Guru Resah, Pencairan Tunjangan Lambat

Ilustrasi (Ist)

KUPANG (jurnalberita.com) – Ratusan guru di Kodya Kupang resah karena tunjangan profesi yang seharusnya sudah mereka terima hingga saat ini dibayar Dinas Pendidikan Kupang. Perwakilan guru dari tiap sekolah, baik dari SMP maupun SMA berniat mempertanyakan secara langsung mengenai tunjangan tersebut.

Tunjangan bagi guru yang sudah lolos portofolio maupun diklat (pendidikan dan latihan) akan mendapatkan tunjangan profesi guru (sertifikasi) sebesar satu bulan gaji. Akibat keterlambatan pembayaran tunjangan profesi, para guru di kodya Kupang akan bergabung dengan perwakilan guru lainnya menghadap Kepala Dinas Pendidikan Kodya Kupang guna memnta penjelasan mengenai keterlambatan pembayaran

Salah seorang guru SMA Negeri Kupang kepada jurnalberita.com mengatakan sebagian besar rekannya sesama guru yang sudah sertifikasi cemas karena lambatnya pembayaran tunjangan profesi oleh Diknas Kupang.

“Info yang saya dapat, pembayaran tunjangan profesi akan dibayar 3 bulan dulu. Padahal, sekarang ini sudah menginjak bulan yang ke delapan. Saya telpon rekan guru di Malang, mereka mengatakan sudah menerima rapel 6 bulan. Kok kita belum sama sekali,” keluhnya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Maxi Hansen Pello, anggota Komisi C DPRD Kodya Kupang saat dikonfirmasi Selasa (16/8/11) via telepon sudah mengetahui dan mendengar permasalahan tersebut.  “Kita akan hubungi dan akan melakukan kroscek ke dinas terkait agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Sesuai Juknis bisa dibayarkan 3 kali. Tidak benar kalau pembayaran sampai ditunda, karena uang itu sudah jadi hak mereka,” tegas Maxi Hansen Pello.

Kepala Dinas Pendidikan Kodya Kupang, Drs Max Halundaka saat dihubungi jurnalberita.com via telepon enggan berkomentar lebih jauh. Ia berjanji akan memberikan jawaban konfirmasi mengenai pembayaran tunjangan guru Selasa, (16/8/11).

“Besok (Selasa, 16/8/11) saja saya jawab karena data para guru yang menerima tunjangan ada di kantor” janji Drs. Max Halundaka.

Namun, saat dihubungi kembali via telepon sesuai janjinya, ia tak merespon meski terdengar nada dering dari ujung teleponnya. Bahkan, sms yang dikirimkan kepadanya juga tidak dibalas. (jbc3/jbc2)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site