Dianggap Ganggu Penerbangan, Radio Ilegal Dirazia

Petugas Balai Monitoring memeriksa peralatan yang dianggap mengganggu frekuensi penerbangan. (foto : jbc3)

TUBAN (jurnalberita.com) – Banyaknya radio ilegal yang mengganggu frekuensi jalur komunikasi penerbangan pesawat udara di Bandara Juanda, ditndaklanjuti. Petugas Balai Monitoring Spectrum Frekuensi Radio Kelas II Surabaya menggelar razia di Kabupaten Tuban, Kamis (27/10/11).

Sejumlah petugas melakukan razia di salah satu stasiun radio di kawasan jalan Ngemplak Tuban. Petugas berhasil melacak lokasi keberadaan frekuensi radio ilegal dan langsung mendatangi serta memeriksa satu persatu perangkat radio yang digunakan siaran.

Petugas berhasil menyita 2 unit perangkat pemancar, yaitu sebuah boster dan exiciter. Selain menyita peralatan pemancar, petugas meminta keterangan pemilik radio serta meminta menghentikan siarannya.

“Saya pasrah meski harus menutup stasiun radio yang saya kelola sejak satu tahun lalu. Saya menyayangkan sikap petugas yang langsung melakukan penyitaaan karena sebelumnya pihak pengelola radio kecil seperti saya, belum pernah mendapatkan sosialisasi maupun pengarahan terkait sistem pengelolaan siaran radio yang benar,” keluh Suwondo

Ditempat yang sama, salah satu petugas Balai Monitoring Spectrum Radio Kelas II Surabaya saat dikonfirmasi mengatakan, razia ini digelar untuk menertibkan radio ilegal yang frekuensinya masuk ke ring penerbangan.

“Siaran radio ini dianggap mengganggu komunikasi antara pesawat terbang dengan petgas Bandara, seperti yang dilaporkan PT Angkasa Pura Juanda Surabaya. Gangguan itu karena volume siaran radio jauh lebih dominan dibanding dengan suara air trafight control yang ada di Bandara Juanda Surabaya,” ujar Jafwani, petugas bagian monitoring dan penertiban. (jbc3/jbc2)

Tags: , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

6 Responses

  1. Balmon sangat keren…Tetapi jangan yang mengganggu Air traffic saja donk. di Tuban banyak radio ilegal yang perlu di razia juga seperti BoMS 87.90 Indo FM 102.1 Hits FM 88.9 FM Sadang Jatirogo Smart 107.7 Singgahan, Tokcer 107.7 Parengan Tuban, dan masih banyak yang lain. mereka siaran tanpa ijin, terus apa artinya mengurus ijin siaran yang menghabiskan banyak waktu dan dana, bila sebuah stasiun radio tanpa ijin juga dibiarkan tetap bisa beroperasi. saya salut atas tindakan Balmon menindak radio TOP Fm di Tuban. tetapi mohon agar radio ilegal juga di tindak..Terimakasih.. Linda..Jl. Wijaya Kusuma TUBAN..

  2. Radio di tuban yang sudah berijin hanya ada 2 Sinata dan Vidia yang lain jangan ngaku2

  3. TOLONG BALMON MENINDAK TEGAS NGAKU NGAKU RADIO NGAKU PUNYA IZIN SAYA SARANIN UNTUK SINGGAHAN ADA SATU RADIO YANG KATANYA 4000 Watt bagaimana KPI dan antek anteknya memberi izin radio dolanan seperti ini, atau benar apa yang dikatakan pengurus radio CBS untuk mengurus izin menghabiskan uang sampai milyara..siapa yang di suap. satu lagi RADIO INI SUDAH MEMAKAI LINK/ di JATIROGO SEHINGGA menimbulkan keresahan di masyarakat.

  4. Kerjaan BALMON hanya memanfaatkan kesempatan sweeping!
    menyalahi KM15 dan KM13 di sweeping off seminggu bayar 15juta di perbolehkan ON lagi PELANGI FM,NUANSA FM,D RADIO,GRAHA FM

    Coba cek MAXI fm Sumberejo memakai 107,30 padahal berdasar aturan di frek itu di km13 2010 untuk kecamatan sugihwaras dan kedungadem (pemancar harus di kecamatan tsb) tp frekuensi itu di pakai di sumberejo yang tdk ada jatah kanal untuk kec tsb.

  5. mendukung komen saudari ernawati

    berdasar permenkominfo km13 tahun 2010
    kanal 33 dgn frekuensi 90.8 adalah bukan untuk wilayah singgahan tetapi untuk parengan dan aturan yang berlaku letak atau alamat pemancar harus berada di wilayah yang di tentukan
    itu artinya CBS FM yang mengudara di kanal 33 sudah menyalahi aturan
    kecuali pemancar ada di parengan apalagi memancar menggunakan link di Jatirogo pula, ini adalah pelanggaran berlapis.

    sekian dan terima kasih

  6. Radio BomS FM Tuban meresahkan warga sekitar jl. Kusumawijaya..keberadaan tower ini sangat mengganggu dan membahayakan warga…harap Pemda Tuban dan pihak terkait menindak Radio BomS ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site