Yahoo Dikabarkan Dijual

NEW YORK (jurnalberita.com) - Paska dipecatnya Chief Executive Officer (CEO), Carol Bartz, oleh Chairman, Roy Bostock, Yahoo dikabarkan akan dijual. Kabar ini muncul karena dalam beberapa tahun terakhir Yahoo sulit berkembang dan bersaing dengan perusahaan sejenis.

“Yahoo akan dijual kepada investor yang mengajukan harga penawaran tepat,” ujar salah seorang anggota Dewan Komisaris Yahoo seperti dikutip Wall Street Journal di New York.

Sejumlah pengamat menilai, kabar dijualnya Yahoo bisa menjadi pilhan tepat. Pasalnya, saat ini Yahoo sulit bersaing dengan situs besar lainnya, seperti Google, Facebook atau Twitter.

Padahal, situs-situs itu muncul di era jauh setelah Yahoo. “Yahoo tertinggal karena tidak ada inovasi,” kata pengamat di Global Equity Research, Trip Chowdry, sebagaimana dikutip CNN.

Tiga tahun lalu, Microsoft pernah menawar Yahoo dengan harga US$ 47 miliar atau sekitar Rp 401 triliun. Namun kinerja Yahoo terus menurun yang menyebabkan harga di pasar menyentuh level US$ 17 miliar, atau sekitar Rp 145 triliun.

Tertekannya harga Yahoo karena situs itu dinilai sejumlah orang tanpa inovasi sehingga sulit bersaing untuk mendapat iklan besar. Hal ini berujung hilangnya kepercayaan investor terhadap Yahoo, khususnya para investor Cina dan Jepang. Selain itu, Yahoo dianggap perusahaan Internet tanpa visi jelas.

Mantan CEO Yahoo, Carol Bartz, kepada CNN menyatakan pemecatan dirinya terkait gagalnya Microsoft mengakuisisi Yahoo beberapa waktu silam. Akibat hal itu, petinggi Yahoo khawatir dianggap sebagai sebagai dewan direksi terburuk di Amerika Serikat. “Mereka berharap dapat menggenjot kinerja Yahoo hingga 2012 meski tidak memungkinkan, makanya mereka melakukan hal itu ke saya,” kata Bartz.

Meski demikian di sisi lain, pemecatan Bartz membuat lega beberapa pemegang saham Yahoo. Mereka menganggap di bawah kepemimpinan Bartz, Yahoo tidak mampu bersaing dengan perusahaan sejenis. Daniel Loeb, pemegang 5,1 persen saham Yahoo bahkan mengatakan dewan direksi terlambat memecat Bartz.

“Sekarang terbukti dewan komisaris salah menilai ketika mempekerjakan Carol Bartz sebagai CEO Yahoo. Kami tidak mengerti mengapa baru sekarang dia dipecat, padahal kinerjanya sudah menurun sejak dua setengah tahun yang lalu,” ujar Loeb. (cnn/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site