Wiji Berharap Perhatian dan Bantuan Pemda

\"\"

PACITAN (Jurnalberita.com) – Sejak dua tahun terakhir, langkah Wiji Lestari (37) tertatih-tatih. Kedua kaki warga Dusun Dasri, Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan ini membengkak akibat terserang  penyakit kaki gajah (filariasis). Kondisinya sangat memprihatinkan, betis kanannya berlingkar 53 sentimeter dan betis kirinya berdiameter 45 senti. Betis Wiji jauh lebih besar dibanding pahanya.

“Rasanya berat untuk berjalan, kadang cekot-cekot dan badan panas dingin kalau lagi kambuh,” keluhnya, saat ditemui jurnalberita.com di rumahnya.

Tak jarang, ibu tiga anak ini merasakan rasa sangat nyeri dari kedua kakinya yang membesar. Perempuan berusia 37 tahun ini, akhirnya hanya bisa terkapar di ranjang kamar. Saat rasa sakit muncul dan menyerang, istri Katino tidak dapat beraktivitas.

Pekerjaannya sehari-hari sebagai pembuat gula kelapa dan mengasuh Yohana Valentina (3), anak bungsunya, diambilalih suaminya, Katino. “Kalau lagi kambuh, pekerjaan semua saya kerjakan,” ungkap Katino, yang sehari-hari bekerja sebagai penderes nira

Katino mengakui, penyakit yang diderita istrinya terjadi sejak 12 tahun silam. Kala itu, betis kirinya yang mulai membesar. Beragam upaya penyembuhan sudah dijalani, mulai berobat ke Puskemas maupun rumah sakit dengan memanfaatkan layanan Jamkesmas, hingga melakukan pengobatan alternatif. Bukannya sembuh, betis kanannya malah ikut pula membesar sejak 2009 lalu.

“Segala upaya telah kami lakukan, namun belum ada tanda-tanda kesembuhan. Saya berharap ada perhatian dari Dinkes dan pemerintah daerah. Dulu saya pernah dijanjikan mau diberi obat dan dibawa ke Surabaya, namun belum ada tindaklanjutnya,” ungkap Katino pasrah.

Kepala desa Kluwih Jumeno mengakui bila ada warganya yang terkena penyakit Kaki Gajah. “Pihak desa sudah mendatanya, kami akan terus berupaya agar warga kami tersebut segera mendapat perhatian,” tukas Jumeno.

Di mata Jumeno,  keluarga Wiji tergolong kurang mampu. Penghasilan perbulan rata-rata hanya sekitar Rp 360 ribu, dari hasil penjualan gula kelapa maupun berkebun. “Kami berharap, semoga warga kami segera tertangani,” harapnya.

Sementara itu, dari data yang ada, di wilayah Kabupaten Pacitan, baru diketahui 7 kasus filariasis atau penyakit kaki gajah, kesemuanya berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kebonagung, Donorojo dan Tulakan. (jbc15/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*