Buka Pameran, Pakde Karwo Dikawal Ketat

Meski dikawal ketat, Pakde Karwo masih sempat bercanda dengan wartawan disela meninjau stan pameran. (foto: jbc/ald)

MADIUN (jurnalberita.com) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tasdik Kinanto mendapat pegawalan ketat aparat polisi saat menghadiri dan meresmikan Pameran Pelayanan Publik dan Gelar Budaya Kerja Provinsi Jawa Timur, Rabu (28/9/11).

Pameran yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun akan berlangsung mulai hari ini hingga 1 Oktober mendatang. Pengamanan ketat baik didalam maupun diluar arena pameran saat pembukaan, merupakan buntut peningkatan status keamanan di wilayah Jawa Timur menjadi siaga satu, pasca aksi bom bunuh diri di Solo.

Kapolres Kota Madiun AKBP Adi Deriyan Jayamarta mengatakan peningkatan keamanan ini sebagaimana instruksi Kapolda Jatim. “Kami menerjunkan personil sebanyak 300 personil. Masing-masing 150 personil ditempatkan di ring satu dan 150 personil lainnya di ring dua untuk mengamankan tamu VVIP dan  VIP,” kata Adi.

Tak hanya dikawal petugas protokoler Pemprov Jatim, sejumlah aparat polisi bersenjata lengkap juga mengawal Soekarwo dan Tasdik Kinanto serta pejabat lainnya selama mengikui acara pembukaan hingga mengunjungi stand pameran.

Selain itu, sejumlah polisi juga ditempatkan di beberapa lokasi seperti, pintu masuk dan pintu keluar di setiap tenda besar pameran serta tersebar di sekitar Alun-Alun Kota Madiun.

Aparat Brigade Mobil (Brimob) Kompi 2 Detasemen C Polda Jatim dan aparat TNI juga dilibatkan untuk membantu pengamanan.

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, mengatakan, status siaga satu sebagai langkah kehati-hatian aparat keamanan dan seluruh jajaran pemerintahan di Jawa Timur.

“Siaga satu itu bukan berarti dalam keadaan bahaya, tapi hati-hati setelah kasus bom di Solo kemarin. Lebih baik hati-hati daripada kecolongan,” jelasnya disela mengunjungi stand pameran.

Di tempat terpisah, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0803 Madiun Letkol (Inf) I Wayan Sandy Susila mengatakan, pihaknya siap membantu pengamanan yang dilakukan polisi di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun.

“Aparat TNI, sifatnya hanya memback-up polisi. Aparat intelijen kita di daerah juga semakin fokus pasca aksi bom bunuh diri di Solo,” ungkapnya. (krm/ald/jbc)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site