Geger SMP V Muhammadiyah, Murid Jadi Korban

Kuswiyanto : PWM Harus Segera Turun Tangan

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Salah satu sekolah menengah tingkat pertama (SMP) populer di Kota Pahlawan, SMP V Muhammadiyah, di kawasan Pucang, diam-diam tengah dilanda konflik internal. Akibatnya, para siswa dan wali murid menjadi cemas dan merasa dirugikan bila tak segera mendapat jalan keluar.

Waduh, gimana nih nasib SMP V Muhammadiyah kok seperti Tamiriyah, pengurusnya gegeran. Mereka yang di jajaran Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) diserbu Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) melalui Komando Keamanan Muhammadiyah. Sekolahan bak tempat perang antar kelompok,” celoteh beberapa wali murid.

Para siswa dan wali murid bingung sekaligus cemas, saat menyaksikan puluhan orang berseragam layaknya tentara di halaman sekolah, yang sebelumnya begitu tenang dan nyaman. Namun, keberadaan mereka tak digubris jajaran Pengurus Cabang Muhammadiyah.

Informasi yang dihimpunjurnalberita.com, sekolah yang memiliki gedung Millenium dan diresmikan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Dr. H. Din Syamsudin, merupakan sekolah kebanggaan keluarga besar Muhammadiyah yang akan naik derajatnya menjadi sekolah berstandar internasional (RSBI), yang pendaftaran tiap siswanya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Hal itulah yang diduga menimbulkan ‘gesekan’ antara PDM yang secara struktur di atas PCM. Namun, PCM, yang selama ini mengurus sekolah tak mau didikte dengan alasan otonomi dan kewenangan. “Karena PCM yang memulai dan memiliki amal usaha sekolahan tersebut,” jelas salah seorang guru pengajar yang menolak namanya disebutkan.

Suasana semakin memanas saat Muslikan diangkat PDM sebagai kepala sekolah tanggal 21 September lalu, untuk menggantikan Abdul Goni yang sukses menancapkan prestasi, ditolak secara halus oleh PCM.

“Masak, Muslikan ranking tiga setelah Goni dan Hendra, dipaksakan untuk dilantik jadi kepala sekolah,” celoteh guru lainnya.

Sementara Moeslimin dan Kuswijanto, tokoh berpengaruh di Muhammadiyah ini, menyatakan keprihatinannya yang dalam sekaligus meminta maaf kepada para siswa dan wali murid. “Saya prihatin dan berharap Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) segera turun tangan,” tutur keduanya yang ditemui secara terpisah. (jbc5)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*