Faksionalisasi, Materi Rapat Genting PD Jatim

Soekarwo, Ketua Partai Demokrat Jatim. (foto : jbc5)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Diakui atau tidak, Partai Demokrat (PD)  Jatim dilanda isu adanya faksi atau pengelompokan. Hal ini berakibat panjang hingga kebijakan  partai yang menyangkut perubahan struktur kepemimpinan fraksi PD di DPRD Jatim terganjal dan tidak bisa diproses.

“Tidak ada apa-apa, kok. Kita lama tidak rapat,” kilah Ketua PD Jatim Dr. H. Soekarwo, SH, MSi yang akrab dipanggil Pakde Karwo, ketika akan meninggalkan Posko Utama PD Jatim yang berada di kawasan Manyar Kertoarjo Surabaya.

Pakde Karwo pun menegaskan kembali, bahwa dalam internal partai tidak terjadi apapun dan semua berjalan wajar sebagai partai politik.

“Kalau ada perbedaan pendapat yang dianggap perseteruan dan faksionalisasi itu adalah hal wajar. Wajar saja parpol tinggi dinamikanya, termasuk PD Jatim, tidak mungkin jauh dari arus dinamika,” tutur Pakde Karwo, yang juga orang nomor satu di Jatim itu.

Dinamika politik yang melanda internal PD Jatim serta munculnya faksionalisasi tidak terhindarkan. Hal ini dipicu oleh nuansa dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) PD Jatim yang berlansung 4 bulan lalu, di Hotel Empire Palace Surabaya. Dinamika politik yang panas, muncul ketika beberapa orang berebut kursi ketua dan sekretaris PD Jatim periode 2011-2016.

Semula yang ngotot maju Bagus Harjosuseno, Fandi Utomo disusul Pakde Karwo. Bagus digadang H. Imam Utomo, mantan Gubernur Jatim, lantaran masih memiliki hubungan saudara atau keponakannya. Sedangkan Fandi Utomo berambisi duduk kembali di kursi sekretaris tersingkirkan ketika Pakde Karwo lebih percaya kepada Bonnie Laksamana untuk mendampingi dirinya.

Faksi FU (Fandi Utomo) hingga kini masih kompak, namun loyal kepada kepemimpinan Pakde Karwo. Kendati dalam kebijakan tertentu, bersikap korektif dan membangun. Namun akibatnya, Fandi Utomo dan Bagus Harjosusesno tidak lagi mendapat peran penting di partai maupun fraksi.

Menanggapi hal tersebut, rapat internal PD Jatim yang dipimpin Pakde Karwo, Selasa (29/11/11) sore akan mengantisipasi secara bijak. “Semua kebijakan partai bersifat arif tapi mengikat. Dan bagi yang repot, diharapkan memahami situasional dan mau bertanya agar komunikatif,” celetuk Bonnie, Sekretaris PD Jatim, yang ditemui terpisah.

Dalam rapat tersebut, tampak hadir pula para pengurus harian, diantaranya Prof. Soedjono, Agus Dono, Subianto, Sugiri Sancoko dan tidak ketinggalan Masteng, yang sempat menyudutkan Bonnie. Hanya Lilik Muharti tidak Nampak diantara jajaran petinggi PD Jatim.

“Ibu Lilik, sedang di Jakarta menjalankan tugas Dewan, terkait kinerja Pansus RTRW Jatim,” tegas Bonnie, sembari menambahkan bila semua kebijakan dan rapat partai melibatkan seluruh pengurus harian, terkecuali ada tugas lain. (jbc5/jbc2)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site