Aktivis LSM Irea Gresik Divonis 2 Tahun 6 Bulan

Terdakwa Nur Khosiah, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. (foto : jbc6)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya telah menvonis terdakwa Nur Khosiah (32), aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Irea (Institute of Research and Empowering Autonomy) Gresik, dengan hukuman 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Terdakwa Nur Khosiah, yang juga menjabat sebagai wakil pada Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2T P2A) Gresik, dinyatakan oleh majelis hakim yang diketuai Tutik Budiwinarti SH MH, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 3 UU No.39 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU No.2 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 97 juta. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, yang menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun 6 bulan..

Perkara korupsi yang menyeret aktivis perlindungan anak dan perempuan Gresik ini terjadi saat terdakwa menggunakan dana P2SEM tidak sesuai peruntukan. Melalui LSM Irea, terdakwa mengajukan kegiatan pemberdayaan perempuan melalui kegiatan life skill, berupa pelatihan pembuatan souvenir di Kecamatan Socah.

Dana yang diperoleh LSM Irea melalui P2SEM ini sebesar Rp.150 juta. Namun, saat kegiatan dilangsungkan, terdapat kelebihan dana dari kegiatan yang dilakukan. Kelebihan dana tersebut, oleh terdakwa, tidak dikembalikan kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp 97 juta.

“Sebenarnya, kerugain negara sekitar Rp 107 juta. Namun, saat ditingkat penyidikan, terdakwa mengembalikan dana sekitar Rp 10 juta, maka kerugian negara hanya Rp. 97 juta,” ujar Plh. Kasi Pidsus Kejari Gresik, Wido Utomo, yang juga menjadi JPU dalam perkara ini.

Ditambahkan Wido, sejak awal pihaknya berkeyakinan perkara ini akan terbukti di pengadilan. “Dalam pemeriksaan, kami yakin ada unsur kerugian negara atas kegiatan yang dilakukan oleh terdakwa,” tegasnya. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. tidak LSM aja , siapapun kalau sudah lihat duit kalau iman tidak kuat maka terjadilah korupsi, selama kita ingat kepada Allah SWT, tidak bakalan tejadi yang namanya Korupsi, semoga kita selalu dalam lindungannya amin…….!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site