Perbaikan Jalur Mudik Pacitan – Ponorogo Diperkirakan Molor

Jalur mudik Pacitan-Ponorogo yang rusak dan dalam tahap perbaikan. (foto:jbc15/jbc)

PACITAN (jurnalberita.com) – Perbaikan jalur mudik Pacitan – Ponorogo Jawa Timur (Jatim) diperkirakan tidak akan selesai tepat waktu. Sebab, bagian jalan yang ambrol dan ambles cukup panjang.

“Yakni di titik jalan Ringin Asri, Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo,” ujar Kasi Jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pemeliharaan Jalan (BPJ) Jatim di Pacitan, Ahmad, Selasa (19/7/11). Jika saat arus mudik perbaikan belum selesai, pihak terkait akan memasang rambu-rambu peringatan.

Penyebab molornya perbaikan, selain karena tingkat kerusakan yang cukup parah, juga karena panjang badan jalan yang ambles mencapai 81 meter serta kecuraman dari sungai mencapai 20 meter. Longsor di lokasi itu sendiri terjadi sekitar bulan April lalu, akibatnya duapertiga bagian badan jalan ambles.

Saat ini pihak BPJ masih melakukan pembuatan plengsengan di sungai Grindulu, tepatnya di sisi badan jalan yang ambrol dan mengalami longsor. Selain karena parahnya kerusakan, prediksi molornya pengerjaan perbaikan jalan itu karena pengerjaan yang memang agak terlambat. Untuk menyelesaikan perbaikan, paling tidak diperlukan waktu hingga tiga bulan ke depan. Namun pengerjaan proyek sendiri baru dimulai sekitar tiga pekan lalu.

Pihak UPT BPJ mencatat, ada tiga titik ruas jalan yang rusak karena longsor. Selain lokasi di Dusun Ringin Asri, Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo kerusakan serupa juga ada di wilayah Desa Bolosingo, Kecamatan Pacitan, dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari. Dari ketiga lokasi itu, dua diantaranya sudah dilakukan perbaikan, dan satu lagi titik kerusakan berada di wilayah Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Menyikapi rawannya ruas jalan antara Pacitan-Ponorogo, instansi terkait menghimbau pada para pengguna jalan yang melalui titik longsor untuk berhati-hati. Terlebih hingga kini di titik perbaikan arus lalu lintas masih menggunakan sistem buka tutup.

“Apalagi pada malam hari, karena di lokasi perbaikan penerangannya minim,” ucap Ahmad. Ahmad mengungkapkan kerusakan jalan penghubung antar kabupaten sepanjang sekitar 80 kilometer itu, karena faktor alam. Karena letak ruas jalan berada di sisi tebing curam dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. Meski kini telah memasuki musim kemarau dan ancaman longsor berkurang, namun para pengguna jalan harus tetap waspada. “Khususnya pada musim penghujan. Sebab, tebingnya terkadang runtuh,” ungkapnya.  (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site