Sepupu SBY Dituntut Setahun

Nurtjahjono.

PACITAN (jurnalberita.com) - Setelah mengalami penundaan hampir sepekan, jaksa akhirnya menuntut Nurtjahjono, sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan hukuman setahun penjara. Calon Bupati Pacitan yang kalah dalam Pilkada 2010 itu dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Jaksa dalam tuntutannya mengurai tindak pidana penipuan yang dilakukan terdakwa Nurtjahjono hingga merugikan empat mantan tim suksesnya senilai Rp 190 juta. Sebagai calon bupati yang diusung koalisi delapan partai, Nurtjahjono meminta tim suksesnya menalangi dulu dana kampanye. Belakangan, terdakwa tidak mengembalikan sepersenpun dana tersebut.

“Pernah menjanjikan akan mengembalikan sebelum tanggal 20 Desember 2010,” tegas Triyanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di PN Pacitan, Kamis (27/10/11).

Selama persidangan berlangsung, Nurtjahjono yang mengenakan kemeja lengan pendek putih motif kotak-kotak, celana panjang gelap, dan bersepatu coklat itu lebih sering menunduk. Sebelum mengajukan tuntutan, JPU Triyono mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Dan terdakwa dianggap berbelit saat memberikan keterangan.

“Terdakwa belum pernah dihukum dan sopan di persidangan,” ungkap Triyono menyebut hal yang meringankan.

Setelah jaksa selesai membacakan tuntutannya, Ketua Majelis Hakim, Rahman Raja Gukguk langsung memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan. Wisnu Harto, salah seorang penasihat hokum (PH) Nurtjahjono, tetap bersikukuh bahwa kliennya tidak bersalah.

“Terdakwa tidak pernah memerintahkan saksi (korban) untuk menalangi dana kampanye. Tidak masuk akal jika mereka (korban) menalangi, karena mereka selalu menerima uang dari terdakwa,” tegas Wisnu.

Karena itu, PH meminta agar Nurtjahjono dibebaskan. Sebab, perkara yang sedang tidak memenuhi unsur pidana, melainkan masuk ranah perdata. “Kalaupun majelis hakim berpendapat lain, agar nantinya menjatuhkan vonis seadil-adilnya,” terang Wisnu, seusai persidangan. (jbc15/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site