Banjir Rendam Persawahan, Petani Bakal Gagal Panen

\"\"TUBAN (jurnalberita.com) - Luapan air akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, telah merendam sejumlah areal persawahan di Desa Cangkringan Kecamatan Plumpang, Kamis (15/12/11). Akibatnya 100 Ha sawah warga terendam banjir, dan diprediksi sepertiganya bakal gagal panen (puso).

Air sudah menggenangi areal persawahan tersebut selama dua pekan terakhir. Hal tersebut diungkapkan Tamsi, salah satu petani asal desa setempat. Dikatakan pula jika dalam beberapa hari terakhir tidak turun hujan, air yang menggenangi sawahnya sudah mulai surut. Meski demikian, 2 Ha sawah miliknya yang ditanami padi 15 hari yang lalu sedikit membusuk.

“Sepertiga masih digenangi air dengan ketinggian 50 cm. Kalau sudah begitu pasti kita akan mengalami gagal panen,” ujarnya, sembari menambahkan kerugian yang dialami hingga jutaan rupiah.

Untuk memulihkan tanaman agar bisa berkembang dengan baik, lanjutnya, Ia dan ratusan petani lain bakal melakukan tanam sulam. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena masih menunggu benih dan surutnya genangan banjir. Diakui, genangan air di wilayah itu dipicu dengan tidak lancarnya avour kuwu (saluran pembuangan air) akibat adanya perbaikan jembatan di selatan Desa Kuwu, Kecamatan Widang.

Sehingga, air yang mestinya mengalir ke timur hingga Bengawan Solo malah kembali ke arah barat dan menggenangi tanaman padi di kampungnya. Kondisi itu, mengakibatkan tanaman padi seluas 100 ha terendam banjir dengan ketinggian sekitar 80 cm dalam dua pekan ini.

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Kusno Adiwijoto mengaku kaget dengan adanya genangan banjir di areal pertanian wilayahnya . Sebab, sejauh ini jajarannya belum memberikan laporan.

“Saya kok malah belum terima laporannya. Dimana lokasinya itu mas,” ujarnya balik bertanya.

Dengan adanya laporan ini, kata Kusno, pihaknya bakal segera melakukan pengecekan di lapangan, termasuk melakukan pendataan terkait kejadian ini. Dan jika ada yang mengalami kerusakan hingga gagal panen, pihaknya bakal mengusulkan ke pusat agar mendapatkan bantuan. Diakuinya, saat ini di wilayah hilir avour Kuwu sedang ada perbaikan jembatan, hingga membuat saluran pematusan air wilayah selatan Kabupaten Tuban ini mengalami hambatan.

“Kita juga yang kena dampaknya. Saya akan perintahkan staf untuk mendata,” pungkasnya. (jbc11/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*