Ketua Dewan Surabaya Terancam Dipenjara

41 Anggota Dewan Bisa Jadi Tersangka

Wisnu Wardana. (ist)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Sepertinya, Wisnu Wardhana (WW), Ketua DPRD Surabaya, nasibnya makin terancam menjadi tersangka, dan mungkin juga bisa masuk penjara. Pasalnya, terkait dugaan penyidik praktek korupsi bimbingan teknis (bintek), semakin menemukan titik terang. Berdasarkan hasil pemeriksaan empat anggota dewan dan seorang mantan Sekwan, penyidik semakin mendapat bukti-bukti yang akurat. Dugaan pelaksanaan Bintek ada yang fiktif, dengan modus manipulasi jumlah peserta dan manipulasi jumlah hari pelaksanan, semakin mendekati kebenaran.

Hal ini sudah relevan dengan data dan keterangan yang telah dihimpun penyidik dari beberapa pihak terkait pelaksanaan Bimtek, seperti LPPN (Lembaga Pengembangan Potensi Nasional) selaku pihak ketiga penyelenggara Bintek, keterangan dari pihak akomodasi, seperti hotel, serta dari pihak transportasi, jasa maskapai penerbangan yang digunakan.

Menurut informasi yang digali jurnalberita.com, pihak kepolisian juga telah memiliki data otentik, nama-nama anggota dewan yang diduga melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan Bintek. Sumber tersebut menyebutkan, dari jumlah 50 anggota DPRD Surabaya, 41 anggota dewan diduga kuat melanggar pelaksanaan Bintek, sehingga para anggota dewan tersebut terancam menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun tentu saja hal ini masih menunggu proses penyidikan yang masih berlangsung.

Bukti-bukti kuat yang dimiliki oleh polisi sesuai dengan apa yang disampaikan oleh wakil ketua DPRD Surabaya, Musyafak Rouf seusai menjalani pemeriksaan, Selasa (19/7/11), menurutnya pihaknya tidak bisa berkata tidak, karena penyidik telah memiliki data yang lebih detail.

“Ternyata penyidik lebih tahu banyak daripada saya, sehingga saya tidak bisa bilang tidak. Contohnya manipulasi tandatangan peserta, penyidik sudah punya datanya, begitu pula dengan hal lainnya,” ujar Musyafak pada saat itu.

Begitu pula dengan keterangan Eddi Budi Prabowo selaku wakil ketua komisi D, seusai pemeriksaan, Rabu (20/7). Politisi Golkar ini mengakui kegiatan Bintek dijadwalkan 3 hari, namun bukan berarti 3 hari itu berkegiatan terus. 3 hari itu juga termasuk perjalanan pulang pergi. “Namanya perjalanan dinas ya seperti itu, mulai berangkat dan pulang juga masuk hitungan,” ujar Eddi.

Jumat (22/7) siang, saat dikonfirmasi terkait dugaan 41 anggota dewan terancam menjadi tersangka, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Indarto mengatakan pihaknya masih dalam proses penyidikan memeriksa saksi-saksi, dan belum masuk dalam konteks penetapan tersangka.

“Kita belum memasuki tahap penetapan tersangka, proses penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa saksi-saksi. Jadi terlalu dini kalau saat ini berbicara masalah itu,” ujar AKBP Indarto. Bukankah keterangan saksi dan bukti sudah cukup kuat? Dengan diplomatis Indarto menjawab, bahwa proses penyelidikan ini masih berlangsung. “Kita masih akan memeriksa saksi-saksi dari anggota dewan, serta menunggu hasil audit investigasi dari BPK,” ujar Alumni Akpol 95.

Mantan Kasubdit I Jatanum Direskrimum Polda Jatim ini menambahkan, pemeriksaan terhadap anggota dewan akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan jumlah penyidik yang ada di Satpidkor Polrestabes Surabaya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan kita akan gelar dan dilakukan anev, setelah itu kita lakukan lagi pemeriksaan, sehingga proses penyidikan dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta profesional,” tambah Indarto.

Terkait jadwal pemeriksaan Ketua DPRD Surabaya, WW, pamen asli Suroboyo ini mengatakan, jadwal pemeriksaan telah tersusun, jadi tunggu saja surat panggilan dilayangkan. “Masak harus laporan wartawan? Yang pasti setiap tahapan penyidikan telah kita jadwalkan,” ujar Indarto sembari tersenyum. (jbc4/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site