27 Kantong Darah Tercemar Hepatitis dan Sipilis

Darah pendonor yang tercemar penyakit langsung dimusnahkan. (foto : jbc14)

MADIUN (jurnalberita.com) - Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Madiun sebulan terakhir menemukan 27 kantong darah bermasalah alias tercemar penyakit. Jumlah itu naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, yang hanya ditemukan 11 kasus.

“Semua penyakit yang kami deteksi itu jenis menular,” ungkap Dwi Santoso, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan UDD PMI Kota Madiun, Jumat (11/11/11).

Dari 27 kantong darah yang tercemar itu, 22 diantaranya terkontaminasi virus Hepatitis, dengan rincian 19 kantong darah tercemar hepatitis B dan 3 lainnya hepatitis C. Sedangkan virus lain yang ditemukan pada lima pendonor adalah penyakit Sipilis. Sebagian besar ditemukan pada pendonor pria.

Tahun lalu, UDD PMI Kota Madiun mencatat hanya ada enam temuan darah tercemar hepatitis B dan tiga hepatitis C. Sedangkan untuk temuan darah yang tercemar virus sipilis, hanya terdeteksi dua kasus. “’Penyebab pastinya kami tidak tahu,” kata pria yang sudah belasan tahun mengabdikan dirinya di PMI itu.

Virus hepatitis, lanjut Dwi, menyerang hati dan menyebabkan radang. Jika stamina penderita sedang bagus atau fit, virus tersebut tidak reaktif sehingga tidak terdeteksi. Namun, jika penderita dalam keadaan drop, virus tersebut bisa muncul dan bisa menyebabkan infeksi. “Virus hepatitis juga bisa menular melalui infeksi menular seksual atau IMS,” tambahnya.

Dalam dua bulan terakhir, kata Dwi, belum ditemukan adanya darah pendonor yang tercemar virus HIV reaktif. Hanya saja, dia menemukan lima pendonor yang terdeteksi mengidap sipilis. “’Semua jenis penyakit yang kami deteksi ini, bisa dikatakan sebagai penyakit gaya hidup,” jelasnya.

Agar tidak mencemari darah lainnya, puluhan kantong darah tercemar itu langsung dimusnahkan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD dr Soedono Madiun. (jbc.14/jbc2)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site