Terdakwa Tak Ditahan, Korban Kecewa

\"\"

GRESIK (jurnalberita.com) – Tidak ditahannya terdakwa Sukarto (54) warga kabupaten Nganjuk saat pelimpahan tahap kedua oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik membuat korban, H. Nursalim melalui kuasa hukumnya kecewa. Namun, jaksa penuntut umum (JPU) memiliki alasan tersendiri.

Tindak pidana yang menyebabkan terdakwa harus berhadapan dengan hukum akibat melukukan pengerusakan kurang lebih 15 pohon mangga di kebun milik korban H.Nursalim di Desa Sukorejo Kecamatan Sidayu.

JPU Rimin SH ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ditahannya terdakwa dalam perkara ini karena tindak pidana yang dilakukan hanya melanggar pasal 406 KUHP, yang mengatur tindak pidana pengerusakan barang milik orang lain. “Kami tidak bisa menahan terdakwa karena ancaman hukumannya d bawah lima tahun,” terangnya.

Masih menurutnya, di tingkat penyidikan Polres Gresik Sukarto juga tidak ditahan, maka pihak Kejari Gresik pun tidak melakukan penahanan. Namun, hal itu membuat membuat korban H.Nursalim berang. Melalui kuasa hukumnya, Abdullah Syafii SH, korban mengaku sangat kecewa kebijakan yang diambil Kejari Gresik melalui JPU Rimin.

Padahal menurutnya, dalam proses penyidikan yang dilakukan Polres Gresik, tersangka kerap kali tidak memenuhi panggilan untuk disidik alias tidak kooperatif. “Seharusnya, tidak kooperatifnya terdakwa saat proses penyidikan di kepolisian menjadi acuan kejaksaan untuk melalukan penahanan. Alasannya, rumahnya jauh dari Gresik, yakni di daerah Nganjuk,” tegasnya.

Ditambahkan Syafii, kejaksaan dinilai sangat berani mengambil resiko dengan tidak menahan terdakwa. Selain tak kooperatif saat dipanggil Polres Gresik, tindakan terdakwa dilakukan dua kali dan merugikan korban.

Sebelumnya proses hukumnya dilimpahkan ke kejaksaan, Sukarto dilaporkan H.Nursalim ke Polres Gresik karena membabat habis kurang lebih 15 pohon mangga yang sudah berumur kurang lebih 20 tahun berdiameter 40 cm di pekarangan milik korban di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu.

Tindak pidana pengerusakan dan penebangan pohon mangga ini dilakukan oleh Sukarto pada hari Kamis tanggal 16 September 2010 sekitar pukul 14.00 WIB. Kelimabelas pohon mangga milik korban ditebang menggunakan gergaji mesin. Pohon yang setiap musimnya menghasilkan buah tersebut, ditebang dan dipotong kecil-kecil dengan ukuran panjang 100 cm. Akibatnya, korban mengalami kerugian. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*