Arus Pemudik Mulai Meningkat

PACITAN (jurnalberita.com) - Meski pertambahannya belum terlalu signifikan, namun jumlah pemudik yang datang di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim) mulai meningkat. Peningkatan itu paling tidak bisa dilihat dari penambahan jam keberangkatan maupun jumlah bus dalam beberapa hari terakhir. “Sudah ada, tapi memang belum banyak,” ujar Triyono, salah satu petugas pos TPR di terminal bus setempat, Selasa (23/8).

Meski belum banyak, diperkirakan ribuan pemudik telah datang. Hanya saja intensitas kedatangannya masih rendah. Hanya bus-bus jurusan Pacitan-Jakarta saja yang mendominasi. PO Aneka Jaya misalnya, jika pada hari-hari biasa hanya melakukan tiga kali pemberangkatan perhari, kini naik menjadi enam kali. Demikian pula dengan PO Pacitan Jaya Putra, dari sekali pemberangkatan menjadi tiga kali. Kondisi semacam ini baru terjadi untuk jurusan Jakarta saja, sedangkan untuk jurusan kota-kota lain belum terjadi peningkatan berarti.

Triyono menjelaskan, sebenarnya pada awal-awal bulan puasa arus mudik mulai terjadi. Utamanya bagi warga Kabupaten Pacitan yang bekerja di Pulau Sumatera. Rupanya mereka sudah mudik sejak awal-awal bulan puasa lalu. Asal para pemudik diantaranya dari kota Tanjung Pinang, Batam (Kepulauan Riau), dan Pekanbaru (Riau). Mudik lebih awal ini dapat mereka lakukan karena rata-rata warga bekerja di sektor informal, sehingga bisa menentukan libur sendiri.

“Di awal-awal puasa sudah ada yang datang, mereka para perantau dari Sumatera. Dan mendekati lebaran nanti jurusan Sumatera biasanya malah sepi,” jelasnya.

Dari catatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Pacitan, pada hari ini saja datang sebanyak 350 orang pemudik dengan menggunakan 8 bus. Seluruhnya berasal dari wilayah di sekitar Jakarta. Sesuai tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan puncak mudik Lebaran akan terjadi pada H-3 nanti.

Murbhoni, salah seorang pemudik mengatakan, dia berangkat dari ibukota Senin (22/8) siang. Karena arus mudik belum terlalu padat, perjalanan menjadi lancar. Hanya ada beberapa titik pasar tumpah di daerah Subang, Jawa Barat maupun Jawa Tengah yang sedikit menganggu perjalanan. “Lancar mas. Untuk harga tiketnya sekitar Rp 180 ribu,” kata dia.

Namun, naiknya volume penumpang di terminal bus dalam beberapa hari ke depan tidak lantas membuat sejumlah pihak senang. Seperti yang dialami sejumlah tukang ojek dan tukang becak yang biasa mangkal di sekitar terminal. Menurut mereka, meski akan datang pemudik dalam jumlah besar namun belum tentu mereka akan mau menggunakan jasa ojek atau becak. Sebenarnya lesunya penumpang sudah mereka rasakan sejak setahun lalu. Sebab, para pemudik biasanya menghubungi anggota keluarga untuk menjemput di terminal menggunakan fasilitas komunikasi HP handphone.

“Sekarang lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Para pemudik biasanya dijemput keluarganya. Karena sebelumnya sudah dihubungi dengan HP,” terang Sunar. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site