Golkar Klaim Bukan Partai Pragmatis

Cicip Sinansarai, Wakil Ketua Umum Partai Golkar memberi penjelasan pada wartawan. (foto : jbc5)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) II Partai Golkar Jatim, Rabu (21/12/11) lalu, resmi dibuka Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan, Cicip Sinansarai di Grha Beringin Jalan A. Yani Surabaya.

“Partai Golkar akan perbaiki opini publik yang kurang bagus, termasuk terkait masalah Lapindo Sidoarjo. Segala pranata, infra struktur dan masalah sosialnya, PG akan minta Pemerintah segera menuntaskannya agar nasib rakyat dan perekonomian Jatim makin membaik,” kata Cicip, sebelum bertolak kembali ke Jakarta.

Tekad Golkar ini diduga terkait upaya pemenangan pada Pemilu 2014 mendatang. Jajaran petinggi PG akan mengikis model pragmatisme dan transaksional, yang dinilai akan merusak kultur politik Golkar.

“Kita sebagai pengurus maupun kader PG, berkewajiban hindari pragmatism, termasuk pula transaksionalnya,” papar Idrus Marham, Sekjen DPP Partai Golkar di Hotel Utami, kepada ratusan kader yang hadir dalam Rapimda.

Hal senada dilontarkan oleh Akbar Tanjung, tokoh gaek Golkar yang pernah menjadi Ketua Umum PG. “Opini menjadi bagian yang harus diperhatikan pula oleh para pengurus maupun kader, jika Golkar bertekad kuat sukses Pileg dan Pilres 2014,” jelas Ketua Dewan Pembina PG ini.

Isu pengikisan pragmatism dan transaksional ini, kerap kali dilontarkan Yusuf Husni, Ketua Kosgoro 1957 Jatim. “Perilaku pragmatism dan transaksional itu cenderung membudaya, Oleh karenanya, PG berusaha keras tak ingin menjadi partai yang pragmatis. Dan jika dibiarkan, akan membahayakan masa depan PG,” tutur Yusuf, mantan anggota DPRD Jatim. (jbc5/jbc2)

Leave a comment





*