Gubernur Jatim Tolak Adanya Monopoli Aspal

Pakde Karwo dan Sirmadji bersama mahasiswa IAIN Sunan Ampel Sby. (foto:jbc5/jbc)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo menolak keras jika ada gejala monopoli aspal. Karena hal ini bertentangan dengan undang-undang usaha. “Pemprov Jatim membentuk tim teknis untuk mengatur soal aspal,” papar Pakde Karwo, panggilan akrab Gubernur Jatim, seusai mengikuti rapat paripurna di DPRD Jatim, Kamis siang (7/7/11).

Hal ini menanggapi adanya tudingan pimpinan Komisi D bidang Pembangunan di DPRD Jatim, bahwa di balik pengadaan aspal di Jatim, khususnya asbuthon yang diatur oleh pihak Balai Besar V, ditengarai ada ‘kongkalikong’ yang bersifat monopoli, agar kontraktor tergantung pada satu jenis aspal tertentu.

Asbuthon, merupakan aspal hasil rekayasa pada bentuk modifikasi tertentu, sehingga sesuai dengan syarat dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya, yang mengacu pada Surat Edaran Dirjen Bina Marga bernomor 06/SE/06/2008. Padahal surat edaran ini, tidak menyebutkan spesifikasi bahas jenis aspal tertentu, apalagi khusus asbhuton itu.

“Untuk hal ini, tim teknis bertugas mengawasi dan mengkoordinasikan. Dengan adanya tim, maka tidak ada lagi monopoli. Karena di dalamnya melibatkan pula para pengusaha yang bergerak di bidang peraspalan,” tandas Pakde Karwo yang juga Ketua PD Jatim.

Balai Besar V Surabaya, kabarnya melakukan klarifikasi pada media tertentu, Kamis (7/7) siang, dengan adanya tudingan dari Ketua Komisi D Bambang Suhartono. “Masalah inilah yang menimbulkan hambatan pembangunan jalan nasional di Jatim,” katanya kepada wartawan, yang masih diragukan jenis varian utamanya. (jbc5/jbc1)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site