Listrik Padam Momok Pelaksanaan E-KTP

Rachmad Dwiyanto, Kadipendukcapil Pacitan. (foto : jbc15)

PACITAN (jurnalberita.com) – Animo para wajib KTP di lokasi pelayanan program e-KTP diprediksi sangat tinggi. Tak heran bila pada saat program berskala nasional itu nanti dilaksanakan dan dihelat, akan terjadi puncak pelayanan. Bila hal itu tidak didukung persiapan secara matang akan berakibat fatal.

Hal itu akan diperparah bila proses pelayanan, nantinya diwarnai sikap emosional para wajib KTP yang dipicu ketidaksiapan penyelenggara pelayanan. “Mulai sekarang, segala sesuatunya harus dipersiapkan. Bukan hanya kesiapan personil, tapi juga peralatan pendukungnya,” kata Rachmad Dwiyanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pacitan.

Rachmad juga tidak berharap dalam proses pelayanan e-KTP, yang rencananya dipusatkan di masing-masing kecamatan, akan terjadi “erosi” massa. Hal itu lantaran disebabkan sosialisasi yang tidak jelas dan kurang merata, hingga masyarakat enggan datang. Apalagi mereka yang tengah berada diperantauan.

Kondisi inilah yang perlu diantisipasi sejak awal. Soal personil, untuk bisa memenuhi target 400-500 KTP/hari, minimal harus tersedia 8 tehnisi operator. Meski, kata Rachmad, petunjuk dari Kemendagri, maksimal cukup dengan 4 personil tehnis. “Program tersebut ditargetkan rampung selama 4 bulan dengan 480 ribu wajib KTP yang tersebar di 12 kecamatan,” jelasnya.

Hal lain yang harus mendapat perhatikan, lanjut Rachmad, adalah soal ketersediaan listrik cadangan, ruang pelayanan yang memadai serta gudang tempat penyimpanan blangko isian e-KTP. Sebab, tidak menutup kemungkinan, saat proses pelayanan berlangsung, jaringan listrik PLN tiba-tiba padam. Hal itu bisa memicu terjadinya persoalan.

Selain peralatan tidak dapat difungsikan, juga bisa terjadi kerusakan pada sistem jaringan. Belum lagi bila ada gejolak warga karena lama mengantri. “Peralatannya cukup mahal dan harus didatangkan dari luar negeri. Pamadaman aliran listrik secara tiba-tiba, mungkin bisa mengakibatkan kerusakan. Karena itu, perlunya disediakan listrik cadangan,” bebernya.

Mengenai ruang pelayanan atau  gudang penyimpanan, Rachmad menandaskan, akan disesuaikan dengan situasi serta kondisi di masing-masing kantor kecamatan. Begitu pula dengan ketersediaan ruang tunggu. Hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruangan  kosong atau bila memang diperlukan memasang tenda. “Intinya, kita situasional saja. Hemat biaya, namun hasil optimal,” tukasnya. (jbc15/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site