Tanah Ambles, Keluar Uap dan Asap Panas

\"\"

PACITAN (jurnalberita.com) - Amblesnya tanah di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim) dibarengi dengan keluarnya uap panas. Fenomena alam ini membuat warga setempat sempat merasa was-was. Sebab, mereka khawatir karena luas tanah yang ambles terus bertambah.

“Luas tanah yang ambles memang bertambah,” ujar Kepala Desa Gemaharjo, Pujiono, Selasa (18/10/11).

Menurutnya, uap panas diketahui muncul pada Sabtu (15/10) lalu. Saat itu salah seorang warga bernama Lardi melaporkan temuan itu kepadanya. Setelah di cek di lokasi, ternyata benar. Pada titik keluarnya uap tercium bau seperti batu bata yang dibakar. “Kalau siang tidak terlihat. Namun, jika pagi atau petang baru terlihat ada asap di sekitar titik. Bahkan pada malam hari terkadang terlihat seperti ada bara apinya,” terangnya.

Jika pada awal kemunculan uap panas luas tanah yang ambles sekitar 5×6 enam meter, kini bertambah menjadi sekitar 8×8 meter. Demikian pula dengan kedalaman tanah yang ambles, dari sekitar lima centimeter menjadi 20 centimeter. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, titik lokasi munculnya semburan uap panas itu di kini telah dipasangi police line. Meski demikian, sejumlah warga yang masih penasaran tetap mendatangi lokasi. Untuk membuktikan adanya uap panas, warga kemudian membawa gulungan kertas dan didekatkan ke titik uap, hasilnya, kertas langsung terbakar.

Terpisah, Lardi, warga yang mengetahui pertama kali kemunculan titik panas itu mengatakan sebelumnya tidak melihat ada sesuatu yang aneh di lokasi tersebut. Namun pada pagi hari, tiba-tiba terlihat asap tipis mengepul dari sebidang tanah yang berdekatan dengan menara BTS salah satu operator selular itu. Tetapi dia tidak mencium bau menyengat layaknya gas.

“Sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang aneh. Ya tahu-tahu muncul asap gitu,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh jurnalberita.com, lokasi keluarnya uap panas itu dulunya digunakan untuk usaha penggergajian kayu. Tetapi usaha tersebut sudah tutup sejak sekitar tahun 2003. Dan sisa-sisa penggergajian kemudian ditimbun dengan tanah. Dugaan sementara, uap panas yang muncul merupakan proses terbakarnya sisa-sisa kayu dari usaha penggergajian.

Meski demikian, baik Lardi maupun Pujiono berharap agar pihak terkait turun tangan untuk melakukan penelitian. Tujuannya agar diketahui secara pasti penyebab munculnya uap panas. Sebab, selama ini warga di sekitarnya hanya bisa menduga-duga. Terlebih, pada lokasi yang sama tanahnya ikut ambles.

“Kemarin sudah kita laporkan ke operator seluler yang punya tower disini. Juga pada seorang staf Kantor Pelayanan Perizinan yang kebetulan datang untuk memeriksa izin tower,” jelas Pujiono. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*