Limbah Tambang Cemari Sungai dan Sumur

\"\"

PACITAN (Jurnalberita.com) – Dampak pencemaran aktivitas penambangan di Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, disinyalir sudah diatas baku mutu. Hal itu dikatakan Lan Naria Hutagalung, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pacitan.

Menurut Lan, kondisi itu akibat menumpuknya bahan tambang di stockpile yang tidak segera disterilkan. “Saat musim hujan, bisa jadi bahan tambang meleleh dan terseret air hingga masuk ke kali. Kondisi seperti itu yang memicu terjadinya pencemaran,” kata mantan Sekretaris Bappeda ini, Rabu (21/12/11).

Lan mengatakan, Distamben berulang kali memberi teguran pada perusahaan yang melakukan eksploitasi bahan tambang jenis CU (tembaga) agar secepatnya merespon setiap permasalahan yang dikeluhkan warga. Namun, pihak perusahaan sepertinya bergeming.

Padahal sejak beroperasi sekitar Tahun 2007 lalu, warga sudah banyak yang protes akibat pencemaran limbah tambang. Saat musim penghujan tiba, persoalan bakal kembali mencuat. Diakui Lan, keluhan warga memang benar adanya.

Sejak kegiatan penambangan mineral logam itu beroperasi 4 tahun silam, kehidupan biota air nyaris tidak ditemukan. Air sungai dan sumur warga pun, mendadak berubah warna menjadi keruh kekuning-kuningan akibat tercemar beberapa kandungan mineral logam.

“Kami sudah beri peringatan keras, tapi toh kenyataannya seperti itu. Setiap kali muncul persoalan, hanya diselesaikan parsial, tidak menyeluruh,” ungkapnya.

Antisipasi sebenarnya telah dilakukan dengan membangun instalasi penyaringan air limbah (IPAL). Namun, kapasitasnya belum memadai untuk menyaring hasil limbah yang kapasitasnya jauh lebih besar. Informasi yang diterimanya, saat ini dampak pencemaran sudah merambah 7 hektar area persawahan.

Minimnya kapasitas  IPAL juga dibenarkan Muhammad Sapto. Warga Dusun Kwangen, Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo itu mengatakan, IPAL yang sudah didirikan oleh pihak penambang hanya mampu menampung air limbah sekitar 100 meter kubik. “Padahal limbah yang dihasilkan jauh diatas itu. Akibatnya pencemarannya masih tinggi,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Pacitan, Jony Marjanto, belum bisa dihubungi. Menurut keterangan sejumlah stafnya, Jony tengah meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) dilingkungan Jaten, Kelurahan Sidoharjo. (jbc15/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*