Perkara Pemerasan Pemilik RS Mulai Disidang

saksi dan terdakwa mengikuti jalannya persidangan. (foto : jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) – Perkara pemerasan terhadap pemilik rumah skit (RS) Sumber Sehat mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Terdakwa Is (42), yang mengaku salah satu awak media ini, diajukan ke meja hijau oleh JPU Rimin SH dan didakwa melakukan pemerasan.

Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk saksi korban, Dr Ongko dan istrinya Dr Liana, pemilik Rumah Sakit (RS) Sumber Sehat, di Jl. Raya Kedamean 20 Kecamatan Kedamean Gesik. Selain itu, JPU juga mendatangkan saksi dua orang dari petugas kepolisian, Khusairi dan Sutamat,  yang menangkap terdakwa.

Dalam keterangannya didepan Majelis Hakim yang diketuai Bambang Haruji SH MH dengan anggota M.Fathan SH dan Mustajab SH, saksi korban Dr.Ongko menceritakan proses terjadinya pemerasan tersebut.

“Waktu itu, terdakwa mengatakan kepada saya, bahwa saya dikatakan dokter gadungan, perawatnya tidak mempunyai ijazah serta tidak dibayar, RS Sumber sehat miliknya tidak memiliki ijin. Dengan tuduhan palsu tersebut saya diancam akan dipublikasikan ke media serta TV,” terangnya didepan majelis hakim.

Masih menurut Dr.Ongko, terdakwa meneror istrinya, bila tidak diselesaikan keduanya akan masuk penjara. Terdakwa, kata Dr Ongko, bersama 3 orang temannya terus menerornya dan meminta sejumlah uang dengan konpensasi tidak mengeluarkan berita tentang dirinya yang dianggap dokter gadungan.

“Pertama meminta uang Rp 600 juta, setelah itu turun menjadi Rp 500 juta hingga turun lagi menjadi Rp 50 juta. Kami sudah bicara kalau tidak memiliki uang sebanyak itu, tapi mereka tetap memaksa hingga kami terpaksa memberinya uang Rp 10 juta,” ungkapnya.

Penyerahan uang tersebut dilakukan di Surabaya, tepatnya di RM Prima Rasa di daerah Kertajaya. “Selang beberapa hari, tepatnya pada tanggal 25 Agustus 2011 terdakwa ngebel minta kekurangannya sebesar Rp 40 juta. Tapi kami hanya memiliki uang Rp 2 juta. Oleh terdakwa uang tersebut lalu disetujui dan diambil di RS Sumber Sehat. Merasa diperas, saya lalu melaporkan ke petugas Polsek Kedamean. Lalu terdakwa ditangkap dan diproses secara hukum,” terangnya.

Sementara itu, sempat terjadi ketegangan saat saksi dari pihak kepolisian diperiksa didepan persidangan. Dalam keterangannya, saksi Khusairi dan Sutamat mengatakan, sewaktu datang di ruang tunggu RS Sumber Sehat, saksi melihat terdakwa mengeluarkan uang Rp 2 juta dari tasnya yang didapat dari hasil pemerasan terhadap saksi korban Dr.Ongko.

Namun, keterangan tersebut saat dikonfrontir, terdakwa mengatakan bila keterangan tersebut tidak benar. “Saya tidak pernah mengeluarkan uang dari tas. Uang tersebut sudah berada diatas meja,” ujarnya.

Sidang akhirnya ditunda minggu depan guna mendengarkan keterangan saksi lainnya. (jbc6/jbc2)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site