Buntut Gegernya PC dan PD Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA (jurnalberita.com) - Gegernya Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, akhirnya menelorkan mosi tidak percaya sekaligus menyomasi keras PDM Surabaya yang diketuai HM. Zayin Chudori dan sekretaris, HM Wahyudi yang mantan anggota DPR-RI itu.

Sebagaimana dalam surat bernomor 100/IV.0/B/2011 yang ditandatangani Ketua PCM Ngagel Surabaya, H Soekardi Hadi Poernomo dan Sekretaris, HA Zaini.

“Kami jajaran PCM Ngagel Surabaya tidak percaya sama sekali kepada mereka berdua. Dan terkait masalah keuangan sebesar Rp 2,3 milyar, akan kami angkat ke ranah hukum,” jelas Soekardi.

Pihak PCM Ngagel Surabaya beralasan, pihak PDM Surabaya terkesan arogan dalam menangani pergantian Kepala SMP Muhammadiyah V Surabaya, yang terkesan menerapkan kebijakan sepihak.

Masak kepala sekolah yang menuruti kemauan PDM dipaksakan untuk memimpin. Apalagi yang bersangkutan dalam ranking kualitatif belum nomor satu, tapi baru ranking tiga. Wajar jika kami menolak, karena tidak realistis. Kami meminta kepala sekolah lama tetap aktif,” jelas Zaini ditirukan aktivis dan guru SMP Muhammadiyah V Pucang Taman Surabaya. (jbc5/jbc1)

4 comments on this post.
  1. Imam S.:

    Yang 200 juta punya SMPM 5 bagaimana, 185 juta punya gadung bagaimana? diembat semua, hebat dong oknumnya, bisa kaya he he he

  2. Lembaga Peduli Hukum Setia Muhammadiyah:

    PENDAHULUAN
    KRONOLOGI PEMBEKUAN PCM NGAGEL
    OLEH PDM KOTA SURABAYA

    Sikap tegas dalam rangka menjalankan AMANAH untuk mempertanyakan atas perbuatan oknum pimpinan yang dianggap melepaskan sejumlah uang tanpa melalui prosedur yang benar, dianggap pemarah membuat keributan, melanggar etika dan arogan melawan Pimpinan akan diberi Sanksi. Dan anehnya si pelaku hanya dengan alasan pribadi, berbuat demi membesarkan organisasi, dapat dimaafkan, dan tanpa sanksi apapun.

    Ini bukan kasus satu-satunya, dengan bahasa yang santun dan menampakkan sedikit merasa bersalah dan mohon petunjuk atasan. Maka selesailah masalah itu, tanpa ada sanksi yang jelas.

    Kita sama seperti orang yang barangnya dikeluarkan dari rumah tanpa persetujuan penjaga rumah pada malam hari saat lengah, dan pada pagi hari kita teriak ada yang menghilangkan, tapi anehnya yang berteriak dianggap membuat ribut, tidak berbudaya dan diberangus, sedang yang menghilangkan tidak di beri sanksi, karena dia santun dan berbahasa sopan, merasa bersalah dan mohon maaf.

    Apa yang bisa pimpinan lakukan bila ada Kejadian serupa? tidak banyak kecuali membeberkan sejumlah fakta dan meminta pihak terkait untuk bersabar menahan diri dan menghormati ETIKA. Sedang sang pelaku diminta berjanji berusaha mengembalikan walaupun mustahil dikembalikan (dengan berjalannya waktu akan lenyap dengan sendirinya) selesailah persoalan, tanpa ada sanksi apapun.

    Bukan bermaksud menyudutkan atau mengorek-orek kesalahan orang, akan tetapi perlu kita membuat tindakan yang nyata agar supaya dikemudian hari tidak terulang kembali dan fihak yang terbukti bersalah diberi sanksi serta bertanggung jawab menyelesaikan sampai tuntas

    sebuah PR lagi bagi kita yang tidak punya catatan bagus dalam menyelesaikan PR tersebut.

    KRONOLOGI PEMBEKUAN PCM NGAGEL
    OLEH PDM KOTA SURABAYA
    Pada tanggal, 1 Oktober 2011, PDM Kota Surabaya telah mencabut SK/Pembekuan Personalia PCM Ngagel Surabaya, diantara salah satu pemicu pembekuan tersebut bersifat adminitratif akibat adanya perbedaan persepsi tentang pengelolaan Amal Usaha Pendidikan atas PEDOMAN DAN PERATURAN MAJELIS DIKDASMEN MUHAMMADIYAH. Dimana PDM Kota Surabaya berargumentasi bahwa Pengelolaan Amal Usaha disemua Cabang-cabang adalah mutlak wewenang PDM didasarkan atas SK PP Muhammadiyah Nomor : 138/SK/I.0/2008, sementara PCM Ngagel berargumentasi bahwa berdasar SK Majelis Dikdasmen Nomor : 085/SK/I.4/2009, bahwa Pengelolaan Amal Usaha Pendidikan adalah PCM sebagai pendiri.
    Bermuara pada persoalan tersebut maka intensitas perbedaan tersebut semakin tajam dan kemudian PDM mengeluarkan SK Pencabutan/Pembekuan terhadap Personalia PCM Ngagel yang dianggap telah melanggar AD/ART Muhammadiyah karena tidak patuh terhadap persyarikatan diatasnya.
    Selanjutnya, lebih jelasnya dalam kesempatan ini kami buat kronologi secara menyeluruh dari mulai awal hingga sampai perkembangan terakhir.
    Pasca Musyawarah Cabang yang kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja (RAKER) PCM Ngagel. Dalam Agenda tersebut para Musyawirin yang tertuang dalam REKOMENDASI menuntut agar PCM Ngagel Surabaya segera menuntaskan 3 (tiga) Persoalan, yakni :
    1. Melakukan Audit internal tentang laporan keuangan PCM yang lama, dan kepada PCM yang baru membuat mekanisme keuangan yang akuntable dan melaporkan secara berkala.
    2. Meminta kepada PDM Kota Surabaya dan PWM Jawa Timur untuk meniadakan keberadaan BPKPM (Badan Pengurus Komplek Perguruan Muhammadiyah Cabang Ngagel) yang dianggap sudah tidak diperlukan lagi dan tidak ada dalam peraturan dan Pedoman Dikdasmen Muhammadiyah.
    3. Melakukan penelusuran terhadap adanya Ruislag tanah antara SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dengan PTP XI (Pabrik Rosela) yang di indikasikan adanya pengeluaran uang sebesar Rp. 2.300.000.000 (2,3 Milyar), dilakukan oleh personal PDM Kota Surabaya tanpa melalui mekanisme ( presedur ).
    Tanggal, 6 Mei 2011 dalam mengawali program kerjanya, Pimpinan Cabang bersama dengan Majelis Dikdasmen melakukan rapat kordinasi dengan Amal Usaha baik SD, SMP maupun SMA meliputi Kepala Sekolah, Guru, dan Karyawan sekaligus menyampaikan Program Kerja Cabang maupun Majelis Dikdasmen, dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa proses pemilihan Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surabaya segera dilaksanakan.
    Tanggal, 9 Mei 2011 Majelis Dikdasmen Cabang mengintruksikan kepada Kepala Sekolah untuk membentuk Panitia Rekrutmen dan verifikasi calon kepala sekolah dan hasilnya diserahkan kepada Dikdasmen Cabang selambat-lambatnya tanggal, 30 Mei 2011.
    Tanggal, 24 Mei 2011 Majelis Dikdasmen PCM mengirim surat kepada calon kepala Sekolah tentang jadwal pelaksanaan test/seleksi dan ditembuskan kepada Dikdasmen Daerah dan Dikdasmen Wilayah.
    Tanggal, 1 Juni 2011 Dikdasmen Cabang mengirim surat kepada Dikdasmen Daerah, PDM, serta Majelis Dikdasmen Wilayah memohon untuk menyeleksi calon kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.
    Tanggal, 2 Juni 2011, Majelis Dikdasmen Cabang mendapat surat dari PDM kota Surabaya agar seleksi pemilihan kepala sekolah dihentikan,
    Tanggal 9 Juni 2011 PDM Kota Surabaya mengundang PCM dan Majelis Dikdasmen Cabang dengan agenda tentang proses seleksi calon kepala sekolah, dimana dalam rapat tersebut PDM meminta agar pelaksanaan pemilihan kepala sekolah tersebut ditangani oleh Dikdasmen Daerah, karena bukan kewenangan Dikdasmen Cabang lagi, (SK.PP. Nomor : 138/SK/I.0/2008. Dari pemaparan tersebut terjadi dialog karena berdasarkan SK Dikdasmen Muhammadiyah Nomor : 085/SK/I.4/2009 BAB II Pasal 2 ayat 1-7 proses seleksi Pemilihan Kepala Sekolah adalah kewenangan Majelis Dikdasmen Cabang. Setelah dilakukan diskusi, diputuskan : Demi menjaga kewibawaan Dikdasmen Cabang, PCM dan Dikdasmen Daerah serta PDM, maka pelaksaan seleksi dilakukan oleh Dikdasmen Cabang dan hasilnya 3 nama calon diserahkan kepada PDM untuk dipilih satu orang menjadi kepala Sekolah .
    Tanggal, 07 Juli 2011, PCM Ngagel mengirim surat kepada PDM Surabaya dengan Hal : Permohonan perubahan Komposisi Personalia PDM, surat tersebut sebagai tindak lanjut tentang adanya pengeluaran uang milik SMP Muhammadiyah 5 Surabaya sebesar Rp. 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) dan pengeluaran Uang SMA Muhammadiyah 2 Surabaya sebesar Rp. 2.300.000.000 (Dua Milyar tiga ratus Juta rupiah), yang dilakukan oleh personal PDM tanpa prosedur.
    Tanggal, 15 Juli 2011 Dikdasmen Cabang menyerahkan hasil seleksi 3 nama calon Kepala Sekolah kepada majelis Dikdasmen Daerah. Adapun tiga nama calon sesuai dengan hasil urutan nilai seleksi adalah :
    1. Drs. Abdul Ghoni, M.Kes
    2. Hendro Purnomo, S.Pd
    3. Drs. Muslikan, M.Ag
    Tanggal, 1 Agustus 2011, PDM Kota Surabaya mengundang Dikdasmen Cabang dan PCM Ngagel dengan agenda Penjelasan Tentang Calon Kepala Sekolah. Dalam pertemuan tersebut, PDM Surabaya menyampaikan bahwa dari tiga nama tersebut nama Drs. Abdul Ghoni, M.Kes harus dihilangkan karena sudah dua kali menjadi kepala Sekolah dan mengganti dengan peserta lainnya. Majelis Dikdasmen Cabang dan PCM Ngagel menyatakan keberatan, karena :
    1. Keikutsertaan Drs. Abdul Ghoni, M.Kes telah mendapat rekomendasi dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah.
    2. Proses seleksi sudah dilaksanakan dan tiga nama calon kepala sekolah sudah diumumkan, dan seharusnya PDM Surabaya menyampaikan bahwa Drs. Abdul Ghoni, M.Kes tidak diperbolehkan ikut seleksi sejak awal bukan dilaksanakan setelah ada ketentuan tiga nama tersebut.
    3. Berkenaan hal tersebut Dikdasmen Cabang dan PCM Ngagel meminta dan memberi solusi : “Bahwa demi mengamankan dan kelancaran proses RSBI menjadi SBI, hendaknya PDM Kota Surabaya memperpanjang SK. Saudara Drs. Abdul Ghoni, M.Kes, selama 18 bulan hingga sekolah tersebut mencapai SBI, dan bila dilakukan pergantian kepala sekolah saat itu, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya proses RSBI menuju SBI.
    Usulan dari Dikdasmen Cabang dan PCM Ngagel tidak mendapatkan respons atau tanggapan bahwa usulan tersebut diterima atau ditolak, dan rapat ditutup tanpa menghasilkan keputusan apapun.
    Tanggal, 3 Agustus 2011, PDM Kota Surabaya mengundang PCM Ngagel bersama PCM Wonokromo, serta PCM Wonocolo terkait dengan adanya tututan agar PDM melakukan Reposisi Jabatan Personal Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya yang diindikasikan bahwa personal tersebut meminta uang kepada Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan mengeluarkan uang ruislag sebesar Rp. 2.300.000.000 (dua milyar tiga ratus juta) diwilayah PCM Ngagel. Adapun di PCM Wonokromo (Perguruan Gadung) personal PDM tersebut meminta uang sebesar Rp. 185.000.000 (seratus delapan puluh lima juta rupiah) hanya dengan melalui SMS.
    Dalam rapat klarifikasi, personal PDM tersebut menyampaikan bahwa uang sebesar Rp. 200.000.000 (dua Ratus juta Rupiah) milik SMP Muhammadiyah 5 surabaya yang melalui Telepon kepada kepala sekolah dan uang sebesar Rp. 185.000.000 milik Perguruan Muhammadiyah Gadung (Cabang Wonokromo) yang hanya melalui SMS dipergunakan untuk pembangunan SD Muhammadiyah 26 dan sifatnya pinjaman. Dan uang sebesar Rp. 2.300.000.000 (dua milyar tiga ratus juta rupiah) dipergunakan untuk biaya mengurus ruislag baik dengan BUMN dan intansi terkait lainnya dengan melalui perantara, selanjutnya menurut personal PDM tersebut uang sebesar Rp. 2.300.000.000 (dua milyar tiga ratus juta rupiah) akan dikembalikan keseluruhannya oleh perantara selambat-lambatnya tanggal, 30 Desember 2011 bila Ruislag tersebut gagal.
    Berdasarkan argumentasi Personal PDM tersebut, Cabang Ngagel dan Cabang Wonokromo mempertanyakan Pengeluaran uang tersebut atas perintah/kebijakan siapa ? kebijakan pribadi atau Persyarikatan, kalau dilakukan atas kebijakan Persyarikatan. Seharusnya melalui mekanisme atau prosedur organisasi, dengan melibatkan Cabang sebagai tuan rumah dan PDM kota Surabaya, namun kenyataannya Cabang dan PDM tidak mengetahui sama sekali. Selain itu juga tidak ada bukti kuitansi atau surat perjanjian hutang Piutang, dan selama 3 tahun berjalan hutang tersebut belum dikembalikan bahkan tidak ada pembicaraan sama sekali terkait dengan hutang piutang tersebut.
    Terkait dengan keberadaan uang sebesar Rp. 2.300.000.000 (dua milyar tiga ratus juta rupiah) yang juga tidak melalui mekanisme, akan dikembalikan oleh perantara paling lambat tanggal, 30 Desember 2011, sangat tidak mungkin, sebagaimana telah disebutkan bahwa uang tersebut dipergunakan untuk biaya kepengurusan ke BUMN maupun intansi yang terkait. Kenyataanya hingga saat sekarang tanggal, 1 Pebruari 2012 uang tersebut belum kembali.
    Pertanyaan Cabang dibenarkan oleh yang bersangkutan (pesonal PDM), bahwa dia telah melakukan kekilafan karena tidak melakukan koordinasi dengan Cabang maupun Daerah secara baik.
    Dalam kesempatan akhir Cabang Wonokromo menyampaikan bahwa Muhammadiyah itu sangat mudah untuk memberi maaf, berbuat salah minta maaf kemudian dimaafkan sudah selesai. Namun dengan melakukan kesalahan kebijakan harus bertanggung jawab, dan koensekuensinya adalah PDM harus melakukan reposisi kepengurusan, atau yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai pengurus harian Persyarikatan, untuk itu Cabang Ngagel dan Wonokromo meminta kepada PDM Kota Surabaya agar ada keputusan reposisi kepengurusan. Namun oleh ketua PDM Surabaya diputuskan bahwa dalam rapat hearing tidak ada justifikasi, untuk itu kebijakan PDM hasil hearing akan segera disampaikan kepada Cabang Ngagel dan Cabang Wonokromo dalam waktu dekat
    Tanggal, 10 Agustus 2011, PCM Ngagel mengirim surat Pernyataan sikap berupa mossi tidak percaya kepada PDM Kota Surabaya, ini disampaikan karena janji PDM Kota Surabaya menyampaikan hasil keputusan hearing terkait dengan pengeluaran uang yang tanpa melalui mekanisme / prosedur terhadap personal PDM tidak dilaksanan/diingkari bahkan cenderung dan terkesan ditutup-tutupi, dibela oleh PDM kota Surabaya.
    Tanggal, 16 Agustus 2011, Dikdasmen Daerah mengirim undangan langsung kepada 2 calon Kepala Sekolah yakni : Hendro Purnomo, S.Pd dan Drs. Muslikan, M.Ag, dan tanpa Drs. Abdul Ghoni, M.Kes, untuk menghadiri seleksi ulang, undangan tersebut tanpa koordinasi dengan Dikdasmen Cabang bahkan untuk tembusannyapun Dikdasmen Cabang Tidak diberi. Sebagai catatan : Kepala sekolah sudah ditentukan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan seleksi ulang. Ini terungkap ketika dalam acara Peresmian Gedung Milinium Bulding milik SD Muhammadiyah 4 Surabaya, setelah acara peresmian, ketua PDM Kota Surabaya memanggil saudara Drs. Abdul Ghoni, M.Kes, mengatakan bahwa posisi saudara Drs. Abdul Ghoni, M.Kes, akan tetap diperhatikan untuk mendampingi saudara Drs. Muslikan, M.Ag. sebagai kepala sekolah yang baru.
    Tanggal, 19 Agustus 2011, Dikdasmen Cabang Mengintruksikan kepada Saudara Drs. Muslikan, M.Ag dan Hendro Purnomo, S.Pd. untuk tidak hadir mengikuti seleksi yang diadakan oleh Dikdasmen Daerah, karena mekanisme seleksi yang sudah dilaksanakan oleh Dikdasmen Cabang sesuai dengan peraturan dan pedoman Majelis Dikdasmen PP, Nomor : 085/SK/I.4/2009, BAB II Pasal 2 ayat 1 s/d 7, bahkan sudah ada kesepakan rapat antara Daerah dengan Cabang pada tanggal, 9 Juni 2011
    Tanggal, 5 september 2011, Dikdasmen Cabang memberi surat teguran kepada saudara Drs. Muslikan, M.Ag, karena tidak mengindahkan intruksi Dikdasmen cabang dan tetap mengikuti seleksi.
    Tanggal, 9 September 2011, PCM Ngagel menerbitkan SK Perpanjangan Kepala sekolah kepada Drs. Abdul Ghoni, M.Kes, selama 18 bulan hingga tercapainya SBI, Penerbitan Perpanjangan SK Kepala sekolah berdasarkan pertimbangan :
    1. Dengan Kekosongan Kepala Sekolah sejak bulan januari s/d September 2011 sangat menggangu pelaksanaan proses belajar mengajar, apalagi dengan adanya UNAS dan Pendaftaran Siswa Baru
    2. Adanya desakan 61 Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 5, agar PCM Ngagel melakukan kebijakan tegas untuk memperpanjang Kepala sekolah lama, sehingga proses pembelajaran di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya tidak tergangu
    3. Melakukan responsif terhadap kebijakan Dikdasmen Daerah dan PDM yang terlalu lamban dalam melakukan penetapan Kepala Sekolah, selain itu terkesan tidak objektif dimana menetapkan kepala sekolah sebelum melakukan seleksi ulang.
    Tanggal, 16 September 2011, PDM Kota Surabaya mencabut/membatalkan SK Perpanjangan Kepala Sekolah yang dikeluarkan oleh PCM.
    19 September 2011, Dikdasmen Daerah mengirim surat kepada saudara Drs. Abdul Ghoni M.Kes. (kepala Sekolah), agar mempersiapkan dokumen/berkas untuk serah terima dengan kepala sekolah yang baru, PCM menerima tembusan.
    19 September 2011. Dikdasmen Daerah mengirim Undangan kepada semua guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, tembusan ke PCM, untuk menghadiri serah terima dan pelantikan Kepala sekolah yang baru (Drs. Muslikan, M.Ag) yang dilaksanakan pada 22 September 2011, bertempat di gedung SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, jam : 11.00 Wib
    Tanggal, 20 September 2011, PCM Ngagel mengirim surat ke PDM menolak pelaksanaan serah terima dan pelantikan kepala sekolah, dan PCM meminta agar diadakan pertemuan terlebih dahulu antara PDM dengan PCM.
    22 September 2011, Dikdasmen Daerah dan PDM hadir di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dengan mengerahkan pasukan terdiri dari : Polisi, KOKAM, HW, dan Tapak Suci bahkan ada beberapa orang preman. Dalam kesempatan tersebut Dikdasmen Cabang dan PCM menemui Pimpinan Dikdasmen Daerah dan PDM untuk meminta waktu untuk diadakan pembicaraan sebentar sebelum pelantikan, Dikdasmen Daerah dan PDM menolak permintaan tersebut.
    Setelah memperhatikan kondisi yang mencekam dengan kehadiran, Polisi, KOKAM yang memakai baju doreng tersebut, banyak siswa ketakutan dikira tentara, saat itulah Dikdasmen Cabang dan PCM membuat kebijakan :
    1. Meminta kepada Kepala Sekolah dan Guru agar para siswa segera dipulangkan demi menjaga hal-hal yang tidak di inginkan.
    2. Menutup dan mengkunci semua ruangan, dalam upaya untuk pengamanan aset-aset milik Muhammadiyah, mengingat banyaknya orang yang hadir di saat itu.
    3. Demi mengamankan aset-aset Muhammadiyah tersebut, PCM meminta bantuan kepada Anggota dan Pimpinan Ranting, Ortom, dan Mejelis-majelis untuk ikut serta menjaganya.

    Tanggal, 1 Oktober 2011, PDM Kota Surabaya mencabut SK Penetapan Personalia PCM Ngagel. Pada malam harinya PCM Ngagel bersama 7 Cabang di Surabaya berangkat ke Malang datang kerumah Ketua PWM Jawa Timur ( Prof. DR. Thohir Luth) meminta petunjuk/pertimbangan apa yang seharusnya dilakukah oleh PCM Ngagel sekarang ? Ketua PWM menjawab tolong masalah kepala sekolah yang di SK oleh PDM diterima dan insya Allah masalah pembekuan Cabang Ngagel akan segera kami selesaikan, pada waktu bersamaan ternyata Dikdasmen Daerah/PDM telah membuka semua pintu SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dengan paksa.

    Tanggal, 2 Oktober 2011, PCM Ngagel dengan ikhlas menerima saran dari ketua PWM, dan saat itu pula PCM memberi solusi kepada saudara Drs. Abdul Ghoni, M.Kes (kepala Sekolah lama) dan saudara Drs. Muslikan, M.Ag (kepala Sekolah Baru) untuk melakukan islah pada saat upacara bendera.

    Tanggal, 5 Oktober 2011, PCM Ngagel didatangi Pengacara (Nazar Effendy) utusan dari PDM Kota Surabya, meminta semua aset tanah yang berupa surat yang ada di PCM Ngagel. Oleh PCM Ngagel ditolak karena semua aset berupa surat tanah yang ada adalah milik PP Muhammadiyah atas pembelian PCM, untuk itu hanya akan menyerahkan aset-aset surat tanah tersebut bila diminta oleh PP Muhammadiyah sebagaimana sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.

    Tanggal, 12 Oktber 2011, PCM Ngagel menyampaikan surat kepada PWM menagih janji kepada ketua PWM ( Prof. DR. Thohir Luth), namun surat tersebut tidak mendapat tanggapan, selain surat komunikasi dengan ketua PWM dilaksanakan, jawaban ketua PWM adalah bahwa untuk penyelesaian permasalahan dilakukan oleh PDM Kota Surabaya dan itu tanggung jawab PDM, penyelesain permaslahan tersebut dikembalikan kepada PDM.

    Tanggal, 12 Oktober 2011, Pengacara PDM (Nazar Effendy) datang lagi dan mengatakan kepada PCM siap menjamin bahwa bila aset-aset yang berupa surat tanah tersebut diberikan maka permaslahan PCM dengan PDM bisa terselesaikan, dengan melakukan berbagai pertimbangan maka aset-aset tanah tersebut diserahkan, namun kenyataannya hingga sekarang tidak tersaelesaikan.

    Tanggal, 1 Nopember 2011, PCM menyampaikan surat hak jawab kepada PDM, surat diantar langsung oleh sekretaris PCM dan diterima oleh sekretaris PDM, jawabannya adalah tidak bisa menerima surat tersebut karena cabang sudah dibekukan tidak dibolehkan akativitas surat menyurat dan aktivitas lain

    Tanggal, 25 Nopember 2011, PCM mengundang semua komponen organisasi Muhammadiyah Cabang Ngagel yani : ORTOM, Majelis, Ranting, menerangkan dan menyampaikan tentang perkembangan posisi PCM saat ini, dan mempertanyakan bagaimana sikap yang harus dilakukan oleh PCM ?
    semua komponen organisasi Cabang Ngagel menegaskan bahwa Cabang dipilih oleh Ranting dan Ortom, untuk itu apapun yang terjadi PCM harus tetap eksis melaksanakan aktivis sebagaimana biasanaya.
    Tanggal, Desember 2011, PDM Kota Surabaya memberikan draf untuk ditanda tangani ketua dan Sekretaris PCM.

    Tanggal, 8 Desember 2011, PCM mengirim surat keberatan atas penandatanganan draf dari PDM karena draf tersebut dipandang tidak mencerminkan sebagai pembinaan melainkan sebagai pembinasaan organisasi, PCM meminta kepada PDM dilakukan dengan musyawarah/duduk bersama antara PDM dengan PCM.
    .
    Bulan Januari 2012, PCM mendapat informasi bahwa PDM telah menunjuk 3 orang personal PDM untuk menjadi Careteker/PLT di PCM Ngagel Surabaya.
    Tanggal, 25 Januari 2011, PCM Ngagel mengirim surat kepada PP Muhammadiyah (Audensi) menyampaikan keluahan/meminta saran untuk penyelesaian pembekuan tersebut.

    Pada tanggal 08 Februari 2012, PCM Ngagel menerima surat pemberitahuan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta nomor : 57/I.0/B/2012 perihal Pemberitahuan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mendelegasikan kepada PWM Jatim untuk menerima audiensi PCM Ngagel dan menyelesaikan permasalahan yang ada.
    Berdasarkan Surat dari Pimpinan Pusat tersebut PCM Ngagel mengirimkan surat permohonan Audiensi kepada PWM Jatim dengan nomor surat : 140/IV.0/B/2012 tertanggal 14 Februari 2012, namun karena surat tersebut tidak ada respon/ jawaban dari PWM maka PCM Ngagel kembali mengirimkan surat Permohonan audiensi ke-2 yaitu surat nomor : 141/IV.0/B/2012 tertanggal 23 Februari 2012 namun sampai saat ini (11 Maret 2012) belum ada Jawaban dari PWM Jatim.

    Demikian kronologi pembekuan PCM Ngagel ini dibuat dalam upaya untuk menghindari informasi yang berkembang dan sudah mulai mengarah pada pendiskriditan dan fitnah-fitnah kepada PCM Ngagel Kota Surabaya.

    Surabaya, 03 Januari 2012

  3. ri:

    sebetulnya sangat memalukan, saya tidak mau kommen di sini

  4. jiwo sumartono:

    uang 2,3 milyar apa sudah dikembalikan ?. anakku gak jadi ku sekolahkan di smamda kalau pengurus banyak ga jujur. Bagaimana pak administrasi /pembukuannya, kalau perlu wali murid tahu/ dapat laporan tiap tahun…

Leave a comment





*