Faf Adisiswo: Tak Ada Dendam, PAW Adalah Kebijakan DPP

SURABAYA (jurnalberita.com) –Subhannallah, saya tak punya dendam kesumat pada siapapun. Kalau terkait nasib Faudzi Faried terkena PAW itu, adalah kebijakan DPP Partai Gerindra”.

Demikian tanggapan H Faf Adisiswo di ruang pimpinan DPRD Jatim, Kamis (14/4/11), terhadap pemberitaan di jurnalberita.com. Ia merasa terhentak dan menjelaskan kalau sifat buruk sebagai pendendam, tidaklah ada dibenaknya.

“Saya paham dinamika politik bagi Partai Gerindra makin tinggi, dan saya pun mawas diri. Tapi secara pribadi tidaklah sampai begitu, meski banyak pihak menyudutkan dan salah paham,” paparnya.

H Faf Adisiswo menunjukkan bukti otentik atas keberadaannya. (foto:jbc5/jbc)

H Faf Adisiswo, Sekretaris Gerindra Jatim menegaskan kembali, bila masalah demo anti kepemimpinan kubu Supri-Faf juga merupakan suatu dinamika. “Hanya saja, saya melihat ada tiga klasifikasi masalah,” tutur Faf Adisiswo, secara tak langsung.

Menurutnya, pertama masalah komunikasi politik yang belum sinkron. Hal ini terkait keberadaan SK. 14/0285/KPTS/DPP Gerindra/2011, tertanggal 6 April 2011. “SK ini merupakan yuridis formal, yang ditandatangani Ketum, Sekjen dan Pembina DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto,” tukas Faf, sembari menunjukkan bukti otentik atas keberadaannya.

Kedua, Gerindra sebagai partai yang beranjak besar, maka akan dapat ujian besar pula. Baik dari dalam maupun dari luar, khusus ke dalam penataan organisasi dan konsolidasi diutamakan yang terkadang membawa dampak miskomunikasi.

Dan ketiga, masih kata Faf, adalah kebersamaan yang belum kokoh dan utuh total. Hal ini dibuktikan adanya sinyalemen beberapa pihak yang bersifat faksionalisasi, padahal masalah ini harusnya dipahami bahwa perbedaan pikiran dan pandangan tidak dibatasi kaku.

“Hanya saja perbedaan itu jangan sampai membuat kita ‘congkrah’, apalagi diperuncing. Berbeda tapi satu, inikan wujud dari sesanti Bhinneka Tunggal Ika,” tandas Penasehat fraksi Gerindra di DPRD Jatim.

Seperti diketahui, pada minggu kedua Juli 2011, kubu Gudfan anti kubu Supri-Faf itu bentrok di depan Posko Gerindra Jatim. Masalah ini buntut dari bergiliran ‘mendongkel’, sejak tahun 2009.

“Saya anggap mereka keluarga besar Gerindra Jatim, khususnya yang pengurus, anggota, kader dan simpatisan. Mereka saya ajak dialog, dan dipersilakan masuk kantor. Tapi, menolak,” jelas Faf, dan menuding yang menyerbu pihaknya itu ‘demonstran bayaran’ dari Mister X. (jbc5/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site