Ketua DPD PAN Gresik Mangkir Sidang

GRESIK (jurnalberita.com) – Setelah hakim Pengadilan Tinggi (PT) menolak putusan sela dari PN Gresik dan memerintahkan agar sidang dilanjutkan dengan memeriksa materi dakwaan, maka sidang dengan terdakwa ketua DPD PAN Gresik, Khamsun (41) warga Jl Meduran 202 RT 01/ RW 03 Kecamatan Manyar bersama Sekretaris DPD PAN Gresik, Drs HM Amin Manan (50) warga Dusun Bangunrejo, Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah dan Endi Bin Sae (40), warga Dusun Paras Desa Sirnoboyo Kecamatan Benjeng akhirnya kembali digelar pada di PN Gresik pada Rabu (13/7/11).

Sidang tetap digelar tanpa kehadiran satupun terdakwa di ruang sidang. (foto:jbc6/jbc)

Namun sayang, sidang yang sudah ditetapkan jadwalnya ini tidak dihadiri oleh ketiga terdakwa alias mangkir dari panggilan jaksa. Akan tetapi sidang tetap digelar tanpa ada terdakwa satupun di ruang sidang.

Ketua majelis hakim, M Fathan dengan anggota Mustajab SH dan I Gede P Saptawan SH, dalam sidang tersebut menanyakan kepada JPU, Guntur AW SH, alasan para terdakwa tidak memenuhi panggilan sidang.

“Kami sudah memanggil para terdakwa dengan bukti pemanggilan surat. Akan tetapi ketika jadwal sidang, para terdakwa tidak hadir. Kami mendapat info, para terdakwa sedang dipanggil rapat di kantor DPW PAN Jatim,” jawab Guntur.

Mangkirnya para terdakwa ketua dan pengurus PAN Gresik ini, dinilai mencederai hukum di PN Gresik. Pasalnya, baru kali ini terdakwa yang menjalani proses sidang tidak hadir dalam persidangan. Tidak hanya itu, ketiga terdakwa mulai proses penyidikan di tingkat kepolisian maupun di Kejaksaan tidak pernah dilakukan penahanan.

Dengan tidak hadirnya ketiga terdakwa maka sidang dengan perkara pemalsuan tandatangan ini ditunda dua minggu. Kejaksaan dalam hal ini berjanji akan menghadirkan ketiga terdakwa pada persidangan selanjutnya.

Seperti diketahui, terdakwa Khamsun, Amin Manan dan Endi diseret oleh JPU Wido Utomo SH dan Guntur AW SH karena didakwa telah melakukan tindak pidana pemalsuan tandatangan rapat untuk dukungan pemilukada.

Dalam dakwaannya antara lain diuraikan, bahwa sekitar tanggal 24 Februari 2010 silam di kantor DPD PAN Gresik, yang beralamat di Jl Permata Perum Bunder Asri no 13 Gresik, terdakwa Khamsun hendak mengadakan rapat pengurus harian dengan menyuruh Endi Bin Sae mengirim surat undangan melalui pesan singkat (SMS). Tapi, tidak seluruh pengurus hadir dalam rapat tersebut. Kemudian dibuatkan surat permohonan rekomendasi pertimbangan No. PAN/13/A/K-S/19/II/2010 dan dikirim ke DPD PAN Jawa Timur. Namun, surat tersebut ditolak karena tidak dilampirkan berita acara rapat pleno yang diperluas.

Selanjutnya, Khamsun memerintahkan secara lisan pada Amin Manan, selaku Sekretaris agar dilampiri berita acara. Lalu, Amin Manan membuat konsep surat dan diketik oleh Endi Bin Sae dengan dilampiri berita acara rapat pleno diperluas untuk penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PAN dalam Pemilukada Kabupaten Gresik, yakni pasangan Drs Mohammad Nasehan dan Samsul Ma’arif.

Sementara itu, tandatangan beberapa pengurus juga dipalsukan, diantaranya atas nama Drs Kasir Ibrahim, Wagiman S SH dan Kamim Tohari SAg. Untuk itu, pada dakwaan primer, JPU menjerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP jo pasal 55 KUHP. Sedangkan pada dakwaan subsider, menjerat dengan pasal 263 ayat 2 KUHP jo pasal 55 KUHP. (jbc6/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. yth pimred ditempat , dengan adanya penulisan berita yg selama ini yg berkaitan dgn nama saya sangat merugikan saya , karena penulisan berita tsb belum pernah sekali pun penulis konfirmasi dgn saya hampir semua berita yg ditulis tdk benar dgn fakta yg sesungguhnya ,, mhn dgn segala hormat utk bisa ditegur wartawan yg menulis berita sy , tksh atas kerja samanya demi terjaga hak2 sebagai sesama bangsa .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site