AJI Desak Polisi Usut Penyerangan Dance

\"\"

BOJONEGORO (jurnalberita.com) – Prihatin dengan intimidasi dan kekerasan yang kembali terjadi terhadap wartawan, belasan aktivis wartawan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, mengelar aksi damai, Sabtu (17/12/11) siang.

Dalam aksinya, mereka menuntut dan meminta pihak kepolisian segera mengusut tragedi kekerasan yang menimpa Dance, wartawan tabloid Rote Ndao News, di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Minggu(11/12/11) lalu.

Tak hanya melakukan teror dengan cara mengancam membunuh Dance beserta keluarganya, Dance harus kehilangan buah hatinya yang baru berumur 1 bulan setelah shock karena rumah yang mereka tinggali terkena lemparan dan diserang pelaku yang diduga preman bayaran.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Bojonegoro, Khorij Zaenal Asrori menyatakan, aksi penyerangan terhadap jurnalis Dance dan keluarganya merupakan tindakan keji. Apalagi, akibat aksi itu membuat rumah korban rusak dan anaknya meninggal dunia.

“Kami mengutuk keras penyerangan itu,”  tegasnya, disela Seminar Keterbukaan Publik di sebuah rumah makan di Bojonegoro.

Untuk itu, kata dia, AJI Bojonegoro mendesak aparat kepolisian khususnya Polres Rote Ndao dan Polda NTT mengusut tuntas tindakan tidak berperikemanusiaan serta menindak tegas aktor intelektual dibalik kasus penyerangan tersebut.

Apalagi, lanjut dia,  hal itu belum genap sepekan terjadi tindak penyekapan yang dialami Endang Sidin, wartawan Erende Pos. Endang, disekap di ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) oleh John Terik, pegawai Pemda Rote Ndao, yang juga anggota Satpol PP.

Bahkan, Endang juga diancam hendak dibunuh jika terus menulis  proyek pembangunan kantor dan jalan di Desa Kuli senilai Rp 187 juta. “Kasus Dance dan Endang bisa saja terjadi pada kami. Sehingga, aparat harus mengungkap kasus ini sampai tuntas,” tandasnya. (jbc11/jbc16/jbc2)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*