rumah ikan buatan di dasar laut) milik para nelayan yang telah rusak akibat kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan Camar Resources Canada (CRC).

Camar Resources Canada adalah perusahaan yang akan mengadakan penelitian tentang kandungan minyak bumi yang terkandung di dasar laut wilayah Tuban. Akibat kegiatan ini, anggas milik nelayan yang menjadi mata pencaharian warga nelayan Glondong rusak, dan nelayan tidak dapat melaut untuk beberapa hari karena tidak ada ikan mendekat di sekitar pantai.

Padahal untuk membuat anggas, warga mengeluarkan biaya pribadi hingga puluhan juta rupiah. Selain itu, perawatan anggas sendiri yang butuh biaya dan juga ketelatenan nelayan agar banyak ikan yang mau mendiaminya.

Sebelum dirusak oleh CRC, ratusan anggas yang sudah tersebar di dasar laut wilayah Tuban selama bertahun-tahun. Dan itu sangat berarti nilainya bagi para nelayan, karena dengan banyaknya ikan yang mau menetap di anggas itu, berarti semakin banyak ikan yang dapat dipanen para nelayan.

Lasman salah satu nelayan dari desa Glondong saat ditemui jurnalberita.com setelah keluar dari kantor Dinas Perikanan dan Kelautan, mengatakan Ia dan kawan-kawan nelayan mendatangi kantor Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengadukan kerusakan anggas milik mereka oleh perusahaan milik Camar Resources Canada. “Akibatnya kami tidak bisa melaut beberapa hari untuk mencari nafkah,” ujar Lasman.

Lanjut Lasman, sebenarnya pihak Rukun Nelayan pernah mengadakan rapat dengan pihak CRC mengenai kegiatan yang akan diadakan, namun dari Rukun Nelayan tidak pernah menyampaikan hasil pertemuan itu kepada para nelayan. “Tahu-tahu anggas kami sudah dirusak oleh mereka (CRC) dan dijanjikan akan diberi ganti rugi,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer perusahaan CRC, Kakung, saat ditemui jurnalberita.com mengatakan sudah mengadakan rapat dengan perwakilan dari Rukun Nelayan, untuk menyampaikan pada warga tentang kegiatan yang akan kami lakukan. Dan pihak CRC akan mengganti kerugian anggas yang rusak milik nelayan. “Kegiatan kami sudah berjalan, dan kami tetap konsisten akan mengganti semua kerugian. Saudara tadi lihat sendiri, para nelayan mendapat uang ganti rugi, dan nilai yang perusahaan keluarkan untuk mengganti semua kerugian,” jawab Kakung enteng. (jbc3/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Sikap pengurus Rukun Nelayan yang mewakili warga nelayan Glondong Gede seharusnya bijaksana dan transparan yang pro nelayan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site