Puluhan Pemuda Desa Gayam Blokir Jalan Masuk

\"\"

BOJONEGORO (jurnalberita.com)Puluhan pemuda dan warga ramai-ramai memblokir pertigaan jalan di Desa Gayam, Selasa (18/10 /11) sore. Hal itu dilakukan karena para pemuda dan warga desa merasa, enambelas perusahaan yang bermitra dengan Mobil Cepu Limited (MCL) tidak mau bermitra dengan masyarakat sekitar pengeboran sumur minyak Banyu Urip Jambaran.

Bermula saat pemuda mengajukan proposal pengadaan kegiatan peringatan kemerdekaan RI pada bulan Agustus dan meminta bantuan pada enambelas perusahaan tersebut. Namun oleh pihak PT Century tidak disetujui tanpa ada alasan yang jelas, dan proposalnya diserahkan pada kepala desa setempat.

“Kami memblokir jalan ini, sebab saat kami mengajukan proposal kegiatan tujubelasan yang lalu pada 16 perusahaan tersebut , salah satunya PT Century, proposal kami dikembalikan tanpa ada alasan yang jelas,” terang Narito, Ketua Karang Taruna Desa Gayam.

Pemblokiran jalan ini, tambah Narito, akan dilakukan hingga tuntutan kami dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Bukan hanya itu saja, namun pihak perusahaan juga sudah membohongi para pemuda. Seperti saat disepakati untuk mengadakan pertemuan antara pihak perusahaan-perusahaan tersebut dengan warga di rumah Kepala Desa, tapi tanpa pemberitahuan lebih dahulu, tiba-tiba pertemuannya diubah di hotel Joglo Kalitidu. (jbc16/jbc1)

Tags: , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

7 Responses

  1. Perusahaan yang berMintra dengan MCL mau keuntungan dari minyak yang berasal dari desa tersebut tapi enggan menyumbang keuntungan secuil buat kegiatan 17 an warga khususnya Karang Taruna. Sementara dana CSR dari 17 perusahaan mitra MCL dikemanakan ….?
    Kenapa pihak MCL mendiamkan saja sama 17 perusahaan mitra nya yang tidak peduli sama warga ngasem untuk memberi bantuan dana buat 17 an …..?

  2. menurut sayyaa,pemblokiran jalan itu masuk akal..
    dan seharusnya pihak perusahaan harus mampu bermitra dengan warga setempat….:))

  3. menurut saya, tindakan yang dilakukan oleh pemuda gayam itu sudah benar.Karena perusahaan tersebut berada di wilayah desa mereka,seharusnya sebagai perusahaan yang berdiri di tempat itu ,juga harus bermitra dengan masyarakat karena secara tidak langsung,masyarakat juga turut merasakan dampak buruk akibat limbah pabrik.mereka tidak serta merta mencari keuntungan sebesar-besarnyabtanpa memperhatikan atau mau ikut membantu kegiatan di wilayah tempat berdirinya pabrik itu.

  4. Kontraktor yang di MCL harus ingat kalau Kontraktor mencari reziki di desa Ngasem. Kecuali kalau kontraktor mengebor di desa asal pemilik kontraktor ya silahkan tidak menyumbang di desanya sendiri …!!!

  5. perusahaan dan masyarakat satu komponen yang tak terpisahkan.maka mesti nya harus saling pengertian DEMI bangsa INDONESIA………………..

  6. menurut saya, pemuda desa gayam tersebut sudah benar. memang seharusnya ada kerjsama antara perusahaan dan masyarakat. masalah tersebut harus ditindak lanjuti demi kepentingan bersama.

  7. sudah sepantasnya pemuda desa tersebut melakukan tindakan demikian. karena perusahaan dengan masyarakat tersebut tidak saling membantu,seharusnya ada kerja sama antara keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*