Waduh… Warga Tulungagung Berharap Kemarau Masih Panjang

\"\"TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) - Di saat kemarau panjang terjadi, mayoritas warga akan mengeluh karena kesulitan mendapat air bersih, namun sebaliknya yang terjadi dengan warga Tulungagung Jawa Timur. Mereka malah berharap musim kemarau berlangsung lebih lama.

“Tanaman tembakau kami bisa dipastikan akan rusak, jika hujan turun dalam waktu dekat. Sebelumnya, kami mengalami kerugian besar karena banyak tanaman padi yang gagal panen akibat terendam air hujan,” ujar seorang warga Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Minggu (18/9/11).

Karena tergolong sawah tadah hujan, saat ini Petani di Desa Pelem memang mayoritas menanam tembakau di lahan pertaniannya, selain palawija.

Jadi jika tidak ada hujan, para petani akan cenderung beralih ke jenis tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, salah satunya tembakau. Apalagi, harga hasil komoditas tanaman untuk bahan baku rokok kretek tersebut saat ini sangat tinggi.

“Sekitar 80 persen petani di daerah sini menanam tembakau, dan sisanya palawija. Usia tanaman-tanaman itu rata-rata sekitar 3-4 bulan. Jadi, selama itu pula kami berharap cuaca (musim kering) tetap mendukung,” ujar Nurkholis, petani tembakau lain.

Harapan yang sama dikemukakan sejumlah petani palawija maupun tembakau di beberapa desa kecamatan lain di kawasan Tulungagung selatan. Mereka menyebut dampak guyuran hujan pada tanaman tembakau maupun palawija mereka yang masih muda bisa menyebabkan daun cepat layu, apalagi saat mulai berbuah. Setidaknya hingga kisaran bulan November atau Desember nanti, yakni setelah masa panen raya tanaman tembakau dan palawija. (soc/jbc1)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*