KWG Kutuk Aksi Kekerasan Pada Jurnalis

Aksi solidaritas KWG bareng pelajar di Bundaran Gresik. (foto:jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) - Aksi tindak kekerasan yang diterima oleh sejumlah wartawan yang dilakukan oleh pelajar SMAN 6 Jakarta mendapat reaksi keras dari sejumlah wartawan di daerah. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dengan menggelar aksi solidaritas bersama puluhan pelajar SMAN Manyar, Rabu (21/9/11).

Aksi demo tersebut dipusatkan di Bundaran Gresik Kota Baru (GKB) di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, dikuti puluhan wartawan baik dari media cetak, TV, maupun online. Mereka mengecam aksi kekerasan terhadap wartawan. Pasalnya, wartawan merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus dihargai, dan dilindungi dari aksi kekerasan.

Puluhan wartawan yang biasa meliput berita bersama pelajar, membentangkan poster antara lain bertuliskan, ‘Wartawan Bekerja Dilindungi Undang-Undang’, ‘Stop Kekerasan terhadap Wartawan’, ‘Wartawan merupakan mitra Pelajar’, ‘Tindak dengan tegas aksi kekerasan kepada Wartawan’.

Dalam aksi solidaritas tersebut, Tubagus Arif salah satu pelajar dari SMAN Manyar dalam orasinya mengatakan, bahwa pelajar bukanlah preman, wartawan merupakan mitra dari pelajar. “Kami adalah generasi yang terpelajar dan mengutuk aksi kekerasan. Tugas kami adalah belajar bukan tawuran,” tegasnya.

Sementara itu, ketua KWG, Muhamad Zaini mengatakan bahwa aksi ini sebagai bentuk kepedulian kami akan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelajar SMAN 6 Jakarta kepada saudara kita.

“Kami mengutuk  aksi kekerasan pada wartawan dan meminta agar kepolisian menindak tegas aksi pemukulan terhadap saudara kita tanpa pandang bulu. Tugas kita adalah menyampaikan berita yang akurat kepada masyarakat, bukan menjadi bulan-bulanan aksi pemukulan,” tegasnya dengan nada berapi-api.

Masih menurut Zaini, dengan aksi ini diharapkan petugas dapat mengusut tuntas aksi pemukulan pada saudara kita di Jakarta. “Wartawan Gresik mengutuk aksi tersebut serta meminta agar peristiwa ini jangan sampai terulang lagi, karena kita bekerja dengan hati dan dilindungi UU, bukan untuk menjadi obyek pemukulan,” urainya. (jbc6/jbc1)

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site