Proyek Laut di Tuban Selalu Resahkan Nelayan

Pemerintah Setempat Terkesan Tutup Mata

Beberapa nelayan sedang memperbaiki jaringnya yang rusak akibat tersangkut anggas yang dipotong separuh oleh pihak PT CRC. (foto:jbc3/jbc)

TUBAN (jurnalberita.com) – Adanya proyek besar di suatu wilayah seharusnya membawa dampak positif bagi lingkungan masyarakat sekitarnya. Namun tidak yang terjadi di wilayah laut kabupaten Tuban, warga nelayan harus menjadi korban akibat proyek tersebut, bahkan fasilitas yang menjadi sarana untuk mencari nafkah juga rusak.

Adalah proyek PLTU yang membuang limbah batu di wilayah laut Tuban dan PT Camar Resources Canada (CRC) yang merusak anggas (rumah ikan buatan nelayan di dasar laut) milik nelayan, untuk melakukan kegiatan penelitian kandungan minyak di dasar laut. Akibat kegiatan dua proyek ini, warga nelayan Glondong kecamatan Tambak boyo dan warga Palang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, karena jaring mereka rusak tersangkut limbah batu buangan PLTU atau tersangkut anggas mereka sendiri yang hanya dipotong separuh bagian atas oleh PT CRC.

Para warga nelayan di desa Palang saat ditemui jurnalberita.com nampak sedang memperbaiki jaringnya yang rusak, Selasa (19/7/11). “Kami para nelayan Palang merasa dirugikan dengan adanya kegiatan tersebut. Pihak perusahaan minyak PT CRC yang melakukan penelitian kandungan minyak, hanya memotong separuh rumpon (anggas). Dan akibat tidak ada sosialisasi dari perusahaan minyak maupun Dinas Kelautan Tuban, sehingga saat nelayan menebar jaring mengenai rumpon yang sudah dipotong itu,” ujar Rumaji kesal.

Lanjut Rumaji, nelayan di sini yang tersangkut jaringnya ada 34 kapal nelayan yang menggunakan jaring payang dan jaring dogol. Dan sekitar 12 kapal yang rusak akibat tersangkut rumpon. Sehingga kerugian yang dialami nelayan Palang jika ditotal mencapai Rp 140 Juta. Namun sayangnya, sampai kini tidak ada sosialisasi dari pihak terkait maupun pihak yang Rukun Nelayan, yang mewakili nelayan kecamatan Palang saat melakukan rapat dengan PT CRC. Dan juga dari pemerintah setempatpun, juga tidak ada perhatian sama sekali dengan kejadian yang dialami warganya.

Kacung menunjukkan jaringnya yang rusak karena tersangkut limbah batu buangan proyek PLTU. (foto:jbc3/jbc)

Di tempat berbeda, Kacung, nelayan Karangsari saat ditemui jurnalberita.com mengatakan sudah 5 buah jaringnya rusak sebanyak 5 akibat tersangkut batu dari buangan PLTU. “Padahal saya menabur jaring sudah di luar wilayah yang diberi tanda oleh pihak PLTU, tapi masih saja jaring saya tersangkut. Atau mungkin saja pihak PLTU membuang limbah batunya sudah keluar dari wilayah yang ditetapkan,” keluh Kacung sambil menunjukkan jaringnya yang robek.

Wartawan jurnalberita.com saat menghubungi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Tuban, Ir Sunarto, melalui telepon gagal.

Ketika jurnalberita.com menghubungi melalui telepon Pasop Satran Armatim, Letkol Bayu tentang kegiatan mereka dikatakan, “Kegiatan anggota kami sekarang ini digeser di tepi pantai saja, setelah ada ijin kegiatan seismic oleh perusahaan minyak untuk meneliti kandungan minyak di dasar laut Tuban”. (jbc3/jbc1)

Tags: , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

49 Responses

  1. seharusnya suatu proyek yang ingin dijalankan harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. harus ada perencanaan yang matang sehingga tidak merugikan pihak manapun termasuk juga para nelayan.

  2. seharusnya perusahaan sebelum mendirikan proyek memikirkan dampak yang terjadi pada kehidupan laut sehingga tidak mencemari lingkungan di sekitar proyek dan seharusnya dinas kelautan Tuban memberikan solusi untuk mengatasi pencemaran di sekitar proyek supaya para nelayan tidak mengalami kerugian akibat didirikan proyek tersebut.

  3. seharusnya PT CRC melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para nelayan. dan juga mengganti semua kerugian sarana dan prasarana yang rusak yang diakibatkan oleh proyek tersebut.

  4. pemerintah kabupaten Tuban dan dinas perikanan dan kelautan kab.Tuban hendaknya memperhatikan tentang nasib masyarakat nelayan di wilayah tuban yang dalam hal ini sebagai pihak yang di rugikan dengan adanya proyek PT CRC tersebut…dan untuk pihak pengerjaan proytek hendaknya juga memperhatikan tentang kelestarian lingkungan yang dapat berdampak pada hilangnya ekosistem laut………..

  5. seharusnya sebelum mendirikan perusahan pihak memikirkan dampak negativenya terlebih dahulu terhadap lingkungan yang akan dijadikan kawasan projek tersebut. setidaknya pihak PT CRC harus melakukan sosialisasi terhadap para pelayang yg ada sehingga mereka tidak mengalami kerugian .

  6. Sebaiknya PLTU lebih tegas dalam memberi penyuluhan bagi para nelayan,Supaya tidak Ada kesalah fahaman antara PT.CRC dengan para nelayan

  7. mestinya PT CRC membuat tempat pembuangan limbah sendiri sehingga tidak membuang limbah tersebut ke laut yang malah akan mencemari laut tuban dan juga mematikan mata pencaharian para nelayan.

  8. PT CRC sebaiknya memperbaiki sistem pembuangan limbahnya agar tidak mencemari lingkungan laut di wilayah Tuban. Dan PT CRC seharusnya memperbaiki pemotongan anggasnya.

  9. Seharusnya sebelum suatu proyek penelitian di jalankan , dari pihak PT.CRC harus menimbangkan dampak negatif yang akan terjadi pada lingkungan dan juga penduduk sekitarnya , selain itu pemkab tuban harusnya melakukan sosialisasi kepada para nelayan agar tidak terjadi kesalahpahaman , dan juga pemerintah harus bertanggung jawab atas kerugian yang di derita oleh nelayan akibat rusaknya jaring dan kapal mereka .

  10. Menurut saya sebaiknya Dinas Kelautan Kab. Tuban segera menangani masalah tersebut agar pihak nelayan tidak mendapatkan kerugian yang lebih besar. dan untuk pihak PT Camar Resources Canada (CRC) seharusnya bertanggung jawab atas kerugian para nelayan. bila proyek tersebut dilanjutkan harus ada perencaan yang lebih matang agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan pihak lain.

  11. Inilah salah satu hal kecil yang di lalaikan pemerintah tapi berakibat fatal bagi warganya. Dalam musyawarah rencana pembangunan yang tertulis dalam proposal usulan program pembangunan dengan tujuannya untuk kesejahteraan, tidak menutup kemungkinan bahwa ada point2 tujuan dan dampak positif negatifnya yang di sampaikan oleh pihak pengelola kepada pemerintah. kalau sekiranya tidak ada masalah, coba kita cermati lebih dalam, berarti ada penyimpangan kesepkatan antara pemerintah, pihak pengelola program dengan pihak pelaksana teknis lapangan. yang seharusnya dalam pelaksanaannya tidak boleh merusak lingkungan sekitar,bukti yang nampak justru mempunyai dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. jika ini dibiarkan berlarut, tidak bisa disalahkan jika warga melakukan aksi demo guna mendapatkan kepastian penanganan yang tidak hanya berpijak pada salah satu pihak saja.

  12. Sebaiknya antara nelayan dan PT. CRC ada kesepakatan bersama yang pasti, sehingga tidak terjadi hal-hal yang negatif

  13. harusnya sebelum pabrik berdiri AMDAL nya harus benar-benar di teliti dengan sungguh-sungguh untuk mencegah dampak yang tidak kita harapkan seperti ini..

  14. sebaiknya limbah tersebut di buatkan tempat penampungan sendiri agar tidak merusak alam laut tuban.

  15. Ambal yang mengesahkan ya pemerintah. Kalau Perusahaan melanggar Amdalnya terus pegawai pemerintah Pusat / Kabupaten kok Diam aja ….???
    Ada ada pegawai pemerintah kok Diam aja ….???

  16. hemmmm,…sebaiknya perusahaan PLTU harus berunding dulu dengan para warga di lingkungan sekitar,mereka setuju atau tidak
    kemudian menjelaskan apa saja dampak negatifnya…
    dan…kalau sudah begini kejadiannya…mending di cari solusinya,.bersama-sama dengan pemerintah daerah……
    semoga cepet selesai….karena saya sendiri ini arek palang…..
    terimakasih

  17. pemerintah kabupaten Tuban dan dinas perikanan dan kelautan kab.Tuban hendaknya memperhatikan tentang nasib masyarakat nelayan di wilayah tuban yang dalam hal ini sebagai pihak yang di rugikan dengan adanya proyek PT CRC tersebut…dan untuk pihak pengerjaan proytek hendaknya juga memperhatikan tentang kelestarian lingkungan yang dapat berdampak pada hilangnya ekosistem laut………..
    bagi pihak PT.CRC hendaknya menimbangkan dampak negatif yang akan terjadi pada lingkungan dan juga penduduk sekitarnya , selain itu pemkab tuban harusnya melakukan sosialisasi kepada para nelayan agar tidak terjadi kesalahpahaman , dan juga pemerintah harus bertanggung jawab atas kerugian yang di derita oleh nelayan akibat rusaknya jaring dan kapal mereka .

  18. menurut saya pemerintah kota tuban harus mempedulikan nasib para nelayan .karena laut adalah tempat mereka mencari uang dan pabrik-pabrik membuat tempat sendiri untuk membuang limbahnya.Agar tidak mencermari lingkungan

  19. Perusahaan besar jangan arogan terhadap rakyat kecil (nelayan).
    Kalau mata pencaharian para nelayan terus terusik maka nelayan akan
    marah karena laut merupakan tempat untuk mencari nafkah !

  20. Tidak ada Ganti Rugi dan Penanganan yang serius dari dinas terkait

  21. Keperpihakan Pemkab Tuban masih minim ke para nelayan Tuban.
    Ayo Dinas Kelautan jangan melempem membela para Nelayan yang kena musibah jaring nya kebantol maupun anggas nya rusak gara gara Perusahaan besar !

  22. HNSI Kabupaten Tuban kok kurang tanggab alias diam aja dengan musibah kebantolnya jaraing para nelayan Tuban di pipa maupun batu yang di buang oleh pwerusahaan yang membuang limbah nya di laut. Kurang tegasnya HNSI maupun Dinas terkait yang dilakukan kesalahan pemasangan tanda atau bui yang tidak memenui standar …!
    Mana peran nya HNSI Kabupaten Tuban membela para nelayan kecil ….?

  23. Dinas Kelautan Tuban maupun pengurus HNSI ( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ) Kabupaten Tuban jangan masa bodoh terhadap musibah Nelayan Tuban !

  24. para Nelayan bersatu lah melawan ke AROGANAN dari Pengusaha besar.

  25. Nelayan harus bersatu ……….jangan berharap dengan Dinas Kelautan atau HNSI

  26. Kapan ganti rugi oleh pihak JOB Petro China kapalnya yang masang pipa minyak menabark Rumpon miliknya Nelayan Tuban di utara nya Palang……?

  27. Biasanya untuk pembayaran ganti rugi selalu berbelit belit dari Perusahaan besar ke nelayan yang alatnya rusak akibat pembuangan batu atau pemasangan pipa, atau rumpon yang di tabrak oleh kapal pemasangan pipa ! Kalau punya niat bayar cepat supaya nelayan bisa mencari ikan lagi

  28. KASIHAN YA NASIB NELAYAN TUBAN KOK TIDAK DI BELA OLEH DINAS KELAUTAN DAN HNSI (HIMPUNAN NELAYAN SELURUH INDONESIA) SETEMPAT ATAS RUSAKNYA ALAT NYA AKIBAT KEGIATAN KEGIATAN PERUSAHAAN BESAR.

  29. Perusahaan Minyak atau Semen harus menyalurkan dana CSR nya langsung ke Masyarakat Nelayan sehingga bermanfaat dan meningkatkan ekonominya.

  30. Beginilah kota Tuban,jangan kaget deh . Lha pemimpinnya sibuk grudak gruduk tiap hari jumat.

  31. Bupati harus tegas menegur Kepala Dinas nya yang membidangi Kelautan untuk membela Nelayan kepentingan dari Kesewenangan Pengusaha besar yang menggunakan jalur laut !

  32. Pak Bupati Tuban tolong pikirkan nasib Nalayan Tuban supaya tidak tergusur dari tanah LELUHUR nya dengan hadirnya Perusahaan besar berskala International yang menggunakan laut Tuban.

  33. Sesekali diajak pak Kepala Dinas Kelautan Tuban melihat kejadian dengan perahu nelayan tersangkutnya jaring atau tertabaraknya rumpon oleh kapal lalu di ajak menyelam melihat langsung ke dasar Laut biar tau sendiri !

  34. Kalau para Biro krasinya kabupaten Tuban tidak membantu masyarakat nelayan terus siapa yang akan membantu masyarakat nelayan melawan pengusaha besar ……..?

  35. bagaima dengan Pengurus HNSI Kabupaten Tuban kok diam saja apa yang di alami nasib para Nelayan Tuban ….?

  36. Jangan sampai laut Tuban sebagai mata pencarian Nelayan sampai di buat seenaknya oleh Pengusaha besar !!!???

  37. saya turut perihatin kepada nelayan di pesisir pantai tuban dan termasuk di desa socorejo daerah saya . semua nelayan mengeluh kan ada nya projek besar di sekitar tuban yang semakin menderita karena kuranganya pendapatan tiap harinya. berkurang akibat adanya proyek yang ada. mengapa bupati tidak menganbil langah untuk membantu para nelayan.malah membiyar kan poreyek besar tumbuh seperti cendawan. bupati tuban jangan lihat jangan hijau mata kalau lihat uwang….. lihat para penduduk menderita…

  38. La terus nelayan mau di apakan kalau laut nya sudah milik pengusaha besar ……?

  39. Belum lagi kontraktor untuk membuat PLTU di Tanjung Awar Awar Jenu membuat limbah batu ke laut bukan pada tempat nya sementara pengurus HNSI Kabupaten maupun pengurus RN menutup mata dengan kejadian ini ! Ada apa dengan pengurus HNSI Tuban dan RN (Rukun Nelayan) kok TUTUP MATA dan TUTUP TELINGA …..?

  40. Pegawai Kelautan dan HNSI Tuban sepertinya keEnakan mikirin upeti dari pada mikirin keluhan nasib nelayan yang jaringnya kebantol pipa minyak atau tersangkut batu buangan dari PLTU Tanjung Awar Awar.

  41. Apa harus BUPATI Tuban yang turun langsung melihat kenyataan yang dialami oleh nelayan Tuban ……?

  42. Jangan putus asa hai para NELAYAN karena para pejabat Kelautan dan pengurus HNSI Tuban maupun Rukun Nelayan (RN) tidak membela kepentingan sampeyan masalah tersangkut nya jaring.

  43. Kalau HNSI Tuban tidak membela kepentingan Nelayan mending nelayan memilih aja pengurus baru HNSI maupun RN nya .

  44. Begitulah kalau PENGUASA setempat bisa diKONDISIKAN oleh PENGUSAHA sampai tak menghiraukan masyarakat kecil khususnya NELAYAN yang jadi KORBAN !

  45. Mending mengurus proyek pemerintah atau perusaah besar bisa mendapatkan Fee dari pada mengurus masalah nelayan hanya mendapat kan capek alias LELAH !

  46. Kok HERAN melihat para PEJABAT seperti itu !

  47. Siapa lagi yang bela nelayan Tuban bila ada masalah dengan perusahan besar di Tuban ….?

  48. biasa begitu….
    proyek dikerjakan lebih dulu,
    izin amdal menyusul,
    study kelayakan menyusul,
    SID digawe gak detail
    DID nya juga getu
    hasilnya, masyarakat sbg pihak yg kenak dampak langsung teriak..
    logika dipake masyarakat terdampak sederhana,
    kalo dia jadi pihak dirugikan tentu akan diam n ngedukung saja proyek itu dikerjakan.
    nach ketika dia teriak berarti ada something of whrong-nya…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site