Kuota Pemain Asing Klub LPI Berubah

\"\"SURABAYA (jurnalberita.com) – Memasuki kompetisi putaran kedua, Liga Primer Indonesia (LPI) menetapkan kuota pemain asing untuk masing-masing klub peserta LPI. Tak seperti pada putaran pertama, regulasi pemakaian dan kepemilikan pemain asing pada tiap klub mengalami perubahan.

Pada putaran pertama, LPI memberikan tolerasnsi kepada tiap klub untuk mengoleksi lima legiun asing. Kini, setiap klub dibatasi hanya boleh memiliki tiga pemain asing. Batasan itu sebagai tindak lanjut surat Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Nomor 4/BOPI/VI/11, yang diteken Ketua Umum Irjen (P) Drs. Gordon Mogot MSi.

Pada surat bertanggal 28 Juni 2011 itu, pemanfaatan jasa pemain dan pelatih asing diatur dalam poin keempat huruf a, b, dan c. Pada butir a disebutkan bahwa setiap klub diijinkan memiliki 1 (satu) pelatih WNA, 1 (satu) pelatih WNI, masing-masing dengan 2 (dua) asisten pelatih. Berikutnya, pada butir b dijelaskan bila setiap klub diijinkan memiliki tiga pemain WNA.

Selain itu, surat yang ditujukan kepada Direktur LPI juga mengatur plafon maksimal gaji seorang pemain dalam satu musim kompetisi. Hal itu dilakukan, agar pelaku olahraga di Indonesia dapat hidup dengan layak, sesuai dengan kemampuan dan prestasinya.

“Kita menyambut baik surat dari BOPI  karena secara otomatis memberi peluang lebih banyak kepada pemain lokal untuk berkiprah di LPI,” kata Hendriyana, Head of Competition LPI. Ia juga menambahkan bila arahan BOPI sejalan dengan misi LPI, yang ingin menggairahkan pembinaan pemain lokal, terutama yang berusia muda.

Karena itu, mulai putaran kedua LPI mewajikan setiap klub menyisipkan pemain U-21 ke dalam  starting eleven mereka, baik dalam pertandingan kandang maupun tandang. “Aturannya sedang kita godok, bisa satu atau dua pemain yang harus dimainkan. Misalnya satu pemain ditarik ke luar lapangan, penggantinya juga harus pemain U-21,” tutur Hendriyana.

Ke depan, ungkapnya, LPI bakal menggulirkan kompetisi U-21 dengan format berbeda dengan kompetisi tingkat senior. “Tidak memakai sistem kompetisi penuh, tapi mungkin akan kita bagi per wilayah. Lebih jelasnya, nanti sajalah. Sekarang ini aturan dan sistemnya masih kita matangkan,” jelas pria berkacamata itu. (jbc12/jbc2)

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*