Pekerja Anak-anak Tewas, Aparat Diminta Beri Sanksi Tegas Perusahaan

Ilustrasi. (ist)

PONOROGO (jurnalberita.com) - Pasca kematian Ali (15), pekerja di bawah umur pada perusahaan roti Sarinah di Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Selasa (20/9/11), sejumlah pihak meminta aparat terkait memberikan sanksi tegas, khususnya terhadap pihak perusahaan yang mempekerjakan anak di bawah umur. Karena selain melanggar undang-undang ketenagakerjaan, perusahaan ternyata ilegal karena belum berijin.

“Kesalahan jelas ada pada pihak perusahaan. Dan itu harus ada sanksi,” ujar Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Mardjoeki, Rabu (21/9/11).

Menurutnya, paling tidak ada dua kesalahan yang dilakukan pihak perusahaan. Yakni ijin perusahaan yang tidak diperpanjang dan mempekerjakan anak di bawah umur. Dengan fakta yang ada, Mardjoeki berharap pada pihak-pihak terkait untuk memberikan sanksi tegas. Kalau perlu perusahaan ditutup. Sebab, jika diakumulasi pelanggarannya cukup banyak. Mulai undang-undang ketenagakerjaan maupun perda (peraturan daerah) terkait ijin perusahaan.

“Ada juga informasi yang mengatakan pekerja anak-anak itu digaji di bawah UMR,” ucap Mardjoeki. Tidak itu saja, mengenai penyebab kejadian, pihak legislatif juga meminta polisi menyelidikinya. Misalnya, ada unsur kesengajaan atau tidak. Karena korban sebenarnya bukan bekerja pada bagian penggilingan. Dan ketika celaka, diketahui korban ternyata baru pertama kali itu memegang mesin giling.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Pujo Santoso mengakui jika posisi perusahaan ilegal. Peryataan itu didasari tidak terdaftarnya para pekerja di instansi yang dipimpinnya itu.

“Kami tidak tahu (keberadaan perusahaan, red). Dan juga mungkin di Dinas Indakop (Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM) tidak terdaftar,” kata dia.

Hanya saja ketika disinggung mengenai kemungkinan penutupan perusahaan, Pujo tidak menjawab dengan tegas. Bahkan dia menyerahkan sepenuhnya proses pengusutannya ke pihak kepolisian, dan Dinsosnakertrans sendiri hanya menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Namun dari data-data yang mereka peroleh, perusahaan itu telah dinyatakan melanggar undang-undang nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Bentuk pelanggarannya diantaranya, tidak melaporkan pekerjanya yang masih di bawah 18 tahun, lama jam kerja yang melebihi tiga jam, dan lain sebagainya.

Seperti diberitakan, Ali asal Desa Ciuyah, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar) ini tewas setelah tergilas mesin penggiling adonan roti di tempat kerjanya. Sebuah pabrik roti di Desa Japanan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Dia tewas karena mengalami luka-luka cukup parah di bagian kepala setelah terseret masuk ke dalam mesin penggilingan adonan roti.

Informasi yang diperoleh jurnalberita.com, selain Ali masih ada belasan pekerja di bawah umur lainnya. Mereka kebanyakan berasal dari luar daerah, seperti kota Semarang, Jawa Tengah dan Cirebon, Jabar. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site