Nelayan Karangsari Gelar Sedekah Laut

\"\"TUBAN (jurnalberita.com) – Sebagai wujud terima kasih nelayan terhadap Tuhan atas hasil laut yang melimpah, serta berharap bertambahnya rizki berupa tangkapan ikan saat melaut kembali, masyarakat nelayan dari Kelurahan Karangsari, kecamatan Tuban, Rabu (7/9/11) pagi menggelar tradisi sedekah laut. Prosesi spiritual yang kental dengan nuansa adat tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00, dimulai dengan pemasangan kepala sapi pada sebuah tonggak dari bogor atau pohon kelapa di pantai. Tonggak bogor tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai Kiai Mancung, semacam punden yang baurekso (menguasai) desa setempat.

Setelah pemancangan kepala sapi, acara dilanjutkan dengan melarung atau menghanyutkan sesaji pada sebuah perahu kecil dari sterofoam. Sesaji bernama bekakak tersebut berisi boneka sepasang laki-laki dan perempuan, ayam bakar, pisang raja satu cengkeh, tumpeng, dan sebuah nampan berisi aneka bunga serta bumbu dapur, serta dua dayung kecil dan ikan mainan.

Sebelum sesaji dilepas di tengah laut, Kasminah (69), tokoh adat masyarakat setempat memimpin doa yang diikuti seluruh nelayan dan masyarakat yang menyaksikan. Setelah doa dipanjatkan, bekakak dimuat dalam perahu besar dan dihias bendera paling meriah.

\"\"Ketika perahu pembawa ubo-rampe larung sesaji tersebut melaut, puluhan perahu yang juga dihias dengan bendera dan panjangan warna-warni ikut mengiringi. Prosesi pelepasan tersebut dipimpin oleh Lurah Desa setempat. Akhir dari sedekah laut tersebut rencananya akan ditutup dengan hiburan dangdut.

Turiman (37), ketua panitia menuturkan adat larung sesaji tersebut sudah menjadi acara adat setiap tahun. “Larung sesaji ini sebagai bentuk sedekah kami sebagai nelayan, atas karunia Allah SWT dan segala rizki yang diberikan kepada kami selama kami melaut,” ujarnya ketika ditemui wartawan jurnalberita.com.

“Sedangkan pemasangan kepala sapi itu sebagai simbol, kami sebagai nelayan harus guyub (rukun) dan selalu mempererat tali silaturahmi antar nelayan. Kami berharap dengan adanya larung sesaji ini juga sebagai bentuk atas syukur kami sebagai nelayan kepada allah SWT dan ditambah rizkinya. Sehingga ketika kami melaut lagi bisa mendapat tangkapan ikan yang lebih banyak,” tambahnya. (jbc11/jbc1)

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*