5 Titik Pasar Tumpah Potensi Hambat Jalur Mudik

\"\"PACITAN (jurnalberita.com) - Sejumlah titik pasar tumpah di sepanjang jalur mudik yang menghubungkan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim) dengan kota-kota lain menjadi perhatian pihak kepolisian. Dari hasil pemetaan, paling tidak ada lima titik pasar tumpah yang berpotensi menghambat kenyamanan para pemudik.

“Ya sekitar lima titik itulah,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pacitan AKP Hardono, Rabu (12/8).

Beberapa pasar itu diantaranya berada di wilayah Pacitan utara yang melalui akses menuju Ponorogo, seperti pasar Tegalombo dan Kedung Bendo di Kecamatan Tegalombo. Untuk wilayah timur yang berpotensi menganggu jalur mudik Pacitan-Trenggalek adalah pasar Ketrowonojoyo, Kecamatan Kebonagung dan pasar Tulakan di Kecamatan Tulakan. Sedangkan di wilayah barat yang dilalui pemudik dari Solo (Jawa Tengah) maupun Jakarta, ada pasar Donorojo dan Punung.

Hanya saja, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan kekuatan personil yang akan diturunkan untuk pengamanan lebaran. Alasannya, masih menunggu rapat koordinasi dengan instansi lain. Demikian pula dengan keberadaan pos pengamanan, Hardono belum bisa menjelaskan.

Namun demikian, berdasarkan data pengamanan tahun 2010 lalu, paling tidak ada 10 pos pengamanan yang akan didirikan. “Termasuk salah satunyaadalah masjid bintang di Kecamatan Punung. Namun jumlah itu masih akan dikaji lagi, bisa bertambah atau malah berkurang. Tergantung peran dan fungsinya,” kata Hardono.

Masjid bintang merupakan salah satu lokasi istirahat (rest area) bagi para pemudik. Di lokasi tersebut akan tersedia sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan para pemudik, seperti kamar mandi, penjual makanan dan minuman, selain tempat ibadah. Masjid di Kecamatan Punung sendiri dipilih sebagai masjid bintang karena dianggap cukup representatif dengan halamannya yang luas.

Jalur alternatif pun mulai disiapkan untuk mengurai kemacetan. Bagi pemudik dari arah utara bisa menggunakan jalur alternatif Ponorogo-Bandar-Nawangan-Pacitan. Hanya saja jalur alternatif tersebut tak sebaik ruas jalan utama. Sebab, para pengguna jalan harus berhadapan dengan medan jalan yang didominasi turunan dan tanjakan curam di beberapa titik. Sedangkan dari timur disarankan mengambil jalan lain yakni Ngadirojo-Tulakan- Kebonagung-Pacitan.

Hardono memperkirakan arus mudik paling padat akan terjadi di sisi barat, yakni dari arah Solo maupun Yogyakarta. Para pemudik yang menggunakan jalur itu berasal dari berbagai kota di pulau Jawa maupun Sumateras seperti Jakarta, Bandung, Semarang maupun Kepulauan Riau.

“Diprediksi, arus mudik lebih banyak dari wilayah barat,” ucapnya. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*