Peserta Tes Perangkat Desa Membludak

Bupati meninjau pelaksanaan ujian calon perangkat desa yang diikuti ratusan peserta. (foto : Ist)

GRESIK (jurnalberita.com) – Animo masyarakat menjadi perangkat desa membludak. Pada pelaksanaan ujian calon perangkat desa yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Senin (14/11/11), diikuti 496 peserta, dari seluruh desa di 16 kecamatan, kecuali Bawean.

Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto, menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan ujian di ruang Mandala Bhakti Praja. “Dari pantauan kami, pelaksanaan ujian lancar. Semoga yang dihasilkan pada ujian kali ini sesuai yang diharapkan,” ujar Bupati.

Peserta ujian harus menyelesaikan 100 soal ujian dalam bentuk multiple choice atau pilihan ganda  dalam waktu 3 jam dengan bobot soal, pengetahuan umum 25 soal, pengetahuan pemerintahan 20 soal, psiko test 20 soal, Bahasa Indonesia 20 soal dan Matematika 15 soal.

Uniknya, para calon perangkat desa juga membawa suporter untuk memberi dorongan moril dalam menjawab soal. Para suporter merupakan kerabat serta sanak saudara peserta. Mereka pun dengan setia menunggu di beberapa tempat hingga ujian selesai.

Pada tahun sebelumnya, ujian calon perangkat desa hanya diikuti oleh 104 orang peserta. Namun, kali ini diikuti lebih banyak peserta dan lebih bervariasi. Mereka ikut ujian calon perangkat desa setelah direkomendasikan tiap-tiap Kepala Desa.

“Untung peserta kami batasi. Kalau tidak, akan lebih banyak lagi,” ujar Kepala Bagian Pemerintahan, Tursilowanto Hariogi melalui Kabag Humas, Andhy Hendro Wijaya.

“Kami hanya membantu melaksanakan tes kemampuan, dengan harapan agar para perangkat ini mempunyai kemampuan akademik serta sedikit pengetahuan umum dan pengetahuan pemerintahan,” tambahnya.

Sesuai Perda Kabupaten Gresik nomor 4 tahun 2010, tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, syarat menjadi perangkat desa minimal berusia 20 tahun dan maksimal berusia 50 tahun, berijasah SLTP/SMP atau yang sederajat.

“Namun, kami tidak menampik apabila ada peserta yang berijasah lebih dari itu meski materi tes yang kami berikan tetap sama dengan yang lain. Mengangkat perangkat desa adalah kewenangan Kades. Hasilnya tetap kami sampaikan ke Kades masing-masing sesuai peringkat ujian,” ujarnya. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site