Setubuhi Anak Dibawah Umur, Vonis Berat Menanti

\"\"

GRESIK (jurnalberta.com) – Mungkin ini menjadi peringatan bagi masyarakat atau pria hidung belang, khususnya yang tinggal di Kabupaten Gresik, atau seseorang dari luar Kabupaten Gresik yang melakukan perbuatan atau tindakan di wilayah hukum Gresik. Jangan pernah dan jangan sekali-kali melakukan tindakan asusila, seperti pencabulan, apalagi melakukan persetubuhan terhadap anak atau gadis dibawah umur.

Jika tindakan tersebut dilaporkan pada aparat kepolisian hingga berujung ke meja hijau atau pengadilan, tak hanya tuntutan berat dari jaksa penuntut umum yang akan mereka terima, vonis hukuman berat pun bakal dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik,.

Hal itu terbukti, dalam kurun waktu sebulan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik telah memvonis dan menjatuhkan hukuman cukup berat, paling ringan 5 tahun dengan denda dan subsider kurungan, terhadap 3 orang terdakwa dalam perkara persetubuhan gadis dibawah umur, setelah dalam persidangan perbuatan yang mereka lakukan terbukti berdasarkan fakta dan saksi yang dihadirkan dalam sidang.

Ketiga terdakwa yang harus merasakan hidup bertahun-tahun dalam penjara, setelah dijatuhi vonis cukup berat akibat perbuatannya melakukan persetubuhan dengan gadis dibawah umur tersebut, antara lain diterima oleh Suryanto (30), warga Desa Ngadirejo Widang Tuban. Ia divonis hukuman 5 tahun penjara dan denda 60 juta subsider kurungan selama 6 bulan.

Dian EP (23), warga Kelurahan Karangturi Gresik yang diganjar hukuman 6 tahun penjara subsider 2 bulan kurungan atau denda Rp.60 juta akibat perbuatannya menyetubuhi pacarnya dalam sebuah tempat ibadah, serta Eko Priyono (52), seorang paman yang harus duduk menjadi terdakwa, setelah dilaporkan telah tega menyetubuhi keponakannya. Eko harus menerima ganjaran dan divonis majelis hakim PN Gresik selama 10 tahun dengan denda Rp.60 juta subsider kurungan satu bulan.

Humas PN Gresik, Fathul Mujib SH MH kepada jurnalberita.com mengatakan, perkara tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur, menjadi prioritas para hakim untuk menjatuhkan hukuman berat terhadap pelakunya atau terdakwa, bila tindakan yang dilakukan tersebut terbukti dalam persidangan.

“Tidak ada kata ampun buat para pelaku persetubuhan gadis dibawah umur. Majelis hakim akan menghukum mereka seberat mungkin, karena perbuatan yang dilakukan telah merusak kehormatan, baik bagi korban maupun keluarga korban. Bukan hanya itu, para pelaku juga telah merusak masa depan korbannya,” kata pria yang juga menjadi hakim di PN Gresik ini.

Ketika disinggung permasalahan yang melatar belakangi para pelaku melakukan perbuatan biadab tersebut, Fathul Mujib mengatakan, rata-rata para pelaku melakukan hubungan tersebut karena terpengaruh dengan video porno, pergaulan yang kelewat batas serta  kurangnya pengawasan dari orang tua. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*