Bau Busuk Ganggu Warga, PT QL Berkilah

Lokasi pabrik pengolahan hasil laut, PT QL yang berada di dekat permukiman serta tambak milik warga, membuat bau busuk saat berproduksi menyebar dan dihirup warga sekitar. (foto : jbc3)

LAMONGAN (jurnalberita.com) – Keberadaan PT QL, pabrik yang memproduksi tepung dan sosis berbahan dasar ikan laut, di Sedayulawas Kecamatan Brondong, menuai reaksi warga sekitar akibat bau yang ditimbulkan.

Pabrik yang dimiliki warga negara asing dan berada di tepi sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Wedung ini, sudah beroperasi 4 bulan lalu. Namun, bau yang ditimbulkan akibat proses produksi, dirasakan warga sekitar sangat mengganggu. Terlebih bila angin berhembus kencang, bau ikan yang cukup menyengat selalu menghampiri kawasan permukiman warga.

Saat jurnalberita.com melakukan konfirmasi terkait keluhan warga tersebut, situasi pabrik pengahsil olahan ikan laut masih tengah berproduksi. Usai melewati pintu masuk di depan pabrik yang menggunakan sistem mekanik, Humas PT QL, Labib sudah menunggu di ruangan sekuriti.

“Keberadaan pabrik ini sudah 4 bulan lamanya. Perusahaan menampung karyawan sekitar 700 orang. Kami sangat respon apa yang dikeluhkan masyarakat. Pengelolaan limbah kami benahi bertahap tapi masih bau juga. Kita sudah mengadakan kerja sama dengan ITS untuk pengelolaan limbahnya,” ujar Labib, seolah tak mau disalahkan dengn bau yang mengganggu warga sekitar.

Ia pun membantah bila pihaknya meminta persetujuan dan tanda tangan warga Dusun Wedung, menggunakan kertas kosong yang dipergunakan pihaknya untuk mengurus ijin lingkungan di Kantor Lingkungan Hidup Pemkab Lamongan. “Petani tambak yang mengeluhkan itu, hanya menyewa tambak, jadi tidak tahu prosesnya,” sergahnya.

Salah seorang pemilik tambak disekitar pabrik, saat ditemui jurnalberita.com mengatakan, ia sudah beberapa kali menyampaikan pada pihak pabrik, bila limbah yang dihasilkan masih sangat mengganggu, namun pihak pabrik tak memberi tanggapan dengan serius.

Salah satu warga Desa Sedayulawas juga mengeluhkan hal yang sama, yakni terganggu dengan bau yang kurang sedap dan menyengat dari pabrik. “Kalau angin dari arah barat ke timur, tentu warga Desa Sedayulawas sangat terganggu dengan bau busuk. Sebaliknya, kalau angin dari arah timur, maka warga Wedung yang merasakan bau kurang sedap,” ujarnya. (jbc3/jbc2)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site