Sumber Air Mengecil, Warga Minum Air Campur Tanah dan Kayu

\"\"

KEDIRI (jurnalberita.com) - Akibat debit dari sumber air yang semakin berkurang dan sangat kotor, mengharuskan warga di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, minum air yang bercampur tanah dan kayu kecil.

Selain itu, karena saluran irigasi satu-satunya di daerah itu juga rusak, warga juga sulit bercocok tanam.

Kades Selopanggung, M Zairi mengaku, setiap dua hari sekali warga harus menguras air. Sebab air yang keluar selain debitnya kecil, juga kotor. Kadang bercampur tanah, serta kayu-kayu kecil.

Hanya ada sekitar dua titik mata air yang masih mengeluarkan air saat musim kemarau seperti ini. Beberapa titik mata air sudah mulai mengering, seperti di Sumberbetek dan Njomboran yang lokasinya masuk di kawasan Perhutani Kediri.

Kecilnya debit air yang mengalir dari mata air itu, lanjut Zairi, tidak bisa mengaliri seluruh warga desa yang dihuni 5.000 warga. “Kalau yang rumahnya di atas, warga bisa langsung mengambil dari sumber mata air, tetapi, kalau yang di bawah, terpaksa mengambil dari sungai yang airnya kotor,” katanya.

Sebenarnya, warga sudah mendapatkan bantuan beberapa bak penampung lewat program Water Sanitation For Low Income Communities (WSLIC). Tetapi, itu tidak mampu menjangkau seluruh rumah warga. “Ada juga bantuan dari HIPPAM (Himpunan Masyarakat Pemakai Air Minum), tetapi air yang keluar kadang juga kotor. Terlebih lagi, saat musim penghujan, air akan bertambah keruh,” terangnya.

Pihaknya telah berulangkali mengajukan kepada pemerintah setempat untuk pengadaan kolam penampung terpusat, mengingat selama ini pipa dari warga masih sporadis atau tersebar. “Kami ajukan ke daerah setempat, katanya anggaran belum mampu. Saat ini, kami coba ajukan ke provinsi, dan kami harap akan disetujui. Kasihan warga jika harus mengonsumsi air kotor tiap hari. Untuk yang punya uang mungkin air minum bisa beli yang dari galon, tetapi jika yang ekonominya terbatas, mereka terpaksa minum air kotor,” pungkasnya. (soc/jbc1)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*