Tukang Sapu Itu Kini Jabat Supervisor

Hadi Sukamto SE : Kuncinya Jujur dan Kerja Keras

Hadi Sukamto SE

GRESIK (jurnalberita.com) – Hidup adalah Perjuangan dan Meraih Sukses tak semudah membalik telapak tangan. Dua ungkapan itu sepertinya cocok bila menelusuri ‘sepak terjang’ dan perjalanan hidup Hadi Sukamto SE, salah satu pegawai PT Pelindo III cabang Gresik.

Siapa sangka, berkat keuletan, kejujuran dan kerja kerasnya, ia menuai hasil. Perjalanan hidupnya meniti karer hingga menduduki posisi yang saat ini disandangnya, sangatlah panjang.

Bayangkan saja, ia mengawali karier dan masuk menjadi karyawan honorer di PT Pelindo III cabang Gresik pada tahun 1993 sebagai cleaning service (CS) dengan gaji yang jauh dari kecukupan. Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat dalam melakoni pekerjaannya.

Pekerjaan menjadi seorang tukang sapu, yang dianggap sebagian orang sebagai profesi ‘rendahan’ dan jarang diminati, dilakoninya selama hampir 7 tahun. Pada jam-jam tertentu, ia harus bermandi peluh bercampur debu. Sampah dan kotoran di Pelabuhan Gresik, dari ujung dermaga ke ujung dermaga lainnya, harus ia bersihkan bersama dengan rekannya yang lain.

Namun, berawal dari pekerjaan itulah, jalan hidupnya berubah. Nasib baik pun mulai berpihak pada pria berperawakan sedang dan murah senyum ini.  “Kunci utamanya, yang penting jujur dan menjalankan tugas sebaik-baiknya serta bekerja keras,” ujar Hadi, panggilan akrabnya.

Keuletan serta kerja keras pria berusia 37 tahun ini menuai hasil. Tahun 2002, Ia diangkat menjadi pegawai PT Pelindo III cabang Gresik. Seiring waktu berjalan, kini Hadi dipercaya PT Pelindo III cabang Gresik menduduki jabatan sebagai Supervisor Pelayanan Kapal dan Barang.

Bahkan, ia juga dipercaya menjadi wakil PT Pelindo III Gresik dalam setiap rapat penyandaran kapal di dermaga dan antrian kapal di pelabuhan (P2T). Sebuah pekerjaan dan tugas yang tidak mudah dan memiliki tanggungjawab besar, mengingat sebagian penghasilan atau pendapatan PT Pelindo diperoleh dari jasa kepelabuhan, salah satunya arus kunjungan kapal.

“Setiap ada kapal yang akan menggunakan dermaga di Pelabuhan Gresik, saya langsung sarankan pada PBM agar segera memenuhi kewajibannya terlebih dahulu, membayar biaya IA (biaya tambat labuh) dan IB (biaya ijin dermaga atau bongkar muat),” ungkapnya.

Masih menurutnya, jika PBM sudah memenuhi kewajibanya, pihaknya tidak akan mempersulit dan mengatur penyandaran kapal. Meski sudah ada aturan seperti, terkadang masih saja ada yang berusaha melanggar. “Kalau belum beres masalah pembayaran biaya, otomastis kami tidak mengijnkan kapal sandar di dermaga,” terangnya, sembari mengatakan bila semuanya itu dilakukan sebagai upaya penerapan pelayanan maksimal bagi para pengguna jasa dan stakeholder di Pelabuhan Gresik. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

4 Responses

  1. selamat ya mas hady,,,,aku bangga ma kamu,

  2. selamat ya mas hady,,,,aku bangga ma kamu,
    +1

  3. Selamat pak, atas kerja keras dan kejujuran menuai berkah, semogga menjadi pemimpin teladan, agar dapat dicontoh oleh generasi-masa kini.

    Tukang sapu juga punya hak dan bisa merubah nasip yang lebih baik tergantung orang tersebut mau belajar atau tidak.

    Selamat ya pak.salam perjuangan dari kaum buruh Indonesia.

  4. Semua Orang BErhak Untuk Sukses…selamat berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site