Pengusaha Daging Sapi Keberatan Larangan Pemotongan Sapi Betina

GRESIK (jurnalberita.com) – Terkait larangan pemotongan hewan ternak berjenis kelamin betina produktif, Kantor subdin Peternakan pernah didatangi sejumlah pengusaha daging sapi untuk menyampaikan keberatan. Pengakuan ini disampaikan oleh Kasubdin Peternakan, Bambang Supranggodo, di kantornya kepada Kasubag Penjaringan informasi dan Pemberitaan, Suwari pada Selasa (19/7/11).

Himbauan yang disampaikan Subdin Peternakan melalui para petugas Rumah Potong Hewan (RPH) serta selebaran di beberapa sentra penjualan ternak ini, sesuai Prog­ram Kementerian Peternakan untuk merealisasikan swasembada sapi betina 2014 mendatang. Sebetulnya, larangan memotong sapi betina produktif sudah diberlakukan sejak zaman Hindia Belanda melalui Staatblad No 614 Pasal 2 Tahun 1936.

\"\"Lalu pemerintah menerbitkan UU No 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Menurut UU tersebut, pemotong sapi betina produktif dapat dihukum pidana kurung­an paling singkat 3 bulan dan paling lama 9 bulan, dan atau denda paling sedikit Rp 5 juta dan paling banyak Rp 25 juta. Ternyata kebijakan itu disikapi beragam. Seperti halnya pengusaha sapi potong yang meminta menunda aturan tersebut, alasaannya karena stok sapi betina yang belum dipotong masih ada. “Saya jangan sampai dirugikan pak,” ujar pengusaha daging sapi potong yang ditirukan Bambang.

Namun demikian, Subdin peternakan tetap melarang pemotongan sapi betina produktif dilakukan di RPH Gresik, tegas Bambang. “kami komit untuk mendukung himbauan itu. Namun kami tidak melarang pemotongan ternak sapi betina dengan catatan, sapi betina yang boleh dipotong adalah yang sudah tidak produktif karena umurnya sudah tua, lebih dari 8 tahun. Tidak dapat lagi memberikan keturunan atau sudah pernah beranak lebih dari 5 kali. Serta untuk sapi perah, sudah tidak bisa lagi memproduksi susu,” ujarnya.

Padahal, sambungnya, memelihara sapi betina produktif bisa memberi keuntungan lebih kepada para peternak. Diantaranya, dapat mengembangkan peternakan dengan menghasilkan anak sapi dan memeroleh susu untuk dikonsumsi dan dijual.

Terkait populasi ternak di Gresik, Bambang menjamin siap mengamankan swasembada daging 2014. Kenyataan ini diperoleh saat pendataan ternak nasional di Gresik yang berlangsung mulai 1 Juni – 30 Juni 2011, populasi ternak di Gresik mengalami peningkatan dari estimasinya. Sesuai sensus ternak terbaru saat ini, di Gresik terdapat 55.645 sapi potong, 385 sapi perah dan 288 kerbau. Padahal estimasi kami sesuai data sebelumnya hanya 52.600 ekor sapi dan kerbau. Data itulah yang kami sampaikan kepada Biro Pusat Statistik (BPS). (jbc6/sdm/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*