Pembongkaran Pasar Babat Ricuh

LAMONGAN (jurnalberita.com) – Eksekusi lapak dan kios pedagang pasar tradisional Babat Kabupaten Lamongan, Minggu (16/10/11), berlangsung ricuh. Sejumlah pedagang yang berusaha mempertahankan lapaknya dari pembongkaran terlibat baku hantam dengan petugas gabungan yang disiagakan.

Karena, kalah jumlah para pedagang kemudian membiarkan lapaknya dibongkar paksa petugas. Eksekusi ini juga mendapat penjagaan ektra ketat ratusan aparat gabungan Polri, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab setempat.Dengan mendatangkan alat berat.

Pembongkaran lapak pedagang pasar tradisional Babat yang terkesan dipaksakan ini, mulai dilakukaan sekitar pukul 08.00 WIB dan diawali dari lapak ratusan pedagang buah di bekas lahan terminal lama Babat.  Pedagang yang tidak terima lapaknya dibongkar, melakukan perlawanan. Akibatnya, terjadi saling dorong antara petugas dengan ribuan pedagang.

Pedagang yang marah bercampur kecewa dengan tindakan petugas berusaha mempertahankan lapaknya hingga terlibat baku hantam antar petugas dengan pedagang. Tindakan keras petugas dibalas lempar batu.

Akibat kericuhan ini, sejumlah pedagang dan petugas mengalami luka-luka. Petugas juga menciduk sejumlah pedagang yang melakukan perlawanan.

Purnomo, salah satu perwakilan pedagang menyatakan, pihaknya tetap menolak pembongkaran kios dan lapak pedagang sampai ada kesepakatan antara Pemkab Lmongan, pedagang serta investor.

Hal yang senada, disampaikan Ayok Kristian, perwakilan pedagang lainnya. Menurutnya, pihaknya bersama ribuan pedagang lain tetap menolak relokasi karena hingga saat ini belum ada kesepakatan yang jelas antara pihak terkait. “Saya pusing mas. Nanti saja, semua upaya yang kami lakukan tidak ada gunanya. Karena, kios dan lapak kami tetap dibongkar,” ungkapnya.

Meski mendapat perlawanan sengit dari para pedagang, pembongkaran ribuan kios dan lapak pedagang dengan alat berat tetap dilakukan. Pedagang yang terdiri dari wanita dan ibu-ibu hanya bisa menangis histeris menyaksikan kiosnya di obrak-abrik dengan alat berat.

Informasi yang didapat jurnalberita.com ribuan pedagang ini bakal direlokasi di Pasar Agrobis Semando yang lokasinya berada di sebelah timur kota Babat. Aksi penolakkan dilakukan karena tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang yang disediakan Pemkab Lmongan tidak memadai. Sebab, dari 2.389 pedagang, Pemkab dan investor hanya menyediakan 1.473 lapak. (jbc11/jbc2/*)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*