Polisi Amankan Penjual Kopi Campur Arak

Hariyanto dan arak yang diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Gresik. (foto : jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) – Bulan puasa yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah, malah digunakan untuk menjual minuman keras jenis arak bercampur kopi atau di sebagian warga menyebutnya dengan ‘kopi tubruk’.

Hal itu dilakukan Hariyanto, warga Desa Sumput Kecamatan Driyorejo. Pria berumur 30 tahun ini, sehari hari berprofesi sebagai sopir antar kota, namun ia juga mempunya pekerjaaan sampingan sebagai penjual kopi giras. Sayangnya, kopi yang dijual dicampur dengan Miras jenis arak.

Akibatnya, Hariyanto kini berurusn dengan polisi karena dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresik. Ia ditangkap saat petugas melakukan razia terhadap warung kopi diduga mencampur kopi yang dijual dengan Miras jenis arak. Barang bukti yang berhasil diamankan di Mapolres Gresik dari warung kopi Hariyanto, sebanyak 12 botol arak yang dimasukkan dalam botol berukuran 1500 ml.

Dihadapan petugas, Heri panggilan akrabnya, mengakui bahwa dirinya bermaksud menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan membuka warung kopi giras. “Kalau kopi biasa, harganya hanya Rp 2 ribu. Tetapi, kalau kopi tubruk (kopi dicampur arak – red), harganya bisa dua kali lipat menjadi Rp 4 ribu,” katanya polos.

Kasat Rekrim Polres Gresik AKP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kanit Pidana Umum (Pidum ) I Sat Reskrim Polres Gresik, Ipda I Made Yogi Pusara Utama, mengatakan, tertangkapnya penjualan kopi bercmpur miras jenis arak itu berawal informasi yang diterima aparat kepolisian dari masyarakat. “Setelah dilakukan lidik, ternyata benar, langsung kami amankan,” tegasnya. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site