Dihantam Ombak, Break Water Proyek PLTU Jebol

Break Water PLTU Sudimoro Pacitan yang mengalami kerusakan. (foto : jbc15)

PACTAN (jurnalberita.com) – Akibat hantaman ombak besar yang muncul dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan bangunan break water (pemecah ombak) di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro di Kabupaten Pacitan mengalami kerusakan parah.

Panjang kerusakan sarana pemecah ombak di kawasan pelabuhan ini mencapai sekitar 100 meter. “Saat ini, bagian yang rusak sudah diperbaiki,” ujar Manager PLTU, Joner M Pardosi saat dihubungi, Rabu (7/9/11).

Kerusakan break water terjadi sekitar dua hari lalu, saat ombak di sekitar lokasi pelabuhan PLTU cukup besar, mencapai ketinggian lebih dari dua meter. Kerasnya terjangan ombak, mengakibatkan deretan dolos, yang masing-masing berbobot sekitar satu ton, bergeser dan rusak.

Joner menjelaskan, proses pembangunan break water memang cukup rawan. Sebab posisi bangunan pemecah ombak tidak akan berfungsi secara maksimal sebelum bangunan berdiri secara penuh karena masing-masing bagian saling mengunci dan menunjang untuk meredam ombak. “Saat seperti ini memang rawan. Berbeda halnya jika saat break water sudah berdiri utuh,” jelasnya.

Sebelumnya, pada tahun 2009 lalu, pemecah ombak yang saat itu baru dibangun, amblas sepanjang 12 meter. Padahal, fungsi pelabuhan cukup vital, sebagai tempat pendaratan bagi kapal pengangkut material berat pembangunan PLTU, seperti turbin dan material lainnya.

Akibatnya, saat cuaca sedang buruk, tak jarang kapal pengangkut material pembangunan harus bersandar di Pantai Teleng, Kecamatan Pacitan. Diakuinya, permasalahan besarnya ombak memang menjadi kendala dalam proses pembangunan break water.

Kejadian semacam ini sudah kerap terjadi. Saat disinggung mengenai jumlah kerugian, Joner enggan menyebutnya karena masih menjadi tanggungan pihak kontraktor pelaksana proyek.

Seperti diketahui, lokasi proyek PLTU Sudimoro berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro berada di tepi pantai dan langsung berbatasan dengan Samudera Hindia, kawasan laut yang dikenal dengan keganasan ombaknya.

Saat ini, proses pembangunan PLTU Sudimoro sudah mencapai 87,7 persen dan sudah memasuki tahap pengujian. Rencananya pembangkit listrik berkekuatan 2 x 315 megawatt akan mulai dioperasikan tahun depan. (jbc15/jbc2) 

Tags: , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Rusaknya pemecah ombak (Dolosse) tidak menggunakan semen sesuai spesifikasi dalam hal ini terjadi Kerugian negara Sebesar Rp.32,04 miliar. Seharusnya menggunakan semen type II/PPC digunakan type V, sesuai dengan hasil audit BPK dan surat direksi PLN Nomor 151/072/dirut/2012-R tanggal 4 Juni 2012. Bagaimana ini panitia dan Pengawas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site